Ilustrasi kuku sehat (dok. Pexels)

Kenali Finger Clubbing Sebagai Tanda Kanker Paru

22 July 2021   |   13:11 WIB

Kanker masih menjadi penyakit yang paling ditakuti karena mengancam jiwa para penderitanya, termasuk kanker paru. Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di satu atau kedua paru-paru. Biasanya kanker ini tidak menunjukkan gejala yang jelas pada stadium awal. 

Kendati demikian, menurut WebM perubahan ukuran jari bisa menjadi gejala utamanya. Beberapa tumor paru-paru membuat bahan kimia seperti hormon. Salah satunya mendorong lebih banyak darah dan cairan ke jaringan di ujung jari sehingga terlihat lebih tebal atau lebih besar dari biasanya.

“Kulit di sebelah kuku mungkin tampak berkilau, atau kuku mungkin melengkung lebih dari biasanya saat Anda melihatnya dari samping. Ini tidak umum, tetapi jari tabuh (finger clubbing) sangat terkait dengan kanker paru-paru,” tulis situs kesehatan itu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, finger clubbing juga dikenal sebagai jari stik drum dan jari hipokrates karena pertama kali dijelaskan oleh Hippocrates hampir 2500 tahun yang lalu pada pasien dengan empiema.

Kelainan bentuk jari dan kuku tangan yang membulat ini memang dikaitkan berbagai kondisi klinis termasuk bronkiektasis, kanker paru-paru, sirosis hati, dan penyakit jantung bawaan sianotik.

“Pada orang dewasa, neoplasma ganas paru-paru adalah penyebab utama clubbing paru, berkontribusi pada hampir 90 persen kasus,” tulis penelitian itu. 

Di antara berbagai jenis keganasan toraks, kanker paru-paru bertanggung jawab atas 80 persen kasus finger clubbing, sedangkan tumor pleura dan pertumbuhan intratoraks dan mediastinum lainnya masing-masing berkontribusi pada 10 persen dan 5 persen kasus.

Direktur Nail Disorders Clinic di Oregon Health and Science University Dr Phoebe Rich mengatakan tanda peringatan lain dari kanker paru-paru meliputi batuk yang tidak hilang setelah dua atau tiga minggu, batuk berkepanjangan yang semakin parah, infeksi dada yang terus datang kembali, batuk darah.

Kemudian sakit atau nyeri saat bernafas atau batuk, sesak napas terus-menerus, dan kelelahan terus-menerus atau kekurangan energi.

Editor: Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Sobat Gemoy, Begini Cara Agar Anabul Tidak Dehidrasi

BERIKUTNYA

Ini Dia Fitur-Fitur Canggih Instagram yang Dirilis 2021

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: