Poster film 24 Jam Bersama Gaspar. (Sumber gambar: Visinemaid)

Aktor Reza Rahadian Optimistis dengan Industri Film Tanah Air

02 October 2023   |   08:27 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Like
Keikutsertaan sejumlah film Indonesia dalam beragam festival film bertaraf internasional menjadi indikator positif bagi peta perfilman di dalam negeri pada masa yang akan datang. Dunia internasional kian mengakui para sineas Tanah Air.

Aktor dan Ketua Festival Film Indonesia periode 2021 – 2023 Reza Rahadian mengatakan bahwa industri film di dalam negeri semakin beragam pada saat ini. Dalam dua tahun belakang, pencapaian film Indonesia dalam festival film internasional juga mengalami kemajuan yang sangat tajam lantaran banyak yang berhasil tembus.

Pada tahun ini, Busan International Film Festival juga membuat program bernama Renaissance of Indonesian Cinema sebagai bentuk apresiasi terhadap kelahiran dan pertumbuhan film Indonesia yang sangat berkualitas.

Baca jugaReza Rahadian Ungkap Progres Penjurian Awal Film FFI 2023

Film karya sineas dari dalam negeri kian mendapatkan pengakuan di kancah internasional dalam festival-festival film. “Itu menjadi indikator positif untuk membaca peta perjalanan Indonesia pada masa yang akan datang,” katanya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu 1 Oktober 2023.

Dia menuturkan, sulit untuk memprediksi industri film di dalam negeri pada masa yang akan datang. Namun, industri ini kian membaik pada saat ini dengan pertumbuhan penonton yang terjadi. Tidak hanya itu, sejumlah karya sineas di dalam negeri juga masuk dalam jajaran box office.

Kondisi tersebut berarti bahwa perfilman di dalam negeri memiliki harapan lantaran penontonnya masih ada dan setia untuk menanti karya dari sineas Indonesia. “Tanggung jawab kami para insan film adalah untuk mengahsilkan karya yang bertanggung jawab yang bisa dinikmati publik,” tegasnya.

Sementara itu, dia berharap pemerintah dapat membuat forum lebih banyak lagi antara distributor asing di Indonesia dengan para sineas film, sehingga para pembuat film memiliki jalur yang berbeda untuk meraih pasar global dalam forum distribusi.

Berbicara mengenai kancah global, ada dua aspek bagi industri film di dalam negeri. Pertama adalam dalam festival film internasional. Sementara yang kedua dalam forum distribusi.

Selama ini, festival film internasional kerap menjadi media yang digunakan oleh para sineas untuk mempertemukan dengan para pembeli film, pasar, dan sebagainya.

“Kita bicara film tidak hanya sebatas yang masuk dan tembus ke fetival film. Namun, ada banyak film-film yang IP bisa dibeli negara lain dan di-remake negara lain. Itu yang mungkin masih bisa diupayakan. Itu tidak mengawang-ngawang,” katanya.

Untuk diketahui, dalam catatan Hypeabis.id, salah satu film Indonesia yang berhasil masuk dalam festival film internasional adalah Budi Pekerti. Karya besutan sutradara Wregas Bhanuteja itu tayang di Toronto International Film Festival 2023.

Dengan judul internasional Andragogy, Budi Pekerti menjadi bagian dalam program Discovery Toronto International Film Festival 2023. Program tersebut diperuntukan khusus memperkenalkan dan mengapresiasi karya pertama atau kedua dari para sutradara visioner terkenal, seperti Christopher Nolan, Yorgos Lanthimos, Warwick Thornton, Joachim Trier, dan David Gordon Green.

Film Budi Pekerti yang menjadi bagian dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2023 di Kanada ditayangkan dalam beberapa kali.

Baca juga: Nia Dinata Dambakan Industri FIlm Indonesia yang Lebih Variatif dari Segi Genre dan Tema

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Pemerintah Akan Melakukan Audit Total Museum & Cagar Budaya

BERIKUTNYA

7 Rekomendasi Film Wes Anderson, dari The Grand Budapest Hotel hingga The Wonderful Story of Henry Sugar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: