Ilustrasi masyarakat yang menggunakan pinjol. (Sumber gambar : Freepik/Jcomp)

Waspadai 5 Faktor ini Bikin Orang Terjebak Pinjol

28 June 2023   |   21:16 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Pinjaman online (pinjol) mampu membius warga Jakarta. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2023, sekitar 2,38 juta akun pinjol yang berdomisili di DKI Jakarta, tercatat memiliki utang yang angkanya mencapai Rp10,35 triliun.

Sementara itu, tingkat wanprestasi alias kelalaian membayar dari jatuh tempo yang disepakati, meningkat dari 2,79 persen menjadi 2,94 persen. Di posisi puncak, ada Jawa Barat dengan total Rp13,57 triliun dari 4,6 juta akun pengguna, dengan TWP mencapai 3,4 persen.

TWP adalah tingkat penyelesaian kewajiban yang dilakukan oleh debitur, tekait dengan pembayaran di atas 90 hari dari tanggal jatuh tempo.  

Baca juga: Cermat Hindari Risiko Investasi dan Pinjol Ilegal

Melihat fenomena ini, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno menerangkan ada beberapa beberapa hal yang membuat masyarakat ‘kecanduan’ pinjol. Berikut diantaranya.

1. Tantangan Ekonomi
Mike menyebut salah satu pendorong orang tertarik melakukan pinjaman online karena tantangan ekonomi. Harga barang yang naik dan cepat, dengan presentase nilai yang tinggi tentu membuat masyarakat kewalahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Di sisi lain, mereka dihadapkan penghasilan yang tidak bertambah. Terlebih mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja pada saat pandemi Covid-19. 

“Kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi. Kenyataannya, pengeluaran biaya hidup naik karena harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Terjadi selisih antara memenuhi standar biaya hidup dengan kemampuan penghasilan,” ujar Mike saat dihubungi Hypeabis.id, Rabu (28/6/2023).

2. Gaya Hidup
Banyak masyarakat yang mementingkan gaya hidup tanpa melihat kemampuan finansial. Istilah hidup cuma sekali untuk memenuhi hasrat kerap menjadi alasan. Seperti halnya tren Staycation. Tren ini dimanfaatkan penyedia pinjol di tengah peningkatan pengguna paylater. 

Tidak sedikit masyarakat yang menggunakan fitur paylater atau bayar nanti di aplikasi penyedia layanan akomodasi maupun wisata agar bisa memenuhi gaya hidupnya yang sering melancong.

Namun ketika dia menggunakan layanan tersebut di tengah uang yang terbatas, akhirnya pinjol menjadi solusi untuk biaya perjalanan lainnya. “Untuk beli paket staycation bisa paylater. Uang jajannya pakai pinjol, yang penting ada foto di IG lagi di Korea. Hidup itu kadang FOMO,” imbuhnya.

3. Dianggap Bebas Malu
Faktor lain banyaknya masyarakat yang menggunakan pinjol lantaran mereka tidak perlu lagi mengemis meminjam uang ke keluarga, saudara, kerabat, tetangga, atau teman. Jadi, mereka masih bisa terlihat santai memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya, walaupun faktanya menggunakan uang hasil pinjaman online

“Sumber keuangan apa yang dapat diambil dengan mudah tanpa harus malu, ya pinjol. Kalau pinjem ke kakak, keluarga, tetangga, kan malu apalagi kalau gak dikasih,” tuturnya.

4. Kemudahan Akses
Selain tidak perlu berurusan dengan keluarga ataupun lingkungan sekitar, banyak orang menggunakan pinjol karena mudahnya persyaratan dan pengajuan. Cukup sekali klik dan mengunggah beberapa data diri, uang bisa langsung didapatkan. 

5. Tingkat Melek Finansial yang Rendah
Mike menyebut yang kerap menjadi bomerang pagi pengguna jasa pinjol, mereka tidak dapat mengelola keuangan atau hal pembiayaan. Mudahnya akses, tidak diimbangi perhitungan biaya atau bunga yang matang. 

Baca juga: Awas, Jebakan Pinjol Ilegal Makin Merajalela. Begini Cara Menghindarinya

Dia mengingatkan pinjaman online biasanya harus dibayar dalam 14 hari setelah uang cair. Ketika ingin membayar, namun belum gajian, alhasil masyarakat mengambil jasa pinjol lainnya untuk menutupi pinjaman sebelumnya dan menghindari denda telat bayar.

“Enggak dihitung karena sudah kehabisan akal, enggak mau mengorbankan lifestyle,” tegas Mike. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Kembang Api yang Dibintangi Donny Damara & Marsha Timothy

BERIKUTNYA

Waspadai 5 Tanda Kekerasan Terhadap Pasangan yang Masih Dianggap Biasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: