Custom Chopper (Sumber Gambar : Enrich Samuel)

Hobi Jadi Cuan dari Modif Motor Custom

12 December 2023   |   07:00 WIB
Image
Enrich Samuel Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta

Sepeda motor telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kondisi itu, turut mendorong pertumbuhan bisnis di sektor terkait, termasuk bisnis bengkel modifikasi dan suku cadang, serta body kit oleh pelaku usaha skala kecil menengah. 

Alasan tersebut menjadi salah satu pemantik untuk perupa motor yang menggunakan kendaraan sepeda motor roda dua sebagai objek karya. Sebab bagi beberapa orang, motor adalah kendaraan transportasi yang tangguh untuk beraktivitas di perkotaan hingga perkampungan.
Seragamnya jenis motor pabrikan juga merupakan alasan untuk mendorong pengguna motor tampil beda dengan pengguna motor lainnya. 

Baca juga: Potensi Bisnis Peternakan Kian Menjanjikan, Bisa Jadi Pilihan Usaha Anak Muda

Motor mulai diubah dari hal yang paling kecil seperti pengantian aksesoris motor, mengubah warna motor, hingga fase yang paling ekstrem, yaitu mengubah dimensi motor. 

Saat ini, hobi custom bike atau modifikasi motor secara custom di kalangan anak muda makin digandrungi, dari yang biasanya hanya digunakan oleh orang dewasa dan kalangan mahasiswa saat ini bahkan menjamur ke generasi yang makin belia, siswa SMA pun sekarang sudah memakai motor custom seperti caferacer, chopper, streetcub, dan scramble. 

Rupanya hobi ini tidak hanya sebatas berkendara dengan menunggangi motor custom  melainkan juga membuka peluang bisnis dan usaha di bidang jual beli motor, sparepart, dan reparasi.
Seperti halnya Robby Ahmed Rivaldi (27), seorang mantan guru SMK, dan tamatan sarjana. Mulai mendirikan bengkel jual beli dan reparasi motor custom bernama SBProject, yang didirikan sejak 2018, dan masih berdiri kokoh sampai saat ini. 

SBproject bahkan melebarkan sayapnya dengan membuka kafe untuk nongkrong di mana customer dapat melihat proses pembuatan motor. 

Pada awalnya, mantan guru SMK ini hobi bermain motor custom pada 2012 ketika berumur 16 tahun dan akhirnya memutuskan untuk ikut bekerja sembari belajar dibengkel. 

Saat ini, bagi Robby, SBproject sudah seperti hidupnya sendiri, susah senang dilalui dengan penuh syukur ketika merintis bengkel tersebut.
Tanpa modal sepeserpun, Robby mencoba membuat secara build-up satu unit motor temannya di rumah pribadinya, saat itu mantan guru SMK ini belum mempunyai alat dan bahan sama sekali. Namun, akhirnya difasilitasi oleh temannya, proses pengerjaan sampai ketika motor tersebut selesai. 

Jaka, teman Robby merasa puas dan menyebarkan kabar sukacita tersebut kepada teman-teman lainnya yang juga menyukai modifikasi motor custom. Hingga akhirnya, Robby mampu membeli motor sendiri yang kemudian direparasi dan dijadikan modal bisnis untuk jual-beli motor custom

“Saya tidak ada modal seperserpun untuk coba bermain di bidang ini, semuanya karena saya lihat ada celahnya. Ketika motor itu jadi dan teman saya senang, itu sudah jadi modal awal saya buat mengembangkan usaha ini,” papar Robby. 

Saat ini, SBproject sudah mengirim spare-part hingga ke Eropa yaitu Swedia serta negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Spesialisasinya yang lain adalah membuat tangki bensin motor custom 2018—2023. 

Di bawah naungan Robby, bengkel ini sudah berhasil menciptakan lebih dari 200 spare-part items dan 30—40 unit motor custom yang jumlahnya dihitung sejak saat bengkel ini sedang menjadi vendor bengkel lain yang memakai jasa dari SBProject.

Adapun untuk harga motor build up yang ditawarkan bengkel SBproject ini sendiri berkisar Rp15 juta—Rp30 juta, dengan omzet kotor mencapai Rp15 juta—Rp30 juta per bulan.

HOBI MOTOR
Hal ini juga dirasakan oleh El Azmi Haradya (25) owner Elscoot Speed Supply bengkel indie dengan pelayanan jual beli serta reparasi motor dan sparepart. El yang mulai berkecimpung di dunia motor sejak 2014 pada umur 16 tahun. El sapaan akrabnya, merupakan anak muda pencinta motor skuter.

Saat itu, dia masih menempuh bangku pendidikan tinggi di salah satu universitas di kota Malang, Jawa Timur, ketika memulai bisnis reparasi motor miliknya.

Berbeda dengan Robby yang start lewat reparasi motor teman sebayanya. El memulai dengan menjadi reseller motor custom. Semua sama dimulai dengan kecintaannya bermain motor custom.

Untuk ElScoot sendiri, sejak beridiri pada 2017 sudah menciptakan 10—20 motor custom serta lebih dari 100 spare-part untuk kendaraan bermotor jenis scooter.

“Modal awal saya cuma nekat, niat, dan konsisten, tentang kesenangan saya di bidang motor ini, sampai saya akhirnya melihat celah bisnis yang mungkin bisa menjadi usaha bisnis untuk saya.”

Omzet yang didapat ElScoot sampai saat ini masih terbilang standar untuk suatu bengkel custom indie, yaitu berada di kisaran Rp1 juta sampai dengan Rp3 juta per bulan.

Ketika ditanya mengenai tantangan dalam menjalankan bisnis motor custom, El menjelaskan bahwa tantangannya ada pada konsumen yang menginginkan motor dengan kualitas bagus tetapi dengan budget yang kurang memadai.

Hal ini karena ElScoot memang melayani konsumen pembuatan motor yang disesuaikan dengan budget konsumen.

Sementara itu, bagi Robby, tantangan menjalankan bisnis ini adalah kedisplinan dan konsistensi yang besar. Bagi Robby kemajuan teknologi seperti konversi motor listrik, mesin bubut CNC yang dapat menciptakan motor custom dengan mudah, menjadi tantangan tersendiri baginya untuk tetap disiplin mempelajari ilmu - ilmu baru demi kelanjutan SBproject. Tantangan selanjutnya adalah menyesuaikan harga pasar. 

Baca juga: Menggali Peluang Bisnis Jasa Cuci Sepatu

Harapan mereka untuk industri usaha bisnis motor custom agar ketika industri ini sudah diresmikan bersama dengan undang-undang yang mendukung, agar tidak ada ketimpangan antara bengkel custom besar dengan bengkel yang masih merintis dari awal. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

TikTok Shop Buka Lagi di Indonesia, Transaksi Dilakukan Lewat Tokopedia

BERIKUTNYA

M5 World Championship 2023: Geek Farm Kirim Burmese Ghouls ke Lower Bracket

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: