Ragam Motif Batik (Sumber: istockphoto)

Deretan Ragam Motif Batik Indonesia, Keindahan Warisan Budaya yang Memukau

03 October 2023   |   10:55 WIB
Image
Hanifa Khayla Putri Mahasiswi Universitas Pembangunan Jaya

Sebagai negara dengan keberagaman budaya yang begitu kaya, Indonesia memiliki salah satu seni tekstil yang paling ikonik dan dihormati di dunia. Batik bukan hanya sekadar kain berwarna-warni, melainkan juga sebuah cerminan budaya yang beraneka ragam. 

Batik adalah bagian dari warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa ini, dengan keindahan pola dan warna yang khas, serta filosofi yang terkandung dalam setiap motifnya. Wastra ini telah diakui keindahannya oleh dunia bahkan, pada 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengakui batik sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Baca juga: Mengenali 4 Perbedaan Batik Klasik & Pesisir, Lain Motif hingga Warna

Dalam seni tradisional ini, motif-motif yang diterapkan pada kain memiliki makna mendalam yang mewakili identitas asalnya. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis kain batik dengan motif-motif unik. Setiap daerah memiliki ciri khas motif batiknya sendiri, sehingga dari motif tersebut kita dapat mengidentifikasi asal daerahnya. 

Simak deretan motif batik Indonesia yang memikat hati dengan keindahan dan simbolisme yang tak terbatas dalam ulasan berikut.
 

1. Motif Parang

Motif Parang adalah salah satu motif batik yang paling terkenal di Indonesia. Dikenal sebagai simbol kesabaran, keberanian, dan ketabahan, motif ini sering diaplikasikan pada kain-kain batik yang digunakan dalam upacara pernikahan atau acara-adat penting. Parang adalah contoh sempurna bagaimana batik Indonesia menggambarkan nilai-nilai tradisional dalam pola-pola yang mengagumkan.

Batik Parang seringkali dijumpai di wilayah Solo dan Yogyakarta karena menurut catatan sejarahnya, batik Parang pertama kali diciptakan pada masa keberadaan Keraton Mataram. Umumnya, perbedaannya hanya terletak pada variasi aksen dari motif Parang tersebut. Sebagai contoh, di Yogyakarta terdapat motif Parang Rusak dan Parang Barong, di Jawa Tengah terdapat Parang Slobog, dan di Jawa Barat terdapat Parang Klisik.
 

2. Motif Kawung

Motif Kawung adalah salah satu yang tertua dan paling sederhana dalam tradisi batik. Terdiri dari lingkaran-lingkaran berbentuk keranjang, Kawung mewakili empat nilai utama dalam kehidupan manusia: cinta, kebijaksanaan, kesejahteraan, dan keadilan. Motif ini biasanya diwarnai dengan warna-warna yang tenang, menciptakan nuansa damai dan harmoni. Motif batik ini merupakan salah satu yang paling kuno yang ditemukan di wilayah Yogyakarta.
 

3. Motif Ceplok

Motif Ceplok adalah motif batik yang penuh dengan geometri dan simetri. Dengan pola dasar seperti lingkaran, segi enam, atau bintang, Ceplok memberikan kesan keindahan abadi dan keseimbangan. Motif ini sering digunakan untuk menghiasi busana formal yang memancarkan keanggunan serta ketertiban. Motif batik ini termasuk dalam jenis motif batik kuno yang sudah ada sejak era Kerajaan Mataram. Batik ceplok memiliki ragam variasi pola motif seperti ceplok kawung, ceplok kesatrian, ceplok sriwedari, dan truntum.
 

4. Motif Mega Mendung

Mega Mendung adalah salah satu motif batik yang paling dikenal dari Jawa Barat. Dengan desain awan yang indah dan berwarna-warni, Mega Mendung menggambarkan kemakmuran, harapan, dan kebahagiaan. Motif ini sering digunakan dalam berbagai macam produk batik, seperti sarung dan kain panjang, untuk menambahkan nuansa ceria pada pakaian sehari-hari.
 

Alat cap batik. (Sumber foto: Unsplash/Agto Nugroho)

Alat cap batik. (Sumber foto: Unsplash/Agto Nugroho)

5. Motif Lereng

Motif Lereng menggambarkan panorama alam Indonesia yang indah dengan gunung, sungai, dan hutan tropis. Ini adalah penghormatan terhadap kekayaan alam Indonesia dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lingkungan. Motif ini mengandung pesan tentang harmoni antara manusia dan alam. Meski dianggap sama dengan motif parang, ternyata keduanya memiliki perbedaan motif yang signifikan. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Besar Kerajinan & Batik (2009), pola parang dan lereng memiliki bentuk geometris dengan kemiringan 45 derajat. Prinsip perbedaan antara pola parang dan lereng terletak pada ragam hias yang membentuknya. Untuk pola parang, selalu melibatkan ragam hias mlinjon, sementara pada pola lereng, tidak terdapat ragam hias mlinjon.
 

6. Motif Truntum

Motif Truntum adalah lambang cinta dan kasih sayang dalam tradisi batik Jawa. Motif ini sering digunakan dalam busana pengantin, karena melambangkan hubungan yang kuat dan bahagia antara pasangan yang menikah. Truntum dengan warna-warna cerah dan ceria memberikan sentuhan kebahagiaan pada momen-momen istimewa.
 

7. Motif Sekar Jagad

Motif Sekar Jagad, yang artinya "Bunga Dunia," adalah lambang kecantikan alam semesta. Dengan bunga-bunga yang mekar indah, motif ini mengingatkan kita akan keajaiban alam dan keragaman hayatinya. Banyak yang menganggap Sekar Jagad sebagai simbol kedamaian dan harapan.
 

8. Motif Sidomukti

Sidomukti adalah lambang kemakmuran dan kesuksesan. Motif ini sering digunakan dalam busana formal dan acara penting. Dengan warna-warna yang kaya dan pola yang rumit, Sidomukti memberikan kesan kemewahan dan kejayaan. Ragam motif batik di Indonesia adalah bukti nyata dari kekayaan budaya negara ini. Setiap motif memiliki cerita dan makna tersendiri, mencerminkan nilai-nilai yang dihormati oleh masyarakat Indonesia. Dengan keindahan dan simbolisme yang tak terbatas, batik Indonesia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dunia yang patut dihargai.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Cek Harga Terbaru, Biaya Langganan Disney+ Hotstar Per 3 Oktober 2023 Resmi Naik

BERIKUTNYA

Alternatif Liburan, Kunjungi 8 Desa Tenun Ini Yuk!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: