Yoga menjadi olahraga yang tepat untuk lutut Lansia. (Sumber gambar: Freepik)

4 Jenis Olahraga untuk Mengatasi Nyeri Lutut pada Lansia

17 June 2023   |   19:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ragam penyakit kerap menghampiri orang lanjut alias lansia. Salah satu permasalahan yang paling umum adalah berkurangnya struktur dan kekuatan tulang. Tentu kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup mereka, terutama terbatasnya gerak dan aktivitas. 

Konsultan Lutut dan Panggul dari Eka Hospital BSD dr. Jamot Silitonga menerangkan lansia kerap mengalami nyeri pada lutut sehingga mereka sulit melakukan aktivitas seperti naik turun tangga. Nyeri timbul akibat sendi lutut mereka mengalami penurunan. 

Adapun sendi lutut menghubungkan antara tulang paha dan tibia (tulang kering). Fungsinya yakni sebagai penopang tubuh ketika berdiri diam maupun bergerak berjalan. Jamot menerangkan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan nyeri lutut kronis pada lansia. Namun, sebagian besar rasa nyeri pada lutut biasanya datang dari penyakit sendi degeneratif bernama osteoartritis (osteoarthritis). 

Baca juga: Awas, Aktivitas Sehari-hari ini Bisa Bikin Cedera Lutut
 

(Sumber: Wikimedia Commons/BruceBlaus)

(Sumber: Wikimedia Commons/BruceBlaus)

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang memburuk dari waktu ke waktu, seringkali mengakibatkan nyeri kronis. Kondisi ini menyebabkan bantalan pelindung tulang rawan mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, sehingga menyebabkan peradangan pada area sendi, terutama pada lansia yang sudah berumur.

“Seseorang akan lebih berisiko terkena Osteoartritis apabila mereka kelebihan berat badan, pernah mengalami cedera lutut, atau memiliki riwayat keluarga dengan osteoartritis,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Sabtu (17/6/2023).

Nyeri lutut juga bisa disebabkan cedera seperti robek tendon dan patah tulang, kemudian dislokasi sendi hingga tipe arintits lainnya seperti gout (asam urat). Lantas apakah masih bisa diobati?

Jamot memastikan nyeri lutut yang kronis pada lansia masih bisa diobati terlepas dari usia mereka. Kendati demikian, itu semua memerlukan penanganan langsung dari dokter. 

Dokter dapat merekomendasikan beberapa metode pengobatan, mulai dari konsumsi obat-obatan untuk mengurangi gejala nyeri dan pembengkakan. Selain obat-obatan, latihan fisioterapi ataupun olahraga juga bisa menjadi pilihan dalam mengembalikan kekuatan otot-otot di sekitar persendian serta meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot.

Menurutnya, latihan fisik tak hanya dapat menjaga kesehatan tulang pada lansia, tetapi juga dapat mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh gangguan degeneratif seperti osteoartritis. Sebagai rekomendasi, berikut beberapa olahraga untuk mengatasi nyeri lutut pada lansia.
 

1. Berjalan

Salah satu bentuk olahraga yang mudah untuk dilakukan dan diakses adalah berjalan. Jamot menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih kekuatan otot dan tulang. Dia menyarankan untuk berjalan 6.000 hingga 8.000 langkah per hari. Untuk lansia dengan kondisi tertentu, dapat mengambil jumlah target langkah yang lebih kecil sesuai rekomendasi dokter.
 

2. Berenang

Berenang menjadi olahraga ideal buat lansia yang mengalami penyakit sendi. Hal ini karena daya apung di dalam air dapat mengurangi tekanan pada persendian. Selain itu, air menghadirkan ketahanan alami, yang membantu menopang beban dalam latihan meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan dengan tekanan minimal pada tubuh. 
 

3. Yoga

Yoga adalah bentuk latihan yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot, mobilitas, keseimbangan, dan fleksibilitas. Semuanya merupakan aspek kesehatan penting bagi lansia. 

Beberapa lansia yang kondisinya sudah cukup lemah mungkin butuh melakukan yoga di kursi. Tak perlu khawatir karena dengan panduan serta teknik yang tepat, yoga dapat memberikan segudang manfaat untuk kesehatan tulang dan otot, sekalipun dilakukan dari kursi sambil duduk. 
 

4. Senam dengan Intensitas Sedang

Senam juga bisa menjadi pilihan para lansia untuk melatih kekuatan sendi dan otot-otot. Tanpa membutuhkan alat maupun persiapan yang rumit, senam bisa digunakan untuk menangkal efek atrofi otot pada orang dewasa yang lebih tua serta meningkatkan kepadatan tulang.

Idealnya, berolahraga untuk lansia bisa dilakukan setidaknya 150 menit seminggu (misalnya, 30 menit sehari, 5 hari seminggu) dengan aktivitas intensitas sedang. Namun sebaiknya seluruh bentuk olahraga sudah dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. 

Baca juga: Jangan Asal, Cek 5 Aktivitas & Olahraga yang Tepat Untuk Lansia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Messi Absen di Laga Kontra Indonesia, Masih Ada 7 Bintang Argentina Ini

BERIKUTNYA

2 Tahun 5G Eksis di Indonesia, Sejauh Mana Perkembangannya? 

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: