Kendaraan listriik Ioniq 5 (Sumber gambar: Hyundai)

Ternyata, Keputusan Orang Beli Mobil Listrik untuk Menghindari Ini

22 August 2023   |   20:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Rupanya, ganjil genap (gage) jadi pertimbangan seseorang ketika membeli mobil listrik. Setidaknya hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), terhadap konsumen produk mereka Ioniq 5. 

Gage kerap jadi hambatan bagi mereka yang punya mobilitas tinggi di Jakarta. Sebab, mereka tidak leluasa mengendarai mobil jika tanggal dan nomor polisi tidak sesuai. Di sisi lain, aturan ini dimaksudkan untuk menekan kemacetan di Jakarta.  

Namun, mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) No.88/2019 tentang Perubahan Atas Pergub No 155/2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap, mobil listrik dibebaskan dari aturan gage di jalan-jalan Ibu Kota.

Baca juga: Cek 5 Kelemahan Kendaraan Listrik yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengadopsinya

Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), mengatakan memiliki mobil listrik memberikan keuntungan finansial. Sebab, konsumen tidak harus membeli dua mobil untuk menghindari ganjil genap. 

Kemudian, dari sisi pembelian, harga yang ditawarkan sudah mendapatkan keringanan pajak, seperti pajak barang mewah dan pajak penjualan. Sementara itu, dari sisi biaya kepemilikan, perawatan tidak lagi menjadi beban pelanggan. “Konsumen kami lebih ke profesional dan entrepreneur,” katanya kepada Hypeabis.id, baru-baru ini. 

Dia menuturkan bahwa aturan ganjil - genap serta biaya pembelian, perawatan, & perbaikan kendaraan listrik adalah beberapa alasan utama seseorang memilih membeli kendaraan listrik.

Dalam survei yang dilakukan oleh perusahaan beberapa waktu lalu, sebanyak 72 persen responden menjawab membeli kendaraan listrik karena aturan ganjil-genap. Selanjutnya, 64 persen responden menjawab alasan lainnya adalah biaya perawatan dan perbaikan.

Uang yang harus dikeluarkan atau biaya pembelian menjadi alasan lainnya ketika seseorang memilih mobil listrik, yakni mencapai 41 persen. Sementara itu, hanya sebanyak 39 persen konsumen yang memiliki alasan lingkungan dalam membeli kendaraan listrik. “Saat ini tidak terlalu signifikan, berdasarkan survey kami, alasan lingkungan menempati urutan setelah aturan genap ganjil dan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada saat ini juga, pengetahuan masyarakat tentang mobil listrik kian membaik. Pengetahuan itu tidak sekedar tentang produk kendaraan, tapi juga juga manfaat ketika mereka mengendarinya.

Salah satunya adalah kekhawatiran tentang mobil listrik yang sudah jauh berkurang seperti ketika terkena air. Kondisi itu tidak dapat dilepaskan dari keterbukaan informasi, termauk media cetak atau digital.

Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai alasan konsumen kendaraan listrik Ioniq 5 adalah para profesional dan enterprenur lantaran harga yang dipasang oleh agen pemegang merek (APM) terjangkau bagi keduanya. “Kualitas sudah bagus walau kita masih mendengar beberapa kasus, harga jelas bukan untuk kelas middle up,” katanya.

Terkait dengan perkembangan kendaraan listrik di dalam negeri, Indonesia membutuhkan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat luas.

Hambatan Kendaraan Listrik
Menurutnya,  saat ini, hambatan utama perkembangan kendaraan listrik di dalam negeri secara keseluruhan adalah harga lantaran lebih mahal jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Untuk menekan harga, salah satunya adalah dengan memproduksi baterai di dalam negeri.

Dengan begitu, maka pengembangan teknologi harus terus berjalan lantaran kendaraan listrik membutuhkan baterai yang tidak mahal, lebih ringan, dan dapat membuat kendaraan memiliki jarak tempuh yang lebih jauh.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat Hypeabis.id menunjukkan bahwa wholesale seluruh varian kendaraan listrik Ioniq 5 pada Januari – Juli 2023 mencapai 3.819 unit.

Penjualan itu mencapai 55,19 persen dari total wholesale kendaraan listrik full baterai pada periode yang sama, yakni 6.920 unit. Di antara Ioniq 5, varian signature extended menjadi yang terbanyak jika dibandingkan dengan yang lain, yakni 3.420 unit.

Sementara itu, data juga menunjukkan bahwa produksi kendaraan Ioniq 5 mencapai 4.940 unit selama tujuh bulan tahun ini. Produksi kendaraan listrik full baterai di dalam negeri dari Januari sampai Juli 2023 secara keseluruhan mencapai 7.827 unit.

Baca juga: Hemat dan Ramah Lingkungan, Milenial Kian Tertarik dengan Kendaraan Listrik

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Begini Cara Orang Tua Bantu Kembangkan Potensi Diri Anak Lewat Study Life Balance

BERIKUTNYA

Mencicipi Fruity Cake Korea yang Menyegarkan ala Paris Baguette

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: