Ilustrasi dua orang dewasa dengan sifat anak-anak. (Sumber foto: Unsplash/Design Ecologist)

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Inner Child dengan Sifat Childish

07 August 2023   |   20:30 WIB
Image
Eben Ezer Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Istilah inner child sempat menjadi topik yang yang dibicarakan beberapa waktu lalu. Bersamaan dengan pembahasan yang terus mengalir, ternyata masih banyak orang yang salah mengartikan inner child dengan sifat kekanak-kanakan atau childish.

Tanpa memahami konsepnya, inner child maupun sifat childish, sering sulit dibedakan dan menciptakan mispersepsi di kalangan masyarakat. Untuk itu, perlu mengetahui arti sesungguhnya dari kedua istilah tersebut.

Baca juga: Mengenal Inner Child dan Cara Mengatasinya

Apakah ada perbedaan antara inner child dengan sifat childish? Bagaimana kondisi tersebut muncul pada diri seseorang dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


1. Inner Child

Inner child adalah konsep yang menggambarkan sifat dan sikap kekanak-kanakan yang dimiliki oleh setiap orang. Meski begitu, kondisi yang terdapat di dalam setiap individu ini tidaklah sama. Pasalnya, hal tersebut terbentuk dari pengalaman masa kecil hingga beranjak dewasa.

Dilansir dari verywellmind.com, Inner child digambarkan sebagai simbol dari pengalaman, hal favorit, hingga rasa trauma diri yang berasal sejak kecil namun ikut bertumbuh hingga individu telah mencapai usia dewasa. Artinya, bagian ini terus menetap dan ada di dalam diri individu. Sisi inner child memiliki keterkaitan erat dari setiap ingatan dan emosi yang pernah dialami saat masih kecil, baik itu yang indah maupun yang buruk.

Inner child merupakan salah satu komponen yang memiliki peran dalam membentuk karakter dari diri tiap individu. Oleh sebab itu, tiap individu perlu mengetahui, menerima, serta terkoneksi dengan sisi anak-anak yang ada di dalam diri.

Perlu ditanggapi dengan serius jika suatu individu lebih banyak mengalami pengalaman buruk di masa kecilnya. Dikutip dari International Journal of Qualitative Studies in Health and Well-being, pengalaman masa lalu dapat memberikan pembelajaran yang bermanfaat untuk jangka panjang. Maka solusi yang dapat dilakukan adalah berdamai dengan inner child.


2. Childish

Sementara itu, menurut myclevelandclinic.org, childish merupakan sifat yang secara psikologis termasuk ke dalam kelainan kesehatan yang disebut immature personality disorder (IPD). Karakteristik umum dari gangguan ini adalah kesulitan dalam mengelola ego, emosi, serta tanggung jawab seperti anak-anak. 

Sifat childish sendiri muncul berawal ketika individu dihadapkan pada suatu masalah, lalu respon yang diberikan cenderung berlebih dan memunculkan penyangkalan.

Meskipun secara usia sudah termasuk dalam range dewasa, sifat childish termasuk kedalam usia emosional. Usia emosional memiliki hubungan dengan reaksi emosi di mana mereka yang memiliki mental dewasa bersikap tenang dan cermat, sedangkan jika seseorang bersikap spontan dan mudah marah, sifat ini masuk ke dalam lingkup childish.
    
Inner child dan childish ternyata dua hal yang berbeda. Inner child merupakan sisi anak-anak yang masih terekam dalam terbentuk dari pengalaman masa lampau yang belum terselesaikan hingga usia dewasa. Sedangkan childish merupakan sifat yang menggambarkan perilaku yang tidak sesuai dengan usia dewasa dari sisi emosional.

Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah dampak negatif dari sifat kekanak-kanakan ini seperti memperbaiki komunikasi, belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin, mempraktikkan sikap empati dan akui serta belajar kesalahan untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

King the Land Tamat, Lee Junho Siap jadi Pahlawan Super di Drakor Cash Hero

BERIKUTNYA

Ini 5 Rekomendasi Buku yang Wajib Dibaca untuk Memulai Gaya Hidup Frugal Living

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: