Ilustrasi emoji (Sumber gambar: Domingo Alvarez/Unsplash)

Hari Emoji Dunia Diperingati Tiap 17 Juli, Simak Sejarah Emoji Berikut Ini

17 July 2023   |   06:35 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Like
Semua orang tentu sudah akrab dengan emoji. Namun, tahukah kalian jika setiap tanggal 17 Juli diperingati sebagai World Emoji Day atau Hari Emoji Dunia? Diinisiasi oleh Zedge, aplikasi personalisasi ponsel terkenal, Hari Emoji Dunia dirayakan untuk memperkenalkan ragam emoji sekaligus menyebarkan kesenangan ke seluruh penjuru dunia.

Hari Emoji Dunia diciptakan pertama kali oleh pendiri Emojipedia, Jeremy Burge, pada 2014. Emojipedia sendiri merupakan salah satu aplikasi buatan Zedge. Melansir dari laman worldemojiday.com, Emojipedia melayani lebih dari 45 juta pencarian emoji setiap bulannya.

Hal ini membuktikan bahwa emoji memang telah menjadi bagian dari cara masyarakat saat ini untuk berekspresi dan mengungkapkan pikiran dan perasaannya selain lewat teks. Oleh karena itu, Emojipedia juga senantiasa memperbarui emoji, membuat perubahan, hingga penambahan ragam emoji baru.

Baca juga: Efektif Mengekspresikan Emosi, Yuk Kepoin Makna 8 Ikon Emoji Unik Ini

Bukan tanpa alasan tanggal 17 Juli dipilih sebagai Hari Emoji Dunia. Tanggal 17 Juli tercatat di emoji kalender yang diluncurkan oleh Apple. Tanggal tersebut menandai Apple pertama kali memperkenalkan fitur kalender iCal untuk Mac pada 2002. Akhirnya, tanggal itu dipilih sebagai peringatan Hari Emoji Dunia oleh Emojipedia.

Selain menyebarkan kebahagiaan lewat ikon-ikon lucu pada emoji, Hari Emoji Dunia juga dirayakan oleh Zedge dengan memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan yang bermitra dengan Conscious Alliance, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS yang terdiri dari seniman, merek, dan komunitas yang sedang krisis.

Di samping itu, ada beragam hal pula yang biasanya dilakukan saat Hari Emoji Dunia misalnya membuat pesta emoji, merayakan emoji di media sosial lewat hashtag #WorldEmojiDay, membuat emoji versi diri sendiri, perusahaan yang meluncurkan promosi emoji baru, hingga ajang World Emoji Awards yang biasanya diadakan setiap tahun.

 

f

Ilustrasi emoji (Sumber gambar: Dhenis Cherkasin/Unsplash)

Sejarah Emoji

Di dunia maya, emoji merupakan karakter kecil yang dapat mewakili bahasa dan dirancang untuk menambahkan nuansa emosional dalam teks. Hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 3304 emoji dengan ragam bentuk yang dapat mewakili hal-hal dunia sosial dan interaksi manusia mulai dari ekspresi wajah hingga ikon-ikon benda lainnya.

Sebelum hadirnya emoji seperti sekarang ini, lebih dulu dikenal emotikon, sebuah simbol atau kombinasi dari simbol-simbol yang biasanya digunakan untuk menggambarkan ekspresi wajah manusia yang emosional dalam bentuk pesan atau tulisan.

Secara etimologi, kata emotikon sendiri merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Inggris yakni emotion yang berarti emosi dan ikon yang berarti simbol. Emotikon biasa digunakan pada teks pesan singkat, surat elektronik (email), maupun pada forum-forum internet seperti chat-rooms maupun blog.

Setelah itu, hadir emoji pertama yang diciptakan oleh seniman Jepang, Shigetaka Kurita, pada 1999. Melansir Wired, kala itu, Kurita bekerja di tim pengembangan untuk I-Mode, sebuah platform internet seluler awal dari operator seluler utama Jepang, Docomo. 

Kurita ingin merancang antarmuka yang menarik untuk menyampaikan informasi dengan cara yang sederhana dan ringkas. Misalnya ikon untuk menunjukkan ramalan cuaca alih-alih menulis kata mendung. Akhirnya, dia membuat sketsa satu set 12 kali dengan 12 piksel gambar yang dapat dipilih dari kisi-kisi seperti keyboard di dalam antarmuka mode-i, kemudian dikirim pada ponsel dan halaman sebagai karakter masing-masing.
 

Sumber gambar:

Sumber gambar: Docomo

Pada masa awal penciptaannya, Kurita berhasil membuat 176 emoji dengan beragam simbol yang lebih rinci selain ekspresi wajah, seperti karakter untuk menunjukkan cuaca, lalu lintas, teknologi, hingga fase bulan. Emoji pun dengan cepat menjadi populer di Jepang.

Ketika internet dan teknologi komputasi terus berkembang pada pertengahan 2000-an, Apple melihat peluang untuk menggabungkan emoji pada platform lain. Akhirnya, pada 2007, tim internasionalisasi perangkat lunak di Google memutuskan untuk membiayai dan mengajukan perjanjian untuk mendapatkan emoji diakui oleh Unicode Consortium, sebuah kelompok nirlaba untuk mempertahankan standar teks di seluruh komputer.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2009, sepasang insinyur Apple, Yasuo Kida dan Peter Edberg, bergabung dan mengajukan proposal resmi untuk mengadopsi 625 karakter emoji baru ke dalam standar Unicode. Hal ini menjadi langkah awal yang pada nantinya membuat emoji dapat diakses di berbagai sistem operasi, aplikasi dan platform.

Berkat kepopulerannya yang cepat, Unicode juga rutin menggelar sebuah konsorsium untuk menambahkan emoji-emoji baru ke dalam daftar yang disetujui setiap tahun dengan perwakilan pengguna dari seluruh dunia. Untuk menetapkan daftar emoji yang baru, Unicode setidaknya membutuhkan waktu hingga dua tahun.

Setiap emoji yang hadir harus dilakukan penelitian mengapa ikon tersebut harus diadopsi termasuk bagaimana ide tampilan visualnya. Nantinya, seluruh hal terkait emoji baru yang terkonsep dalam satu proposal akan dibawa kepada subkomite emoji konsorsium Unicode untuk merilis emoji tersebut.

Pada 2015, Unicode juga melakukan diversifikasi emoji dengan memperkenalkan opsi untuk mengubah warna kulit pada emoji karakter orang, termasuk menambahkan lebih banyak jenis orang yang melakukan banyak hal. Sejak saat itu, setiap pembaruan yang dilakukan oleh Unicode mempertimbangkan diversifikasi jenis orang dan budaya yang menjadi latar belakang mereka. 

Baca juga: Ragam Emoji Paling Banyak Digunakan di Dunia, Indonesia Paling Sering Pakai Karakter Ini

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Anak Muda Juga Tertarik dengan Tren Wisata Halal, Bagaimana Memaksimalkannya?

BERIKUTNYA

Resep Risol Ragout Ayam Garing & Lembut, Bisa Jadi Ide Usaha Loh!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: