Jakarta sebagai kota kreatif dan budaya (Sumber Foto: Kemenparekraf)

Potensi Jakarta Sebagai Kota Kreatif dan Kota Budaya dalam Momentum HUT Ke-496

22 June 2023   |   17:36 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Hari ini 22 Juni 2023, masyarakat memperingati hari ulang tahun Jakarta yang ke-496. Mengusung tema 'Jadi Karya untuk Nusantara, momen ini diharapkan dapat memacu kesiapan Jakarta dalam mengoptimalkan sumber dayanya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta pemantik kemajuan bagi daerah lain di Indonesia. 

Mengutip dari laman resmo Pemprov DKI, HUT Jakarta ke-496 juga bertujuan untu menyemarakkan hari jadi Kota Jakarta dengan semangat bersinergi. Menyambut transisi dari Ibu Kota Negara menjadi kota global yang nyaman, aman, dan kondusif bagi seluruh warga.

Berdasarkan sejarahnya, sejak Proklamasi Kemerdekaan RI pada 1945, Jakarta telah menjadi pusat kegiatan politik dan pemerintahan. Kemudian secara resmi Jakarta menjadi Ibu Kota Negara pada tahun 1966. Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta makin berkembang dengan pesatnya pembangunan lokasi bisnis, dan lainnya.

Nanti pun setelah tidak menjadi ibu kota lagi, Jakarta diharapkan akan tetap bersinar dengan julukannya sebagai kota kreatif dan kota budaya. Terlebih pada 2021 lalu, Jakarta pernah dinobatkan sebagai City of Literature yakni salah satu kota kreatif dunia di bidang literatur oleh UNESCO.

Baca juga: Kemenparekraf Dorong Kabupaten Bantul Jadi Kota Kreatif UNESCO, Ini Alasannya

Senada dengan hal tersebut, Danton Sihombing, Ketua Dewan Kesenian Jakarta juga memaparkan bahwa sejauh ini Jakarta memiliki potensi besar sebagai kota kreatif dan kota budaya. Dalam konteks kota budaya, Jakarta punya sejarah panjang dengan budaya Betawi-nya yang terus dilestarikan sampai sekarang.

Sementara itu, dalam konteks sebagai kota kreatif, Jakarta secara serius digarap untuk memacu potensi dalam aspek seni budayanya. Misalnya dilihat dari adanya sejumlah lembaga seni, pengukuran secara ekonomi, anggaran, ketersediaan fasilitas, dan ekosistemnya.

Pertama, dengan dibentuknya lembaga-lembaga seni, seperti Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), diharapkan bisa menghasilkan kegiatan kesenian dengan standar dan kualitas yang baik. Menurutnya, sejauh ini kegiatan seni budaya di 5 wilayah administratif Jakarta, termasuk pulau seribu cukup giat dan hidup, kecuali saat pandemi.

"Mulai dari seni teater, pertunjukan tari, musik, film, sastra, sampai seni rupa sudah berkontribusi meningkatkan nilai ekonomi kreatif," kata Danton.

Namun kegiatan seni tentu tak bisa dilaksanakan tanpa adanya anggaran untuk memfasilitasi terselenggaranya acara tersebut. Danton memaparkan, sejauh ini ada dana yang dikucurkan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

"Diharapkan dana itu bisa lebih mengoptimalkan kegiatan seni dan budaya di Jakarta,” kata Danton.

Kemudian dari segi ketersediaan ruang seni, Jakarta sendiri punya TIM (Taman Ismail Marzuki) dan sejumlah gelanggang remaja. Namun, menurutnya sejauh ini fasilitas seni di Jakarta belum terkelola dengan benar, baik dari segi kelayakan ruang maupun manajemen pengelolanya.

Terakhir yang tak kalah penting, menurutnya ekosistem seni dan budaya ini juga harus tumbuh, serta adanya rasa saling keterhubungan dan keterikatan untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota kreatif dan kota budaya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

4 Kiat Padu Padan Gaya Busana Biar Tampil Modis

BERIKUTNYA

Yuk, Keliling UI dengan Sepeda Listrik Beam

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: