Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023. (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P)

Luhut Bilang This Country is Not Ecek-ecek ke Bos TikTok, Apa Arti Ecek-ecek?

15 June 2023   |   15:36 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Ada kalimat menarik yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat mendatangi TikTok SEA Impact Forum 2023 di Jakarta, Kamis (15/6/2023). Di hadapan Bos TikTok Shou Zi Chew, Luhut bilang “This Country is Not Ecek-ecek”.

Luhut mengeluarkan ucapan itu saat memaparkan kondisi investasi dan digitalisasi di Indonesia pada pembukaan acara tersebut. Menko Marives ini tampak cukup percaya diri bahwa kekuatan digital Indonesia juga tak kalah saing.

Dalam pemaparan materi tersebut, Menteri juga menyebut bahwa ekonomi digital Indonesia berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir. Sektor swasta khususnya perusahaan teknologi menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Di hadapan Bos TikTok, Luhut juga pamer bahwa Indonesia memiliki setidaknya 13 startup lokal berkelas Unicorn yang kini ada di dalam negeri. Dia ingin menegaskan bahwa perusahaan teknologi berkembang masif di Indonesia.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ekonomi digital Indonesia juga terkerek. Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2022 menyentuh angka US$77 miliar. Nilai tersebut masih berpotensi terus naik pada tahun-tahun mendatang.
 

“This Country is Not Ecek-ecek,” ucap Luhut


Pertumbuhan digitalisasi di Indonesia juga tidak hanya didorong oleh sektor swasta. Pemerintah juga punya andil besar dalam proses tersebut. Tidak hanya mendukung ekosistem yang ada, tetapi juga ikut menciptakan program-program kekinian yang sudah berbasis digital.

Luhut mencontohkan langkah pemerintah saat menghadapi pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah menciptakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai respons dan upaya Indonesia menanggulangi pagebluk. Aplikasi tersebut memiliki 105,3 juta orang.

Lalu, ada juga Kartu Prakerja yang digunakan oleh 14,9 juta orang. Di sektor pendidikan, juga ada Kampus Merdeka yang digunakan oleh 13,7 juta orang.
 

CEO TikTok Shou Zi Chew bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023. (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P)

CEO TikTok Shou Zi Chew bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023. (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P)

 

Kenapa Luhut Memakai Frasa Ecek-ecek?

Dengan berbagai data yang disebut oleh Luhut, Menko Marives itu seperti ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukanlah negara yang lemah dalam hal teknologi digital. Namun, mengapa Luhut lebih memilih kata ecek-ecek untuk penggambaran tersebut?

Ahli Bahasa Forensik Wahyu Wibowo mengatakan bahwa penggunaan frasa ecek-ecek tidak bisa dilepaskan dari tanah kelahiran Luhut, yakni Sumatra Utara. Di wilayah tersebut, frasa ecek-ecek memiliki arti “main-main atau pura-pura”.

Oleh karena itu, Luhut tampaknya ingin menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara yang diurus secara main-main, terutama dalam konteks digital tersebut. Dia ingin menerangkan bahwa selama ini Indonesia menggarap digitalisasi dengan serius.

“Penggunaan frasa tersebut diperlukan oleh si pembicara untuk menekankan sesuatu. Dan kalau ditarik kenapa mengambil bahasa Medan [Sumatra Utara, Red]? Bisa jadi karena Pak Luhut ingin menegaskan sesuatu tersebut dengan mengambil bahasa ibu [bahasa tanah kelahirannya, Red],” jelas Wibowo kepada Hypeabis.id.

Pemilihan frasa menggunakan bahasa ibu memang kerap dilakukan beberapa orang. Salah satu alasannya agar penegasan terhadap sesuatu itu bisa lebih mudah dipahami atau dihayati daripada menggunakan frasa lain yang lebih umum, seperti “main-main” walaupun secara arti punya kesamaan dengan "ecek-ecek".

Baca juga: Tajir Bareng dengan TikTok Affiliate, Memang Bisa?

Bukan hal baru memang fenomena seperti ini. Presiden Joko Widodo juga beberapa waktu lalu menggunakan frasa “cawe-cawe” untuk menegaskan maksud dirinya melakukan sesuatu. Jika Jokowi memakai cawe-cawe, Luhut lebih memilih ecek-ecek. Dua kata yang berasal dari bahasa ibu masing-masing.

Jika ditarik secara lebih luas, Luhut juga sebenarnya bukan kali ini saja menggunakan frasa seperti itu. Frasa itu juga sempat terucap dari Luhut kepada IMF terkait kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor komoditas tambang mentah. Hal serupa juga terjadi saat Luhut memberi pemaparan di 4th Indonesia Fintech Summit (IFS) 2022.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Eksplorasi Musikalitas Penyanyi Jordan Susanto dalam Single Cherry

BERIKUTNYA

Ini 5 Goa Terbesar di Tanah Air yang Menampilkan Pesona Keindahan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: