Kirab malam satu suro (Sumber gambar: tangkapan layar laman pariwisatasolo.surakarta.go.id/ diolah)

Cek Ritual Penting dan Rute Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

18 July 2023   |   20:13 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kirab Malam 1 Suro merupakan salah satu kegiatan yang kerap ditunggu–tunggu oleh banyak orang dalam perayaan Tahun Baru Islam. Pada malam ini, berbagai macam ritual akan dilakukan oleh masyarakat dalam menyambut tahun baru hijriah ini.

Dirangkum dari laman Surakarta.go.id, Kirab Malam Satu Suro dilaksanakan pada malam tepat sebelum 1 Muharam. Ritual yang telah dijalani selama ratusan tahun secara turun–temurun itu memiliki makna refleksi diri tentang perjalanan dalam satu tahun yang telah berlalu. Dengan begitu, seorang muslim diharapkan memiliki sifat yang lebih baik pada tahun yang baru.

Baca juga: Resep Bubur Suro, Hidangan Tradisi Khas Jawa saat Tahun Baru Islam

Ritual yang kerap dilakukan di Keraton Surakarta itu biasanya diikuti oleh ribuan orang, yakni mulai dari Raja sampai dengan masyarakat umum. Selain itu, terdapat juga kerbau bule yang menjadi bagian dalam acara tersebut.

Hewan ternak itu diikutsertakan sebagai cucuk lampah kirab. Kerbau bule ini dipercaya menjadi pusaka berharga bagi Sri Susuhunan Pakubuwono II yang diberikan oleh Bupati Ponorogo. Kerbau itu disebut diberikan kepada Sri Susuhunan PB II bersama dengan pusaka yang bernama Kyai Slamet.

“Sehingga Kerbau bule ini dinamakan Kerbau Kyai Slamet. Kerbau bule yang sekarang berada di kawasan keraton adalah keturunan dari Kerbau Kyai Slamet pada ratusan tahun silam,” demikian tertulis.

Dalam acara tersebut, para peserta akan menggunakan pakaian warna hitam. Laki-laki menggunakan pakaian adat Jawa atau disebut Jawi Jangkep. Sementara itu, wanita menggunakan kebaya hitam.

Saat acara berlangsung, kerbau bule akan berada di barisan paling depan bersama dengan pawang yang mendampinginya. Di barisan kedua dan selanjutnya terdapat abdi dalam dan putra–putri Sinuwun dan juga pembesar keraton yang membawa sepuluh pusaka.

Selama ritual berjalan, tidak ada satu saja peserta yang berbicara. Langkah tersebut memiliki makna perenungan diri terhadap segala sesuatu yang sudah dilakukan selama satu tahun ke belakang.

Setelah acara selesai, banyak masyarakat akan mengambil kotoran kerbau bule. Mereka melakukannya karena mempercayai kotoran itu dapat membawa keberkahan dan kemakmuran.

Rute Kirab
Dikutip dari unggahan akun media sosial @kraton_solo, Kirab Pusaka Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilaksanakan pada Rabu, 19 Juli 2023, pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, rute kirab akan dimulai dari Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat ke utara melalui supit urang. Lalu, Jl. Pakoe Boewono–Gapura Gladang ke utara menuju Jl. Jenderal Soedirman. Kemudian, belok ke timur melalui Jl. Mayor Kusmanto.

Baca juga: Daftar Film Horor yang Cocok Ditonton Saat Malam Satu Suro

Setelah itu, belok ke selatan melalui Jl. Kapten Mulyadi. Tidak hanya itu, belok ke barat melalui Jl. Veteran. “Belok ke utara melalui Jl. Yos Sudarso – belok timur melalui Jl. Brigjend Slamet Riyadi – belok ke selatan melalui Jl. Pakoe Boewono – kembali ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” demikian tertulis.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Terpukau Sekaligus Getir Menikmati Karya-Karya Lukis Van Gogh di Ruang Multisensori

BERIKUTNYA

Lagu Populer NIKI yang Akan Dibawakan di Konser, Ada Lowkey & High School in Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: