Padu padan jaket kulit. (Sumber foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Gaya Padu Padan Jaket Kulit untuk Tampilan Stylish

07 June 2023   |   20:17 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di antara fashion item yang terus kembali menjadi tren di tiap musim, jaket kulit merupakan salah satu komponen pokok yang wajib ada di dalam lemari dan dapat dipadu padankan dengan banyak gaya. Mulai dari gaya preppy yang kontemporer hingga klasik dan formal, satu jaket bisa kalian gunakan di berbagai kondisi.

Desain jaket kulit memiliki pola sederhana dengan model desain konvensional dan nyaris tidak banyak perubahan. Padahal, jaket kulit ketika didesain sedemikian rupa dengan pola yang lebih terstruktur dan dikenakan dengan padu padan fesyen yang tepat bisa memberikan kesan stylish dan fashionable.
 
Salah satu desainer yang terbilang cukup sering mendesain dan mengenakan jaket berbahan kulit adalah Fomalhaut Zamel. Pria yang akrab disapa Fomal ini menyukai style jaket kulit dengan gaya urban atau street wear.

Baca juga: Dorong Kulit Garut Naik Kelas, Poppy Dharsono Bawa Koleksi Leather ala Ekspertis Italia

"Biasanya aku memadupadankan gaya jaket kulit dengan item lain. Misalnya menggunakan dalaman long shirt lalu outernya jaket kulit crop dan dipadukan dengan bawahan skinny vintage jeans," tuturnya.

Menurutnya, desain jaket kulit juga bisa dikombinasikan dengan material lainnya seperti bahan denim, kanvas, maupun katun yang memiliki ketebalan serta struktur yang mirip dengan kulit. Bisa juga dibuat dengan tambahan aplikasi embroidery, beads, dan lainnya. Desain itu akan membuat jaket kulit yang selama ini terlihat kaku dan klasik menjadi lebih menarik.
 

Sementara itu, Yumna Shiba desainer muda berusia 18 tahun ini menghadirkan rangkaian koleksi dengan mengambil tema Bikers Collection dalam perhelatan side event New York Indonesia Fashion Week.

Yumna mengatakan bahwa koleksi tersebut diperuntukkan bagi para bikers dengan tampilan rock n roll. Adapun material yang digunakan adalah jaket kulit asli dari domba Garut yang  dibuat dengan desain lebih modern.

Jaket tersebut kemudian dipadupadankan dengan berbagai material lainnya seperti bahan denim, ripstop, drill, serta batik mega mendung. Terdapat 12 koleksi yang dihadirkan terdiri dari enam koleksi untuk pria dan enam untuk wanita dengan mengusung konsep casual maskulin

“Kami membawa koleksi jaket kulit dengan menggunakan motif Mega Mendung yang dibuat dengan detail laser,” tutur desainer termuda dalam rombongan yang dibawa oleh Indonesia Fashion and Art Festival (FIFA) ke pagelaran fesyen tahunan tersebut.

Sementara itu, Poppy Dharsono salah seorang desainer yang memiliki perhatian lebih terhadap produk fesyen berbahan kulit ini telah menjalin kerja sama dan melakukan pembinaan kepada para perajin maupun UMKM yang memproduksi fesyen berbahan kulit yang lebih berkualitas

Tidak tanggung-tanggung, Poppy juga mengundang  ekspertis dari Milan untuk membantu meningkatkan keterampilan para perajin kulit dari daerah Garut.

Seperti diketahui bahwa Garut dikenal sebagai daerah penghasil material kulit atau leather dengan kualitas terbaik. Namun kulit-kulit tersebut banyak yang diekspor sehingga kulit yang digunakan oleh para perajin atau UMKM seringkali memiliki kualitas yang kurang baik.
 

Koleksi Jaket Kulit dari Poppy Dharsono (sumber gambar : JIBI/ Eusebio Chrysnamurti)

Koleksi Jaket Kulit dari Poppy Dharsono (sumber gambar : JIBI/ Eusebio Chrysnamurti)


Tak hanya dari segi kualitas, desain dan potongan jaket kulit yang dibuat oleh para UMKM tersebut dibuat secara sederhana dan tidak memiliki pola yang tepat sehingga produk fesyen yang dihasilkan pun desainnya hampir sama semua antara perajin satu dan lainnya.

Padahal industri kulit di Garut telah dimulai sejak 1921, tetapi hingga lebih dari satu abad ini tidak banyak perubahan baik dari segi desain maupun kualitas bahan.

“Maka ini harus ditingkatkan, baik dari segi desain maupun kualitas bahan. Sebab, selama ini mereka membuatnya secara otodidak, potongan pun belum memiliki standar, pola untuk jaket laki-laki dan perempuan pun dibuat sama,” tuturnya.

Untuk itulah, Poppy bersama Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ingin mendorong agar produk fesyen berbahan kulit dari Garut dapat naik kelas dan bisa diterima di kancah internasional. Caranya dengan memberikan dukungan dari sisi teknikal dan keterampilan sehingga bisa memproduksi fesyen dengan desain yang lebih stylish.

Poppy sendiri telah beberapa kali menghadirkan fesyen show dengan menggunakan material dari bahan kulit yang berasal dari Garut, salah satunya dalam perhelatan Indonesia Fashion Week 2023. Terdapat 24 koleksi yang ditampilkan dengan menjalin kolaborasi bersama UKM fashion kulit di Garut.

Pakaian yang ditampilkan menggunakan model klasik dalam desain berupa jaket dengan outer yang variatif seperti long blazer hingga crop jacket dengan dominasi warna coklat dan hitam. Menariknya, Poppy memadukan antara jaket kulit dengan batik dan sepatu bot sehingga memberikan kesan yang lebih elegan dan seksi.

“Model klasik tidak masalah yang penting dibuat dengan pola dan potongan yang terstruktur sehingga desain yang dihasilkan bisa lebih eksploratif,” tuturnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Netflix Rilis First Look Rebel Moon, Film Sci-fi Karya Zack Snyder

BERIKUTNYA

Misi Pondok Pesantren Modern Sahid Mencetak Generasi Unggul yang Islami

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: