Ingin Memulai Bisnis Tanaman Hias? Ini Tips Suksesnya
31 July 2021 |
13:27 WIB
Di tengah tren tanaman hias yang kini makin diminati masyarakat, ada peluang yang bisa ditangkap bagi yang ingin menjalankan bisnis ini. Apalagi usaha tanaman hias ini bisa dilakukan oleh siapa saja dengan modal yang relatif minim tetapi bisa menghasilkan pendapatan yang cukup menggiurkan.
Salah satu pelaku usaha yang jeli menangkap peluang di bisnis tanaman hias ini adalah Madeleine Nathasia, pemilik Kuma Living. Nah, dalam hal ini Madeleine ingin membagikan tips memulai bisnis tanaman hias.
Salah satu pelaku usaha yang jeli menangkap peluang di bisnis tanaman hias ini adalah Madeleine Nathasia, pemilik Kuma Living. Nah, dalam hal ini Madeleine ingin membagikan tips memulai bisnis tanaman hias.
1. Harus Miliki Hobi atau Kecintaan pada Tanaman Hias
Menurutnya, bagi yang ingin memulai bisnis tanaman hias ini maka si pemilik usaha harus memiliki hobi atau kecintaan terhadap tanaman. Dia pun dapat mencoba merawatnya terlebih dahulu.
“Jangan sampai memulai bisnis tanaman hias tapi enggak tahu cara merawatnya bagaimana karena sekadar ikut-ikutan tren,” tuturnya.
Apalagi setiap tanaman hias juga memiliki perawatannya masing-masing tergantung jenis tanamannya. Maka dari itu, pemilik usaha perlu memiliki pengetahuan mengenai jenis tanamannya, baik yang berdaun, berbunga, atau kaktus.
Selain berguna untuk usaha dan perawatan, dengan pengetahuan juga dapat menjadi nilai tambah karena si pemilik usaha mampu memberikan informasi mengenai tanaman hias tersebut kepada para pembeli. Bahkan terrmasuk membuat konten-konten informatif yang menarik minat masyarakat untuk membeli tanaman hias.
“Jangan sampai memulai bisnis tanaman hias tapi enggak tahu cara merawatnya bagaimana karena sekadar ikut-ikutan tren,” tuturnya.
Apalagi setiap tanaman hias juga memiliki perawatannya masing-masing tergantung jenis tanamannya. Maka dari itu, pemilik usaha perlu memiliki pengetahuan mengenai jenis tanamannya, baik yang berdaun, berbunga, atau kaktus.
Selain berguna untuk usaha dan perawatan, dengan pengetahuan juga dapat menjadi nilai tambah karena si pemilik usaha mampu memberikan informasi mengenai tanaman hias tersebut kepada para pembeli. Bahkan terrmasuk membuat konten-konten informatif yang menarik minat masyarakat untuk membeli tanaman hias.
2. Riset Tanaman yang Lagi Naik Daun
Apalagi saat ini masyarakat juga lebih senang dengan berbagai jenis tanaman yang mudah dirawat sehingga bisa bertahan lebih lama. Sebut saja Monstera atau Janda Bolong yang saat ini tengah naik daun, Aglonema yang bisa tumbuh dan berkembang dalam kondisi apapun, hingga Sansevieria atau yang popular dengan sebutan Lidah Mertua.
“Pemilik usaha harus bisa riset market, jenis tanaman apa yang diinginkan masyarakat. Memang saat ini trennya itu tanaman Monstera, Aglonema, atau Antorium untuk tanaman berdaun karena masyarakat juga senang dengan tanaman yang mudah dirawat dan enggak gampang mati,” terangnya.
“Pemilik usaha harus bisa riset market, jenis tanaman apa yang diinginkan masyarakat. Memang saat ini trennya itu tanaman Monstera, Aglonema, atau Antorium untuk tanaman berdaun karena masyarakat juga senang dengan tanaman yang mudah dirawat dan enggak gampang mati,” terangnya.
3. Temukan Unique Selling Point
Madeleine sendiri mengaku saat pertama kali memulai usaha ini, modal yang dikeluarkannya sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta yang digunakan untuk membeli sekitar 30 tanaman dan pot.
Uniknya, pot yang digunakan untuk meletakkan tanaman tersebut dibuat dengan desain yang berbeda-beda, setiap pot akan dihias dan dicat secara handmade sehingga bisa dijadikan sebagai hiasan di dalam rumah.
Selain itu, Madeleine juga membuat packaging yang menarik untuk setiap tanaman yang dibeli oleh pelanggan sebagai nilai tambah dalam usaha tanaman hias yang dijalaninya yang membedakannya dari merek tanaman hias lainnya.
“Tiap bisnis harus memiliki kelebihan masing-masing yang menjadi fokusnya. Kami di sini juga memiliki kelebihan dari sisi pot yang desainnya dibuat secara handmade, sedangkan dari sisi tanamannya sudah dikasih pestisida sehingga secara kualitas juga bagus,” tuturnya.
Uniknya, pot yang digunakan untuk meletakkan tanaman tersebut dibuat dengan desain yang berbeda-beda, setiap pot akan dihias dan dicat secara handmade sehingga bisa dijadikan sebagai hiasan di dalam rumah.
Selain itu, Madeleine juga membuat packaging yang menarik untuk setiap tanaman yang dibeli oleh pelanggan sebagai nilai tambah dalam usaha tanaman hias yang dijalaninya yang membedakannya dari merek tanaman hias lainnya.
“Tiap bisnis harus memiliki kelebihan masing-masing yang menjadi fokusnya. Kami di sini juga memiliki kelebihan dari sisi pot yang desainnya dibuat secara handmade, sedangkan dari sisi tanamannya sudah dikasih pestisida sehingga secara kualitas juga bagus,” tuturnya.
4. Jangan Jual Tanaman Saja
Madeleine mengatakan bahwa pihaknya menawarkan berbagai jenis tanaman atau bibit tanaman yang bisa dijadikan sebagai kado, souvenir, bahkan hampers.
Tak hanya tanaman, Kuma Living juga menjual batu, pupuk dan media tanam bagi konsumen dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000. Adapun untuk harga pakat tanaman dibanderol mulai dari Rp160.000 hingga Rp190.000.
Tak hanya tanaman, Kuma Living juga menjual batu, pupuk dan media tanam bagi konsumen dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000. Adapun untuk harga pakat tanaman dibanderol mulai dari Rp160.000 hingga Rp190.000.
Editor: Indyah Sutriningrum
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.