Air minum mempengaruhi kesehatan tubuh. (Sumber gambar: Unsplash/Engin Akyurt)

Jangan Asal Pilih Air Minum, Begini Bahayanya

29 September 2023   |   13:28 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Like
Kualitas air minum sangat mempengaruhi kesehatan tubuh loh, Genhype. Sayangnya, hal ini diabaikan masyarakat. Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan yang dilakukan pada 2020 menyebutkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri E. coli. 

Spesialis Gizi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Diana Sunardi mengatakan cemaran bakteri E. coli berpotensi memicu diare. Adapun diare merupakan salah satu penyebab utama kematian Balita di Indonesia.  

"Kesehatan saluran cerna berdampak buruk bagi kesehatan anak. Pusat imunutas ada di usus. Kualitas air minum akan pengaruhi bakteri baik dan jahat di saluran cerna," ujarnya dalam media gathering bertajuk 'Tidak Semua Air Sama' yang digelar Danone Aqua di Four Season, Selasa (26/9/2023).

Baca juga: Meski Aman Dikonsumsi, Air Minum Dalam Kemasan Belum Tentu Terbebas Risiko

Dari hasil riset, komposisi bakteri jahat yang membawa berbagai masalah kesehatan, meningkat ketika anak-anak mengonsumsi air minum dari sumber yang tidak aman. Walaupun air minum sudah direbus hingga mendidih, jika cara penanganan dan penyimpanan air tidak higienis maka kontaminasi E. coli dapat kembali terjadi.

Oleh karena itu, perebusan air harus dilakukan dengan tepat untuk membunuh bakteri. Diana menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan sebaiknya merebus air dalam panci selama 5-15 menit. "Jangan ketika sudah meletup langsung dimatikan. Tunggu sampai 15 menit,  baru apinya dimatikan, baru kuman akan mati," tuturnya.

Selain itu, Diana mengatakam sumber air untuk konsumsi juga wajib diperhatikan. Air yang baik yakni tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak mengandung mikroba maupun senyawa kimia seperti logam.

Dia menyebut tidak sedikit sumber air mengandung bakteri yang tahan panas yakni Pylori dan terkontaminasi logam berat. Kontaminasi ini tidak akan hilang walaupun sudah melalui tahap perebusan. 

Selain menimbulkan diare, terkontaminasi bakteri Pylori dalam jangka waktu lama bisa berpengaruh buruk bagi kesehatan. "Dalam jangka panjang bisa sebabkan kanker, begitu juga logam berat," ungkapnya.

Begitu pula dengan air yang sudah melalui proses penghilangan mineral atau demineral. Diana menyampaikan hasil penelitian membuktikan air mineral yang ada kandungan mineral membuat kecukupan tubuh terpenuhi. Apabila mengonsumsi air demineral, justru menyebabkan kekurangan mineral tertentu terutama kalsium. WHO menyebut air demineral juha menkngkatkan risiko gangguan kesehatan jantung dan pembuluh darah.   

Guru besar hidrogeologi Universitas Gadjah Mada Prof. Heru Hendrayana, menegaskan bahwa tidak semua air sama. Air yang sehat dan aman untuk dikonsumsi sangat bergantung dari sumbernya. Air yang diambil dari tanah dangkal, besar peluangnya untuk tercemar aktivitas manusia. 

Sementara air dari akuifer dalam, sifatnya murni dan memiliki kandungan mineral alami sehingga aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. "Air tanah tidak pernah sama karena batuan di dalamnya berbeda dan kandungan mineralnya berbeda," sebutnya.

Baca juga: Peneliti Jepang Ungkap Manfaat Air Hidrogen Bagi Kesehatan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Peneliti Jepang Ungkap Manfaat Air Hidrogen Bagi Kesehatan

BERIKUTNYA

5 Fakta Kim So Hyun, Pemeran Mok Sol Hee dalam Drakor My Lovely Liar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: