Duo Anggrek Mozza dan Devay. (Sumber foto: Instagram/duoanggrekofficial)

Hypereport: Dari Orkes Melayu sampai Koplo, Regenerasi Dangdut Terus Berlanjut

14 October 2023   |   22:14 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Irama dangdut yang khas seolah mengajak pendengarnya berdendang dan berjoget bersama. Alunan lagu yang identik dengan irama seruling, tabuhan gendang, dan cengkok vokal penyanyinya itu sejak dulu telah menjadi identitas musik tanah air.

Popularitas dangdut berawal dari akar rumput yang ditandai dengan meledaknya lagu Boneka India yang dinyanyikan oleh Ellya Khadam pada era 1960-an. Seiring berjalannya waktu dangdut terus mengalami perkembangan.

Baca juga: Hypereport: Jalan Panjang Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO

Memasuki era 1970-an lahirlah dangdut modern yang menggunakan alat musik barat, seperti terompet, organ, dan mandolin. Lirik lagunya juga dinilai dekat dengan keseharian orang banyak, seperti kisah percintaan romantis, isu-isu sosial, sampai yang bersifat syiar agama Islam.

Sampai pada era 1980-an hingga sekarang, karakter dangdut jadi lebih dinamis dengan dipadukan genre musik lainnya yang lebih kekinian. Sehingga munculah subgenre musik dangdut seperti rockdut, zapin, campursari, koplo, rapdut, dan lainnya. Inovasi kreatif ini membuat dangdut jadi lebih berwarna, sehingga bisa memperluas pasarnya sampai ke generasi muda.
 

Tentu saja perkembangan tren dangdut di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari tokoh-tokoh dangdut legendaris seperti Rhoma Irama, A Rafiq, Ellya Khadam, hingga Elvy Sukaesih yang sukses mempopulerkan musik ini sejak 1960 hingga 1970-an.

Sebut saja Rhoma Irama yang dijuluki Si Raja Dangdut. Karir bermusiknya berawal dari grup orkes Gayhand (1963) dan dilanjutkan dengan kelompok orkes Melayu bernama El Sitara. Namanya makin dikenal setelah membentuk grup musik dangdut bernama Soneta (1973) dengan merilis 18 album.

Beberapa di antaranya yang menjadi hits hingga sekarang antara lain Begadang (1973), Darah Muda (1975), dan Bujangan (1994). Hal ini tak lepas dari kepiawaiannya dalam meramu aliran musik melayu, rock pop, dan musik India sehingga menjadi lagu dangdut yang enak didendangkan.

"Saya pernah buat lagu namanya Viva Dangdut, yang menjelaskan apa itu dangdut, liriknya [terinspirasi] Melayu Deli, lalu kena pengaruh dari barat dan Hindi,” kata Rhoma Irama dalam sesi bincang-bincang Bisikan Rhoma yang tayang di YouTube.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jadi itulah dangdut yang asalnya musik melayu Deli, lalu kena pengaruh dari India, jadilah Orkes Melayu (OM). Sampai akhirnya pada era 1970-an masuklah pengaruh musik rock barat yang dipopulerkan oleh Led Zeppelin dan Deep Purple.

“Saat itu saya terinspirasi untuk melakukan perombakkan orkes melayu dari aspek musiknya, liriknya, equipment-nya, performance-nya sehingga lahirlah dangdut,” lanjut Rhoma.

Semakin kesini, musik dangdut pun terdengar lebih modern dan terasa cocok di telinga generasi muda. Inilah yang menjadi cikal bakal regenerasi sehingga bisa melahirkan nama-nama penyanyi dangdut muda seperti Inul Daratista, Uut Permatasari, Dewi Persik, Ayu Ting Ting, Via Vallen, Nella Kharisma, dan lainnya.

Lahirnya para musisi muda tersebut juga tak lepas dari peran label musik yang menaungi mereka, sehingga kegiatan rekaman lagu, produksi album sampai promosi lebih terarah. Dengan begitu mereka tak hanya hanya menyanyi dari panggung ke panggung saja, sekarang semua orang bisa menyaksikan penampilan artis dangdut favoritnya di layar kaca.

Selain mempopulerkan sejumlah penyanyi dangdut, label juga berperan dalam mencari talenta baru untuk diterjunkan ke industri musik dangdut Indonesia sehingga bisa terus beregenerasi.

“Kebangkitan musik dangdut yang luar biasa dapat kita lihat dalam dua dasawarsa terakhir ini, Beberapa artis dangdut besar kita mulai dikenal pada awal tahun 2010, sebut saja Zaskia Gotik, Fitri Carlina, Siti Badriah, Hesty Klepek Klepek dan lainnya,” kata Rahayu Kertawiguna, CEO NAGASWARA kepada Hypeabis.id.

Lebih lanjut dia berujar, musik dangdut sekarang sudah diterima di berbagai kalangan termasuk Gen Z. Hal tersebut tak lepas dari pengaruh media sosial yang menyajikan dangdut dalam bentuk audio dan konten video.

“Misalnya lagu Duo Anggrek, Cikini Gondangdia, yang kita rilis 8 tahun lalu, sekarang kembali viral lewat TikTok. Semua orang, termasuk selebriti dan tokoh publik sampai anak-anak remaja, membuat konten TikTok dengan lagu tersebut,” katanya.

Rahayu berujar, regenerasi musik dangdut tak hanya terjadi pada musisinya saja tapi pendengarnya juga. Oleh karenanya, dangdut harus mengikuti selera pasar pendengarnya supaya terus diminati dan tidak mati.

“Eksistensi itu hanya bisa terjadi jika ada kreativitas di dalamnya, sekarang kita hampir tidak lagi mendengar musik dangdut klasik, melainkan dangdut modern atau DanceDhut,” ujarnya.


Dangdut Genre yang Dinamis

Musik dangdut sudah mengalami banyak perubahan seiring perkembangan zamannya, mulai dari era Rhoma Irama pada era 1970-an sampai sekarang. Menurutnya musik ini akan terus beregenerasi karena ada basis penggemar solid dan tempat untuk tumbuh kembang.

“Saya percaya, kreativitas seniman-seniman dangdut saat ini akan terus melahirkan karya-karya dangdut bermutu, yang tidak ketinggalan zaman sehingga membuat musik dangdut terus eksis,” ujarnya.

Selain itu dengan hadirnya sejumlah ajang pencarian bakat dangdut di TV, festival musik dangdut di kota-kota besar Indonesia, dan media sosial yang memberi kebebasan ruang untuk bermusik dangdut. Menurutnya ini adalah hal-hal baik yang akan membuat dangdut bisa terus eksis.

Menurut Rahayu, kini panggung musik dangdut kian semarak dengan ramainya kolaborasi antara musik dangdut dan beragam genre musik lainnya. Belum lama ini juga digelar event musik Festival Koplo Indonesia yang sukses besar sebagai bukti bahwa musik dangdut memiliki pasar yang loyal.

Selain itu, popularitas dangdut juga sudah menyentuh pasar mancanegara. Pada akhir September 2023 kemarin, artis-artis dangdut NAGASWARA diboyong ke Malaysia untuk konser Goyang Asia Koplo Milenia.

“Sudah saatnya kita menyadari bahwa dangdut merupakan bagian dari budaya Indonesia yang dengan bangga harus kita pertahankan dan kembangkan,” paparnya.

Terakhir dia berpesan supaya pemerintah lebih proaktif mendukung para seniman dangdut dan karya-karyanya. Selain itu juga melakukan ekspansi budaya lewat musik dangdut ke mancanegara untuk mempopulerkannya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Daftar Nominasi Festival Film Indonesia 2023, Budi Pekerti Borong 16 Nominasi

BERIKUTNYA

Acmé De La Vie (ADLV) Buka Official Store Pertama di PIK Avenue, Hadirkan Koleksi Streetwear Modis

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: