Pada 2024 , sederet peristiwa astronomi langka juga bakal kembali menyapa masyarakat. (Sumber gambar: Unsplash/eberhardgross)

Fenomena Astronomi Sepanjang 2024, Ada Hujan Meteor Quadrantid & Purnama Cold Moon

03 January 2024   |   18:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Peristiwa astronomi selalu selalu dinanti-nantikan tiap tahunnya. Momen-momen seperti hujan meteor, gerhana bulan, hingga okultasi planet terus membuat penasaran masyarakat. Pasalnya fenomena tersebut jarang terjadi dan termasuk peristiwa langka.

Setelah 2023 masyarakat Indonesia disuguhi berbagai fenomena astronomi, termasuk bulan purnama super hingga puncak hujan meteor. Pada 2024, sederet peristiwa astronomi langka juga bakal kembali menyapa pencinta astronomi dengan peristiwa-peristiwa yang unik.

Baca juga: Mengenal Buck Moon, Fenomena Astronomi Langka & Efeknya Terhadap Bumi

Dihimpun Hypeabis.id dari berbagai sumber resmi, berikut daftar fenomena astronomi yang akan berlangsung pada 2024.


1. Puncak Hujan Meteor Quadrantid, 3-4 Januari 2024

Dilansir dari Time and Date, awal 2024 akan dibuka dengan fenomena puncak hujan meteor Quadrantid yang berlangsung pada 4 Januari 2024. Hujan meteor ini bersumber dari sisa sisa debu asteroid 2003 EH1 dan komet C/1490 Y1. Adapun, hujan meteor tahunan ini sudah dimulai pada 28 desember 2023. NASA menyebut, aktivitas hujan meteor ini bisa terlihat setiap jamnya pada malam hari jika langit cerah dan polusi cahaya minimal.


2. Purnama Wolf Moon, 25 Januari 2024

Wolf moon akan menjadi fenomena bulan purnama pertama pada 2024. Fenomena ini disebut dengan purnama serigala karena sesuai dengan almanak petani Amerika, ketika masyarakat di sana memperhatikan serigala melolong saat purnama muncul.


3. Purnama Snow Moon, 24 Februari 2024

Pada fase kedua purnama 2024, bulan akan tampak kecil dan kurang cerah pada periode ini. Sebab, pada saat itu bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi, sehingga dikenal juga dengan nama bulan mikro. Beberapa suku di Amerika sendiri menamakan fenomena snow moon ini dengan julukan Bulan Kelaparan. Sebab, pada saat itu sumber makanan mengalami kelangkaan, dan kondisi perburuan yang sulit selama pertengahan musim dingin, sementara yang lain menamakannya Bulan Badai.


4. Gerhana Bulan Penumbra, 25 Maret 2024

Fenomena astronomi selanjutnya adalah gerhana Bulan penumbra yang terjadi pada 25 Maret 2024. BMKG menuliskan, gerhana bulan Penumbra terjadi saat posisi bulan, matahari, dan bumi sejajar. Kondisi ini membuat bulan hanya masuk ke bayangan penumbra Bumi. 

Sebagai akibat, bulan akan terlihat lebih redup dari kondisi ketika purnama saat puncak gerhana terjadi. Berbeda dengan gerhana bulan total, peristiwa gerhana bulan penumbra masih menampakkan bulan, tetapi warnanya akan terlihat suram.


5. Gerhana Matahari Total, 8 April 2024

Tahun ini, masyarakat juga akan menyaksikan gerhana matahari total pada 8 April 2024. Adapun, fenomena ini terjadi karena Bulan akan sepenuhnya menghalangi cahaya Matahari yang menuju Bumi.

Karena termasuk fenomena langka, tercatat hanya tiga kali gerhana matahari total terjadi di Indonesia dalam 40 tahun terakhir. Di Indonesia, gerhana matahari sebelumnya terjadi pada Maret 2016, dan 20 April 2023.


6. Puncak Hujan Meteor Lyrid, 21-22 April 2024 

Hujan meteor juga akan meramaikan peristiwa astronomi Indonesia pada 21-22 April 2024. Hujan meteor ini akan turun dengan intensitas 100 meteor per jam dan berasal dari sisa debu komet C/1861 G1.

Komet tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk menyelesaikan satu orbit penuh. Bagi yang ingin menyaksikan fenomena ini diharapkan menuju empat yang jauh dari cahaya kota, agar dapat maksimal menyaksikan hujan meteor.


7. Purnama Strawberry Moon, 21 Juni 2024

Fenomena Strawberry Moon diperkirakan terjadi pada 21 Juni 2024, dengan kecerahan maksimum akan terjadi pada pukul 18:38 GMT dan bulan ini akan terlihat sepanjang malam. Strawberry Moon sebenarnya adalah bentuk dari supermoon, saat bulan dalam fase penuh dan berada dekat dengan bumi.

Strawberry Moon dinamai oleh penduduk asli Amerika yang biasanya memanen buah sepanjang musim ini setiap tahunnya. Penampakan Strawberry Moon menandai bulan purnama terakhir musim semi atau yang pertama di musim panas.


8. Puncak Hujan Meteor Perseid, 13 Agustus 2024

Hujan meteor juga akan meramaikan peristiwa astronomi Indonesia pada 13 Agustus 2024. Hujan meteor ini akan turun dengan intensitas 100 meteor per jam dan berasal dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle. Hujan meteor ini dapat disaksikan di arah utara pada pukul 05.00 waktu setempat, yang memudar di arah barat laut seiring matahari terbit.


9. Puncak Hujan Meteor Draconid, 8 Oktober 2024

Hujan meteor Draconid diprediksi terjadi pada 6-10 Oktober 2024, dengan waktu puncaknya pada malam tanggal 8 Oktober 2024. Hujan meteor ini berasal dari puing-puing luar angkasa yang ditinggalkan oleh komet kecil 21P/Giacobini-Zinner. 

Menurut NASA, komet tersebut awalnya ditemukan pada tahun 1900 dan, akhir-akhir ini, secara umum menunjukkan kondisi yang lemah. Komet kecil biasanya menghasilkan sekitar beberapa meteor per jam, dibandingkan peristiwa yang lebih aktif yang dapat memicu 100 meteor atau lebih


10. Purnama Cold Moon, 15 Desember 2024

Pemandangan astronomi terakhir yang terlihat di langit tahun ini adalah purnama Cold Moon. Julukan ini berkaitan dengan cuaca dingin dan datangnya musim dingin di belahan Bumi utara. Fase ini juga berakibat pada fase purnama tahun berikutnya, yaitu pada 13 Januari 2025.


(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Berkunjung ke Pantai BSB, Destinasi Wisata Pantai yang Seru di Balikpapan

BERIKUTNYA

Manga Kaijuu No. 8 Akan Diadaptasi Menjadi Anime Pada April 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: