Ilustrasi fitur WhatsApp (Sumber gambar: Asterfolio/Unsplash)

Fitur Privasi WhatsApp Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal, Begini Cara Mengaturnya

21 October 2023   |   07:38 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Like
Platform chat milik Meta, WhatsApp menyoroti fitur privasi di aplikasinya yang boleh dibilang belum termanfaatkan secara maksimal oleh penggunanya di Indonesia. Menjelang Hari Enskripsi Global yang dirayakan pada 21 Oktober, WhatsApp mengadakan kuis untuk mengukur parameter kepedulian dan kesadaran orang Indonesia terhadap privasi.

Hasilnya, sebanyak 8 dari 10 orang Indonesia peduli dengan privasi pesan mereka. Sayangnya, hasil survei tersebut menunjukkan baru menunjukkan 3 dari 10 orang saja yang secara aktif menggunakan fitur pengaturan privasi yang ditawarkan oleh platform chatting seperti WhatsApp. Padahal, aplikasi pesan saat ini telah menawarkan banyak fitur penting terkat privasi, misalnya enkripsi end-to-end.

Baca juga: Fitur Baru di WhatsApp, Pengguna Bisa Punya 2 Akun dalam 1 Aplikasi

Hasil survei WhatsApp juga mencatat kesadaran orang Indonesia, utamanya pengguna WhatsApp terhadap enskripsi end-to-end ini masih rendah. Hanya 3 dari 10 orang Indnesia saja dikatakan memanfaatkan fitur dan memiliki kesadaran mengenai pentingnya fitur ini. Padahal, lebih dari 2 miliar orang di dunia menggunakannya untuk terhubung dengan teman dan keluarga.

Khusus di Indonesia, masyarakat menggunakannya beberapa kali dalam satu hari untuk berhubungan dengan teman, membagikan foto dan video, hingga berbagi dokumen penting dengan kolega. Dengan pesan-pesan yang bersifat privasi ini, orang Indonesia memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi untuk melindungi privasinya.

Data lainnya menyebutkan, 3 dari 10 orang Indonesia mengaktifkan pengaturan privasi pada aplikasi pesan pribadi mereka saat sedang menelepon teman dan keluarga.

WhatsApp yang bersifat pribadi secara bawaan platformnya telah menamakan enskripsi end-to end. Artinya, hanya pengguna dengan dengan penggna tertuju yang dikirimi pesan saja yang dapat melihat pesan, tidak ada orang lain yang bisa mengaksesnya, bahkan pihak WhatsApp itu sendiri.

Tren berpesan orang Indonesia melalui WhatsApp guna melindungi privasi juga dilakukan dengan menghidupkan fitur pesan sementara. Melalui fitur ini, pesan dalam obrolan grup bisa dirahasiakan. WhatsApp memungkinkan pengguna untuk mengatur pesan mereka agar hilang dalam 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.

Sementara untuk dokumen yang bersifat sangat rahasia, survei menunjukkan 3 dari 10 orang Indonesia secara aktif mengatur gamber ke fitur 'Lihat Sekali' saat berbagi informasi sensitif semacam foto berisi informasi kartu kredit atau dokumen identitas.

WhatsApp menyadari jika fitur privasi di luar enkrisi end-to-end masi belum dimanfaatkan dengan maksimal. Beberapa lapisan privasi tambahan bisa diaktifkan pengguna untuk memberi proteksi privasi yang lebih. Misalnya, fitur kunci chat, mengheningkan penelepon tidak dikenal, dan cadangan yan terenkripsi.

Pengguna dapat memeriksa dan menyesuaikan pengaturan privasi mereka sendiri melalui akses di Pengaturan, lalu klik Privasi, dan ketuk Pemeriksaan Privasi dalam aplikasi. Dalam menu tersebut, pengguna bisa mengaktifkan fitur privasi dan keamanan yang paling sesuai bagi mereka.

Baca juga: Flows, Fitur Terbaru WhatsApp Business Pendukung Transaksi Belanja

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Lezat dan Menggugah Selera, Ini Menu Khas Pendamping Papeda yang Tak Boleh Dilewatkan

BERIKUTNYA

Mengenal Kepemimpinan Ambidextrous, Kompetensi Krusial Bagi Pemimpin Masa Kini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: