Kendaraan listrik dapat menjadi solusi udara yang kotor (Sumber gambar ilustrasi: pexels/ rathaphon nanthapreecha)

Ini Kata Eksekutif Muda Tentang Polusi Udara di Jakarta

17 August 2023   |   11:27 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kualitas udara di DKI Jakarta beberapa waktu belakangan menjadi perhatian banyak pihak lantaran masuk dalam kategori tidak sehat. Pemerintah dinilai perlu mengambil sejumlah langkah guna mengatasinya mengingat udara yang bersih sangat penting. Alhasil, ketika banyak orang yang sakit akibat polusi udara maka hal ini juga akan berpengaruh terhadap biaya pengobatan.

Kyatmaja Lookman, CEO PT Lookman Djaja, mengatakan bahwa kualitas udara yang bersih menjadi kepentingan semua pihak lantaran udara yang kotor akan membuat banyak orang berpotensi terkena penyakit pernapasan. “Yang berpengaruh ke usia harapan hidup,” katanya kepada Hypeabis.id.

Dia menambahkan, polusi udara dapat berpengaruh terhadap peningkatan biaya pengobatan yang ditanggung oleh pemerintah ketika individu menggunakan BPJS Kesehatan.

Baca juga: Polusi Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif, Kenali Bahayanya

Dalam mengatasi polusi udara yang ada di Jakarta, langkah pertama yang harus dilakukan oleh semua pihak adalah dengan memetakan terlebih dahulu faktor-faktor yang menjadi penyebab polusi udara di Jakarta.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah fokus pada penyebab untuk mengatasi polusi udara yang ada di langit Ibu Kota.
Dia menilai, kontributor besar polusi udara di Jakarta adalah sektor transportasi. Jadi, langkah langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengurangi sumber polutannya dengan memberikan alternatif dan substitusi.

Salah satu contohnya adalah pengalihan dari angkutan pribadi ke angkutan umum atau mendorong  elektrivikasi kendaraan. Selain itu, kemacetan yang kerap terjadi di ibu kota juga harus dikurangi guna mengatasi polusi udara di Jakarta.

Dia menggunakan kendaran listrik untuk aktivitas sehari-hari sebagai salah satu cara untuk mengurangi emisi kendaraan. Menurutnya, saat ini sudah banyak yang mulai menggunakan kendaraan listrik dalam beraktivitas sehari-hari.  

Sebagai pengguna kendaraan listrik, dia menilai ekosistem kendaraan tanpa bahan bakar minyak ini perlu ditingkatkan. Pengisi daya kendaraan tersebut harus terdapat di mana-mana mengingat saat ini keberadaannya masih terbatas.

Di sisi lain, dia juga menilai bahwa penggunaan batu bara untuk tenaga listrik sebaiknya sudah mulai diganti dengan energi terbarukan sebagai salah satu langkah membuat kualitas udara di Jakarta lebih baik.

Pengusaha di sektor logistik itu mengatakan bahwa manajemen ingin mencoba menggunakan truk elektrivikasi. Namun, truk dengan tenaga listrik pada saat ini belum ada di pasaran. Dia menilai, pemerintah mungkin perlu mendorong dan memberikan insentif agar truk listrik bisa tersedia.

Dia menyebutkan bahwa moda transportasi truk merupakan salah satu sumber polutan yang besar juga karena banyak mengonsumsi bahan bakar minyak. Selain itu, dia juga menilai pemerintah perlu menerapkan pembatasan usia kendaraan. Saat ini, penerapan kebijakan pajak kendaraan di dalam negeri yang kurang efektif. Menurutnya, pajak kendaraan dengan usia yang tua lebih mahal karena lebih polutif.

Sementara itu, kendaraan ramah lingkungan dengan tingkat emisi rendah harus mendapatkan pajak yang murah. “Perbaiki kebijakan pajak kendaraan supaya pakai kendaraan ramah lingkungan. Juga diberi insentif,” katanya.


(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Roni Yunianto
 

SEBELUMNYA

NASA Ungkap Juli 2023 sebagai Bulan Terpanas dalam Sejarah

BERIKUTNYA

Profil Shaista Tanisha, Putri Cantik Rionaldo Stokhorst yang Jadi Anggota Paskibra Sekolah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: