Koleksi busana Dae-bak oleh Javabor by Tyas Dwi Hardani. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Balikpapan Fashion Week 2023: Perpaduan Korea & Nusantara dalam Koleksi Dae-bak karya Desainer Tyas Dwi Hardani

29 October 2023   |   18:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Banyak desainer yang konsisten mengeksplorasi kain wastra dalam setiap rancangan busananya. Dengan tangan kreatif mereka, kain wastra menjelma menjadi ragam fesyen etnik sekaligus unik. Kreativitas mereka pun tak terbatas, termasuk memadukannya dengan budaya fesyen dari mancanegara.

Seperti dilakukan oleh Tyas Dwi Hardani. Dengan jenama Javabor, desainer asal Balikpapan itu menampilkan koleksi terbarunya bertajuk Dae-bak di ajang Balikpapan Fashion Week 2023. Sesuai namanya, koleksi kali ini dia memadukan gaya fesyen Korea Selatan, dengan sentuhan wastra.

Baca juga: Koleksi Busana Kantor dengan Teknik Ecoprint karya Nadhila Shabrina Mejeng di Balikpapan Fashion Week 2023

Koleksi Dae-bak terdiri dari atas empat busana perempuan, dengan berbagai model dan warna. Dalam peragaan busana di Atrium Pentacity Mall Superblock Balikpapan, koleksi Dae-bak dibuka dengan outfit bernuansa pink. Terdiri atas rok berbahan satin dan tile, dipadukan dengan atasan kemben dengan kain wastra khas Kalimantan.

Salah satu yang menonjol dari busana itu ialah aksen pita besar, yang menutupi sekitar leher dan dada berwarna senada. Aksen pita seperti ini memang sering dijumpai pada berbagai fesyen anak muda di Korea Selatan. Sebagai pelengkap, sang desainer menambahkan aksesoris headphone berbulu dan boots berwarna hitam.

Masih dengan busana edgy sekaligus feminin, tampilan kedua dari koleksi tersebut didominasi dengan warna biru. Busananya terdiri atas setelan kaos dan celana pendek, dengan aksen kain wastra pada bagian garis luarnya, serta rok transparan dari kain tile berwarna senada.
 
Jika pada tampilan sebelumnya sang desainer memberikan aksen pita besar, kali ini dihadirkan pula elemen puffy pada bagian perut dengan kain satin silk glowing biru, sehingga menambah kesan ekstra pada tampilannya. Busana ini meninggalkan kesan kasual, chic, sekaligus feminin.
 

Koleksi busana Dae-bak oleh Javabor by Tyas Dwi Hardani. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Koleksi busana Dae-bak oleh Javabor by Tyas Dwi Hardani. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Busana ketiga dalam koleksi Dae-bak juga tak kalah menarik. Tampilannya berupa gaun panjang berbahan tile totol putih, dengan rok layer pada bagian bawahnya. Sementara pada bagian atasan, dipadukan dengan blazer berwarna hitam dengan aksen kain wastra serta aksesoris kalung khas Kalimantan.

Adapun, pada busana yang keempat, tampilannya terdiri atas crop top dari kain wastra yang didominasi warna hitam dan kuning, berpadu dengan celana panjang berwarna senada. Pada bagian leher, terdapat tali menyilang warna hitam, seperti tampilan banyak item fesyen crop top dari Korea.

Tyas Dwi Hardani mengatakan Dae-bak merupakan koleksi lanjutan dari keterlibatannya dalam ajang Balikpapan Fest 2023 yang mengangkat tema World Cultural Diversity in Nusantara. Dalam acara itu, sejumlah desainer diminta untuk menampilkan koleksi busana yang memadukan dengan budaya dari negara-negara lain, namun tetap menyertakan wastra.

"Aku milih Korea karena anak-anak milenial lagi gandrung banget kan. Karena aku suka banget mengangkat fesyen anak-anak milenial, supaya mereka tahu kalau kain batik atau tenun enggak harus formal tapi juga bisa mereka pakai," katanya saat ditemui Hypeabis.id, Sabtu (29/10/2023).
 

D

Koleksi busana Dae-bak oleh Javabor by Tyas Dwi Hardani. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Perempuan yang akrab disapa Dani itu menuturkan untuk koleksi Dae-bak, lebih banyak menggunakan kain tenun, seperti ulap doyo dan badong tencep. Semua kain yang digunakan didapatnya dari salah satu pengrajin tenun di Balikpapan, yakni jenama Batik Tenun Vi. Selain wastra, dia juga memadukannya dengan material lain seperti chiffon dan katun.
 
Dalam membuat koleksinya kali ini, Dani banyak terinspirasi dari busana-busana yang dikenakan oleh Lisa BLACKPINK. Termasuk, melakukan observasi secara langsung melihat gaya fesyen anak-anak muda Balikpapan yang tergabung dalam komunitas pecinta K-Pop. "Inspirasiku dari situ," katanya.

Balikpapan Fashion Week (BFW) 2023 menjadi kali kedua bagi Dani berpartisipasi dalam ajang mode terbesar dan bergengsi di Kalimantan Timur itu. Menurutnya, BFW bisa menjadi wadah bagi para perancang busana lokal di Balikpapan untuk menampilkan karya-karyanya.

Diakui oleh Dani mengikuti BFW bisa meningkatkan eksposur  termasuk mendatangkan banyak buyer baru untuk merek fesyennya. "Sebenarnya kita itu butuh tempat dan BFW itu salah satunya. Harapanku, BFW akan ada terus," katanya.

Tyas Dwi Hardani hanyalah satu dari 18 desainer yang terlibat dalam Balikpapan Fashion Week 2023. Sejumlah desainer lainnya yang berpartisipasi dalam BFW 2023 yang terdiri dari para perancang busana lokal dan nasional, UMKM, dan siswa SMK berbakat.

Mereka adalah Nurlena Rahmad Mas'ud, Agnes Linggar Budhisurya, Naniek Rachmat, Ivan Gunawan, Laudya Chintya Bella, Mario, dan Dekranasda Balikpapan. Ada pula UMKM Balikpapan, SMK Negeri 4 Balikpapan, APPMI Kaltim, Rumah Ampiek by Nadhila Shabrina, UMKM Bhayangkari PPU X Ayu Martha, Primas G Hanta X Azalea, KurniaWP Batik, White Mode, Hammer, dan 3Second.

Berlangsung pada 27-29 Oktober 2023 di Atrium Pentacity Mall Balikpapan Superblock, BFW hadir untuk menjadi wadah, pembuka jalan, sekaligus promosi bagi produk-produk fesyen unggulan daerah yang berpartisipasi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang datangnya para buyer dan investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Primas Gigih Prihanta Padukan Budaya Tibet & Kalimantan dalam Koleksi Too-Lala di Balikpapan Fashion Week 2023

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Tentang Rumah dan Manusia dalam Pameran Future Wisdom di Can’S Gallery

BERIKUTNYA

5 Desain Hunian Cocok untuk Rumah Tipe 36/72

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: