Ilustrasi buku Pengantin-pengantin Loki Tua. (Sumber gambar: BaNANA)

Resensi Buku Pengantin-pengantin Loki Tua: Sebuah Upaya Menelisik Riwayat Si Juru Masak Agung

29 August 2023   |   19:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Like
Bagi yang menyukai tema bacaan seperti  avonturisme  berbalut narasi sejarah, novel Pengantin-Pengantin Loki Tua karya Yusi Avianto Pareanom bisa menjadi salah satu pilihan. Sebab, novel ini  bakal membuat pembaca tergerak untuk segera, atau  berlama-lama menuntaskan  lembar terakhir buku karena  dikemas dengan gaya yang apik.

Paman Yusi, begitu biasa dia dipanggil juga  kembali mengeksplorasi puspa rupa kuliner lewat medium dongeng serta kepiawaian bertutur. Adapun, kisah itu berkelindan lewat sosok Loki Tua, si juru masak serba bisa yang terombang-ambing di antara bencana dan keberuntungan hidup yang justru jadi penggerak cerita.

Baca juga: Resensi Buku Kapten Hanya Ingin ke Dili, Sebuah Penyegaran yang Menarik

Sesuai judulnya, novel terbitan Juni 2023 dari BaNANA ini bercerita tentang kisah hidup Loki Tua, seorang juru masak yang memandu Raden Mandasia dan Sungu Lembu ke Gerbang Agung dalam buku Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi (2016).

Terdiri dari 10 bab, dalam karya terbarunya kali ini Paman Yusi mengajak pembaca bertualang dalam dunia fiksi lewat sisipan cerita atau dongeng yang membuat buku ini makin menarik. Novel Pengantin-pengantin Loki Tua secara umum ditulis secara kronologis mengikuti riwayat sang juru masak sejak meninggalkan Kepulauan Rempah-rempah hingga mukim di Sifar. 
 
 


Secara umum,  hampir semua bagian bab diawali dengan adegan yang paling menarik sebelum  akhirnya pembaca diseret untuk mundur sejenak mengulangi peristiwa secara berurutan.  Dengan kata lain, penulis menggunakan semacam alur kilas balik hingga adegan kembali lagi menuju momen pembuka yang dibeberkan ibarat visual di atas panggung.

Bab pertama,'Gerbang Agung', misalnya, bahkan tidak menceritakan masa kecil Loki Tua, melainkan masa paruh bayanya saat bertemu dengan Raden Mandasia dan Sungu Lembu. Paman Yusi sepertinya ingin mengingatkan pembaca mengenai hubungan ketiga tokoh dalam buku yang berhasil memenangkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada 2016 untuk kategori Prosa itu.

Dalam bukunya kali ini, pembaca memang diajak untuk menelisik riwayat Loki Tua hingga dia bisa tiba di Gerbang Agung. Namun, avonturismenya justru dimulai dari deretan kemalangan dan keberuntungan dalam hidupnya yang satir, akan tetapi dari sinilah justru kisahnya layak untuk disimak pembaca.

Adapun, riwayat itu dimulai saat dia kabur dari kampung halamannya setelah membuat sang raja marah sekaligus terkesan. Loki Tua pergi ke pelabuhan dan menaiki kapal, tapi apa lacur, joanga yang ditumpangi ternyata milik pedagang budak hingga dia dijual pada Kiram Pahala, seorang bangsawan di Jolo-Jolo.

Dua tahun menjalani hidup sebagai budak penggarap sawah, hasratnya untuk memasak dan membahagiakan liyan tak pernah luntur. Bakatnya lalu ditemukan oleh Jomar, kepala dapur istana yang kelak membujuk sang raja untuk memerdekakan Loki Tua dan menikahkannya dengan Hokulani, gadis pelayan yang membuatnya tidak bisa tidur.

Syahdan, setelah beberapa bulan mereka menikah, terjadi pemberontakan di Jolo-Jolo. Loki Tua meninggalkan istrinya dan diasingkan ke Guang Timur, Zhongguo bersama Kiram Pahala. Perlahan, nasib pun menggerayangi tubuhnya, mewujud dalam garis waktu saat dia bertemu dengan semesta sosok lain.

Beberapa di antaranya adalah Guru Pui yang menitipkannya ke restoran Selera Raja, Kelimun Sumpit Merah, Sayid Al-Berber, Ki Ranggahasta, Hyoso, dan Raden Mandasia. Keseluruhan novel menceritakan pertautan antara Loki Tua dengan sosok-sosok yang ditemuinya itu, tentu saja tanpa meninggalkan para pengantin-pengantinnya.

Membaca novel setebal 348 halaman ini seolah memasuki imajiner yang diramu dengan dongeng dan kisah petualangan yang memantik tawa serta makian dalam waktu berdekatan. Pembaca kisah Raden Mandasia tentu mafhum dengan apa yang penulis maksud, terutama mengenai eksplorasi Paman Yusi terhadap berbagai jenis makanan yang selalu menerbitkan liur.

Data Buku
Judul: Pengantin-pengantin Loki Tua
Penulis: Yusi Avianto Pareanom
Penyelaras Aksara & Penata Letak: Irman Hidayat
Perancang Sampul: Wulang Sunu
Penerbit: baNANA
Tebal Buku: 348 halaman
ISBN: 978-623-88459-1-0

Baca juga: Resensi Buku Para Pengunjung Dini Hari, Kisah tentang Dunia yang Ditinggali Perempuan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Kim Bum & Maudy Ayunda Dikabarkan Bakal Beradu Akting di Film Tanah Air Kedua

BERIKUTNYA

Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Cek Spesifikasi Smartphone Gaming Redmagic 8S Pro

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: