Mickey Mouse di Steamboat Willie (Sumber gambar: thewaltdisneycompany.com)

Disney Kehilangan Hak Cipta Mickey Mouse Mulai 2024, Bebas Gunakan Tanpa Izin?

02 January 2024   |   14:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Walt Disney kehilangan hak cipta atas karakter Micky Mouse yang telah menjadi maskot perusahaan mereka selama 95 tahun. Setelah tak lagi memiliki kendali atas hak cipta, desain karakter tikus paling ikonik sepanjang masa itu kini jadi domain publik.

Di Amerika Serikat, karya klasik yang berubah menjadi milik publik merupakan tradisi tahunan. Sebab, Undang-undang Hak Cipta di Amerika Serikat memang tidak memungkin seseorang atau lembaga memiliki kendali penuh atas karya sepanjang masa.

Baca juga: 5 Jenis Kaktus Unik untuk Mempercantik Ruangan, Golden Barrel sampai Mickey Mouse

Di dalam UU tersebut ada peraturan yang dikenal dengan nama bernama Copyright Act of 1976. Aturan tersebut mengatur masa berlaku hak cipta hanya berlangsung 70 tahun setelah kematian penulis atau 95 tahun setelah pertama kali terbit.

Mickey Mouse yang pertama kali muncul pada film animasi Steamboat Willie pada 1 Oktober 1928 masuk aturan kedua. Jadi, setelah 95 tahun dipublikasikan, karakter tersebut tidak lagi memiliki hak cipta dan menjadi milik publik. Hal itu terjadi pada tahun ini.

Ketika aturan hak cipta tidak diperbaharui, maka di atas kertas karakter Mickey Mouse akan jatuh ke domain publik. Artinya, siapa saja dapat menggunakan gambar Mickey Mouse tanpa perlu mengajukan izin maupun membayar hak cipta.

Namun, perlu diketahui bahwa lepasnya hak cipta Mickey Mouse dari Disney hanya berlaku pada karakter tersebut yang muncul pada film Steamboat Willie. Sebab, dalam perkembangannya, karakter Mickey Mouse ini juga mengalami berbagai pembaharuan seiring waktu pada film-film selanjutnya.

Misalnya, pada karakter Mickey Mouse versi awal, tampilang hidung sedikit lebih runcing. Lengan dan kakinya juga lebih lurus. Adapun, berbagai transformasi terus dilakukan setelahnya pada film-film selanjutnya.

Di sisi lain, khusus kasus Mickey Mouse, masuknya hak cipta ke domain publik juga tidak sesederhana karakter ini bisa diotak-atik sesukanya. Terutama ketika Disney masih memiliki hak dagang atas karakter tersebut.

Mengutip dari Screenrant, diskusi mengenai habisnya masa berlaku hak cipta Mickey Mouse memang menunjukkan betapa pentingnya pertanyaan mengenai dampak yang timbul akibat aturan ini.

Sejauh ini, kadaluwarsanya hak cipta hanya berkaitan dengan film Steamboat Willie. Berakhirnya hak cipta tidak akan melibatkan film lain dari Disney yang juga memunculkan Mickey Mouse sebagai karakter.

Terlebih, setiap film Mickey Mouse berikutnya juga berarti evolusi karakter baginya. Oleh karena itu, apa yang terjadi setelahnya masih dilindungi hak cipta. Secara khusus, Mickey Mouse juga akan tetap menjadi milik Disney karena merupakan merek dagang terdaftar.

Hal ini memungkinkan Disney mempertahankan kepemilikan Mickey Mouse, sehingga tetap memungkinkan karakter ini muncul pada film-fimm perusahaan ini mendatang. Tidak seperti hak cipta yang ada habisnya, perlindungan merek dagang dapat bertahan selamanya, asal Disney bisa mengeklaim Mickey Mouse terkait dengan perusahaannya.
 

Mickey Mouse di Steamboat Willie (Sumber gambar: thewaltdisneycompany.com)

Mickey Mouse di Steamboat Willie (Sumber gambar: thewaltdisneycompany.com)

 

Sejarah Mickey Mouse di Steamboat Willie

Sekitar 95 tahun lalu pada akhir pekan bulan September 1928, seekor tikus animasi dengan suara khas pertama kali muncul ke publik. Dalam film debutnya bernama Steamboat Willie itu, karakter bernama Mickey Mouse bersalin rupa menjadi ikon paling dikenal dan dicintai dalam sejarah.

Hanya dari film pertamanya saja, Mickey Mouse dan The Walt Disney Company telah menjadi satu kesatuan yang seolah tak terlepaskan. Kesuksesan film ini juga memancing banyak film serupa pada tahun-tahun setelahnya.

“Semua hal menakjubkan yang terjadi dalam karir Walt didasarkan pada pemutaran pertama seekor tikus kecil sederhana yang bersiul menuju hati penonton di seluruh dunia,” kata Rebecca Cline, direktur Arsip Walt Disney, dikutip Hypeabis.id dari laman resmi the Walt Disney Company, Selasa (02/1/2024)

Namun, Mickey bukan hanya sekadar maskot perusahaan. Dia adalah simbol, sebuah karya seni yang semua orang bisa mencintainya. Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat karakter ini begitu terkenal hingga sekarang.

Salah satunya adalah karena karakter tikus ini tampil dengan begitu manusiawi. Mickey layaknya manusia yang berjuang dengan kehidupannya. Dia punya rasa optimisme untuk menerjang berbagai rintangan dan mampu bersenang-senang saat melakukannya.

Kualitas Mickey sebagai manusia biasa pun terlihat sejak awal, seperti saat dia digambarkan bisa bersiul dan bergembira. Karakter ini juga menjadi salah satu yang paling dikenang oleh pendiri Disney.

“Walaupun Walt selalu mengklaim bahwa dia tidak terlalu sentimental, fakta bahwa dia menjaga naskahnya dengan sangat cermat menggambarkan betapa pentingnya hal itu bagi Walt sendiri."

Baca juga: Display Mickey & Friends Setinggi 4 Meter Sambut Pengunjung Gardens by the Bay

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Menyimak Transformasi & Corak Lukisan Kartono Yudhokusumo

BERIKUTNYA

5 Cara Menghadapi Holiday Blues, Perasaan Negatif usai Libur Panjang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: