Jordan Susanto (Sumber gambar: Jordan Susanto Music)

Eksplorasi Musikalitas Penyanyi Jordan Susanto dalam Single Cherry

15 June 2023   |   15:17 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Selepas merilis single Still Drunk pada Maret lalu, solois Jordan Susanto meluncurkan lagu anyar berjudul Cherry. Masih konsisten mengusung nuansa musik soul/R&B, Cherry adalah karya Jordan yang terinspirasi dari musik groovy Motown Records dan Stax Records, dua raksasa musik genre soul pada era 1960 sampai 1970-an di Amerika Serikat.

Selain itu, dia juga memasukkan melodis 'isme' dan gaya penulisan lagu yang diangkat oleh duo John Lennon dan Paul McCartney dari band legendaris The Beatles. Dalam lagu ini, sang penyanyi lagi-lagi menggabungkan unsur modern dan vintage, dengan teknik produksi layering untuk sisi modern, serta menggunakan alat-alat rekaman analog untuk sisi vintage.

Baca juga: Melihat dari Dekat Lokananta Baru, Titik Nol Musik Indonesia

Jordan menuturkan kisah single Cherry diceritakan dari perspektif protagonis pria yang terpikat dengan seorang wanita bernama Cherry ketika tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Akhirnya, mereka pun saling jatuh cinta dan menjalin hubungan. Namun, seiring waktu, sang perempuan justru memaksa kekasihnya itu untuk tetap bersamanya apapun yang terjadi.

"Lagu ini adalah sebuah metafora dari hubungan yang manipulatif dan toxic," kata Jordan.
 

Artwork single Cherry (Sumber gambar: Jordan Susanto Music)

Artwork single Cherry (Sumber gambar: Jordan Susanto Music)

Diakui oleh Jordan, sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu, dia selalu tertarik untuk menulis lagu menggunakan judul dengan nama seorang perempuan. Seperti lagu-lagu dari sejumlah musisi dunia misalnya Layla dari Derek & The Dominoes Eric Clapton, Valerie karya Amy Winehouse/The Zutons, atau Mandy karya Barry Manilow.

"Kebetulan salah satu temen gue namanya enak banget kalau dinyanyiin. Jadi gue mulai menulis lagu ini dari cerita karangan. Kalau diasosiasikan dengan rasa, lagu ini kayak rasa Cherry, jadi pas banget aja,” ujar penyanyi berusia 25 tahun itu.

Dalam menggarap lagu ini, Jordan juga dibantu oleh Taufan Wirzon selaku produser sekaligus mengisi fender bass. Adapun, seluruh vokal dan gitar dinyanyikan dan dimainkan oleh Jordan Susanto, yang dibantu oleh Yoseph Sitompul pada bagian wurlitzer electric piano, Deska Anugrah pada drum, dan Georgie Tanasaleh pada perkusi.
 

Profil Jordan Susanto
Jordan Susanto adalah penyanyi, penulis lagu, dan gitaris kelahiran Jakarta, 13 Desember 1997. Sejak kecil, dia sangat dekat dengan musik. Sejak usia 3 tahun, dia terbiasa mendengarkan lagu-lagu rok klasik yang kerap diputar oleh sang ibunda.

Akhirnya, pada usia 12 tahun, Jordan mulai menguasai alat musik gitar serta mulai menulis lagu dan membentuk band dengan teman-teman sekolahnya. Setelah lulus SMA, dia pun melanjutkan studi sarjana di King's College London sembari tetap nge-band beraliran soul-rock bersama teman-teman satu kampusnya.

Setelahnya, Jordan pun kembali ke Indonesia dan memutuskan untuk berkarier sebagai penyanyi solo. Jangkauan musiknya sangat mendalam. Sebagai seorang yang sensitif, dia bisa mengeksplorasi beragam nuansa dan atmosfer yang berbeda-beda dalam membuat lagu-lagunya.

Karya-karya yang diciptakannya selalu mengajak pendengar untuk merasakan dan menjelajahi pikiran dan emosi mereka masing-masing. Hal itu diakemas dengan iringan musik yang menonjolkan instrumen gitar, piano, dan bass.

Selama beberapa tahun, Jordan mencoba mendalami berbagai referensi musik sehingga memperkaya pengetahuannya musikalitasnya. Karya-karyanya berkutat pada beragam aliran mulai dari klasik, modern soul/R&B, british rock, pop, bahkan blues.  


Editor: Indyah Sutriningrum

 

SEBELUMNYA

6 Moda Transportasi ke Jakarta Fair 2023, Manfaatkan Kendaraan Umum

BERIKUTNYA

Luhut Bilang This Country is Not Ecek-ecek ke Bos TikTok, Apa Arti Ecek-ecek?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: