ilustrasi (sumber gambar : Keith Pottinger / pexels)

Menangkap Peluang Bisnis dari Tren Cosplay, Cek Kiat dari Pembuat Kostum

17 January 2024   |   18:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Karakter pahlawan super atau animasi yang ditampilkan melalui komik maupun film, sering kali memunculkan imajinasi di benak seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya menjadi seperti tokoh fiksi dari karakter yang mereka idam-idamkan. 

Salah satu caranya adalah melalui permainan kostum atau costume play (cosplay). Orang akan berdandan dan mengenakan pakaian beserta aksesori, termasuk topeng, jubah, dan perintilan lainnya. Tak sekadar tampilan, mereka juga kerap mendalami peran seperti karakter tokoh yang ingin ditiru. 

Kegiatan cosplay ini berkembang pesat termasuk di Indonesia, dengan munculnya berbagai festival dan agenda tahunan hingga kompetisi. Meski cosplayer di Indonesia masih didominasi oleh karakter anime, tetapi tak sedikit pula mereka yang terinspirasi dari karakter superhero Marvel, DC Comics, hingga animasi Disney yang berasal dari Amerika Serikat dan industri Hollywood. 

Baca juga: Melihat Popularitas Tren Cosplay Karakter Hollywood di Indonesia

Salah satunya adalah David Setya Pambudi yang terinspirasi membuat kostum dari karakter tokoh superhero yang telah diidolakan sejak masa kecil seperti Power Rangers dan Kamen Rider. Berawal dari hobi mengoleksi dan mengenakan kostum pahlawan super yang diproduksi sendiri, kini David sukses menjalankan bisnis pembuatan kostum cosplay, bahkan produknya telah melanglang hingga ke berbagai Negara.

“Ini merupakan keinginan masa kecil yang terbawa sampai dewasa. Waktu kecil mau ketemu dan ingin menjadi superhero, dan setelah dewasa inner child masih ada. Lalu teman mengajak saya masuk ke dunia cosplay, dan saya pun mempelajari cara membuat kostum superhero secara otodidak dari teman-teman komunitas cosplay di berbagai daerah,” jelasnya.

David terbilang aktif mengikuti kompetisi dan event cosplay sejak 2012. Namun, lambat laun dia melihat ada peluang dari bisnis pembuatan kostum. Apalagi kostum yang dibuatnya sering kali memenangkan kompetisi sehingga banyak pihak yang tertarik dengan hasil kreasinya. 

Hingga akhirnya pada 2013, pria yang sudah dua kali memenangkan kompetisi nasional, Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP) ini mulai membuka studio pembuatan kostum cosplay. Dari situ dia mulai menerima order dari mulut ke mulut. Dia juga aktif memasarkan produk lewat media sosial, sehingga banyak yang berdatangan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. 
 

Saat ini, David sudah memiliki dua studio bernama Dave Workshop yang terletak di Kudus dan Jogja dengan dibantu oleh 6 pengrajin. Untuk proses pembuatan setiap kostum, waktunya berbeda-beda, ada yang hanya sekitar 1 minggu tetapi ada pula yang memakan waktu hingga bulanan tergantung tingkat kerumitan.

Menurut David, peluang bisnis cosplay ini masih sangat terbuka luas. Dia sendiri banyak menerima pesanan pembuatan kostum, baik untuk diikutsertakan dalam kompetisi, acara khusus tertentu, sampai untuk tujuan komersial. Dalam hal pembuatan cosplay komersial ini pihaknya menjalin kerjasama dengan Talent Management.

“Jadi kalau ada film Marvel atau DC yang dirilis, kami juga sering dipanggil untuk cosplay menjadi tokoh superhero dari film tersebut seperti Batman, Spiderman, dan lain sebagainya,” ucapnya.

David menurutkan untuk penjualan kostum harganya sangat bervariasi, tergantung pada tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan. Namun, secara umum, rerata harga kostum jadi dibanderol mulai dari Rp3 juta sampai Rp25 juta. Untuk harga yang lebih tinggi, umumnya dipakai oleh perusahaan untuk menghadirkan maskot berukuran besar. 

Diakui olehnya bahwa saat ini makin banyak pelaku usaha yang memproduksi kostum-kostum untuk cosplay dengan harga yang relatif lebih murah sehingga persaingan dalam bisnis ini pun kian ketat.

Meski demikian, David tetap konsisten menghadirkan kostum cosplay yang berkualitas sesuai dengan standar yang saat ini sudah diterapkan. Sebab, menurutnya, penting untuk menjaga kepercayaan dan tidak mengecewakan para pelanggan setianya. Terlebih, namanya sudah cukup dikenal karena kostum buatannya sudah banyak memenangi kompetisi lokal maupun internasional. 

Baca juga: Kiat Menjadi Cosplayer, Bukan Sekadar Pakai Kostum

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Melihat Popularitas Tren Cosplay Karakter Hollywood di Indonesia

BERIKUTNYA

Pilar Wellskin Desak Revisi Pajak pada Industri Spa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: