Ilustrasi seseorang membaca buku. (Sumber gambar: Samson Katt/Pexels)

7 Rekomendasi Novel Slice of Life yang Seru, Cocok untuk Bacaan Santai

12 October 2023   |   13:22 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Slice of life menjadi salah satu genre cerita novel yang kini digemari banyak orang. Seperti namanya, novel slice of life biasanya menghadirkan cerita tentang kehidupan sehari-hari yang dialami oleh karakternya. Di samping plotnya yang cenderung tidak kompleks tetapi dramatis, genre ini paling sering dibalut bersamaan dengan bumbu komedi atau kisah romantis.

Lantaran menyajikan kisah sehari-hari karakternya, cerita-cerita dalam novel slice of life justru lebih mudah dekat dan terikat dengan pembacanya. Kesederhanaan plotnya itulah yang menjadi daya tarik sendiri dari novel slice of life sehingga digemari banyak pembaca.

Baca juga: Novelis Norwegia Jon Fosse Raih Penghargaan Nobel Sastra 2023

Pembaca genre novel ini tak jarang akan merasa seperti melihat kisah mereka sendiri atau orang-orang sekitar dalam karakter-karakter yang ada dalam cerita. Karena minim konflik dramatis atau kompleks, genre ini kerap membawa kenyamanan dan menonjolkan keindahan dalam hal-hal kecil dan sederhana ke pembacanya.

Momen-momen kecil seperti rutinitas pekerjaan, makan bersama, berbicara dengan teman, berjalan di taman bersama hewan peliharaan, sampai belanja di supermarket dianggap penting dan berharga. Oleh karena itu, novel genre slice of life cocok sebagai bacaan santai yang menghibur sekaligus mengurangi rasa lelah setelah seharian beraktivitas.

Bagi kalian yang sedang mencari rekomendasi novel slice of life, berikut adalah 7 judul novel yang bisa menjadi pilihan bacaan.

1. Keluarga Cemara #1 (Arswendo Atmowiloto)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Buku yang pertama kali diterbitkan pada 2001 ini menghadirkan kisah perjalanan sebuah keluarga yang berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan dari keinginan masing-masing karakternya. Sebuah keluarga yang amat sangat sederhana, hidup hanya bermodalkan kejujuran.

Mereka adalah Abah, yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja; Ema, sang ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya; Euis, si sulung kelas enam SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha; Ara atau Cemara yang baru masuk TK; serta Agil si bungsu. Keluarga Cemara 1 ini merupakan novel kompilasi yang terdiri atas tiga judul yakni Keluarga Cemara, Musik Musim Hujan, dan Kupon Kemenangan.

2. Keluarga Cemara #2 (Arswendo Atmowiloto)
 

f

Sumber gambar: Gramedia

Kisah Keluarga Cemara berlanjut dalam series buku keduanya. Dalam kisah buku ini, keluarga Cemara kembali dihadapkan dengan masalahnya masing-masing. Keluarga Cemara harus kembali berjuang, saling mendukung dan mengatasi masalah bersama-sama. Kisah mereka yang mengharukan ini akan membuat pembaca terhanyut dan terinspirasi saat mengikuti ceritanya. Adapun, buku Keluarga Cemara 2 ini merupakan kompilasi yang terdiri atas tiga judul cerita yakni Tempat Minum Plastik dari Toko, Becak Emak, dan Bunga Pengantin

3. Induk Gajah (Ira Gita Sembiring)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Kisah novel Induk Gajah terinspirasi dari cerita sang penulis, Ira Gita Sembiring, dan ibunya yang sangat ingin agar dirinya menjadi kurus, agar cepat mendapat jodoh. Usia penulis yang dinilai sudah cukup matang untuk berumah tangga, maka Sang Ibu atau Induk Gajah ini melakukan berbagai cara supaya dirinya mendapat jodoh karena selama ini dipandang kurang menarik.

Sampai akhirnya kisah perlakuan Sang Ibu terhadap dirinya ini dituliskan Twitter. Kisahnya kemudian menarik perhatian khalayak, bahkan menginspirasi Ernest Prakasa untuk membuat serial film dari novel ini. Walaupun Induk Gajah merupakan buku memoar, penulis menuturkan kisah hidupnya layaknya novel fiksi sehingga pembaca tidak akan bosan.  Selain memadukan unsur komedi dan kisah mengharukan, buku Induk Gajah juga berisi sarat akan pesan agar perempuan menjadi individu yang percaya diri dan tegar. 

4. Funiculi Funicula: Before The Coffee Gets Cold (Toshikazu Kawaguchi)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Mengambil latar di sebuah gang kecil di Tokyo, novel ini mengikuti kisah sebuah kafe tua yang bisa membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe itu menarik seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya. Namun, apa pun yang mereka lakukan di masa yang hendak didatangi takkan mengubah kenyataan di masa kini. 

5. Funiculi Funicula: Kisah-kisah yang Baru Terungkap (Toshikazu Kawaguchi)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Melanjutkan novel pertamanya, Funiculi Funicula: Kisah-kisah yang Baru Terungkap masih mengikuti kisah sebuah kafe di gang sempit di Tokyo, yang masih kerap didatangi orang-orang yang ingin menjelajahi waktu. Peraturan-peraturan yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua tidak menyurutkan harapan mereka untuk memutar waktu.

Kali ini ada seorang putra putus asa yang tidak menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria sekarat yang ingin melompat ke dua tahun ke depan untuk memastikan kekasihnya bahagia, dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.

6. Keajaiban Toko Kelontong Namiya (Keigo Higashino)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Keajaiban Toko Kelontong Namiya merupakan terjemahan dari novel best seller The Miracles of the Namiya General Store. Kisah novel ini mengikuti karakter tiga pemuda berandal yang bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian.

Suatu hati, tiba-tiba sepucuk surat misterius diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat aneh itu membawa mereka berpetualang melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberi nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Sejak itu, hidup ketiga sahabat itu pun tidak akan pernah sama lagi.

7. A Man Called Ove (Fredrik Backman)
 

Sumber gambar: Gramedia

Sumber gambar: Gramedia

Seperti judulnya, kisah novel ini mengikuti tokoh bernama Ove, seorang laki-laki tua penggerutu, kaku, punya rutinitas yang tak bisa diganggu gugat, serta pikirannya bersumbu pendek. Karena sifat-sifatnya itu, orang-orang menyebut Ove sebagai tetangga pemarah dari neraka.

Tapi apa betul Ove pemarah, hanya karena dia tidak terus-menerus memasang senyuman di wajahnya? Keadaan mulai berubah ketika ada pasangan muda cerewet, dengan dua putri cilik bawel, pindah ke sebelah rumahnya dan tak sengaja meremukkan kotak surat Ove. Maka dimulailah rangkaian kejadian yang berujung pada persahabatan dan tolong-menolong yang kelak begitu banyak mengubah Ove serta orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya. 

Baca juga: 7 Fakta Film A Haunting In Venice yang Diangkat dari Novel Misteri Karya Agatha Christie



Editor: Indyah Sutriningrum
 

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Pamali: Dusun Pocong, Teror Horor Pantangan yang Dilanggar

BERIKUTNYA

Nakama Bersiap, Pameran One Piece Segera Menyapa Jakarta November 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: