Model memperagakan busana dalam pertunjukan bertema Nusantara Heritage saat berlangsungnya Indonesia Fashion Week (IFW) 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (25/2/2023). (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Menparekraf Dorong Perajin Bali Tingkatkan Nilai Tambah Pada Produk Fesyen

18 May 2023   |   13:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Tekstil adalah salah satu industri paling dasar di dunia dan seringkali menjadi landasan kemajuan ekonomi di sebagian besar negara berkembang. Persaingan tinggi membuat produsen tekstil menghadapi tantangan besar untuk menawarkan proposisi nilai yang unik dan membedakan produk mereka dari yang lain.

Kenyataan itu membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku ekonomi kreatif subsektor fesyen di Kota Denpasar, Bali, untuk meningkatkan nilai tambah produk yang dimiliki agar kian berdaya saing tinggi.

Menurutnya, upaya pemberian nilai tambah terhadap produk yang dimiliki, khususnya fesyen menjadi salah satu bentuk inovasi dan kreasi para pelaku usaha agar kian kompetitif pada era digital. Langkah itu diperlukan mengingat persaingan usaha sangat ketat, baik di pasar lokal maupun internasional.

Baca juga: Menyulap Limbah Kain Jadi Fesyen yang Inovatif

“Nilai tambah juga harus ada dalam hal promosi dan pemasaran,” katanya dalam siaran pers yang diterima Hypeabis.id. 

Promosi dan pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif sampai dengan saat ini. Kondisi itu membuat pemerintah terus melakukan pelatihan dan pendampingan. 

Sandiaga juga menilai para pelaku ekonomi kreatif, khususnya fesyen, di dalam negeri untuk membangun citra mengenai produk yang dimiliki atau branding yang kuat. Sementara itu, hak kekayaan intelektual juga tidak boleh dilupakan oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif. 

Menurutnya, Kota Denpasar yang sudah terbentuk sebagai Kabupaten/Kota Kreatif diharapkan dapat menjadi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada masa yang akan datang. 
 

“Saya akan mendorong rencana aksi ini agar lebih komprehensif dan para pelaku ekonomi kreatif di sini harus menjadi aktor yang aktif, untuk membangun daerah karena ekraf ini bisa mendorong penciptaan lapangan kerja enam kali lipat lebih banyak dari sektor-sektor lain termasuk manufaktur,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kota ini juga memiliki keragaman alam dan budaya dengan ekosistem yang bermacam-macam. Subsektor fesyen menjadi unggulan di antara ekosistem itu. 

Kondisi itu dapat terlihat dari berbagai produk ekonomi kreatif yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Di daerah ini juga terdapat Desa Wisata Serangan.


Proyek Percontohan

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi Bali menjadikan daerah yang terkenal dengan sebutan Pulau Dewata sebagai pilot project penguatan Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif

Peluncuran World Intellectual Property Organization (WIPO) merupakan salah satu wujud program tersebut dan bertujuan mendukung ketahanan dan keberlanjutan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di dalam negeri, khususnya skala UMKM, dalam menghadapi tantangan terkait legalitas, manajemen kekayaan intelektual, branding, dan desain.

“...Ini merupakan sejarah baru dengan WIPO dalam penguatan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku parekraf di Bali, khususnya di bidang spa dan kerajinan tangan atau kriya. Harapannya kita bisa meningkatkan nilai tambah produk-produk pelaku ekraf sehingga target penciptaan 4.4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024 bisa tercapai,” kata Sandiaga.

Program ini akan menunjukkan peran kekayaan intelektual dalam inovasi, kewirausahaan, dan investasi di bidang pariwisata dengan membimbing dan memfasilitasi pengusaha terpilih untuk pendaftaran dan komersialisasi.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Strategi Kenangan Brands Jadi Perusahaan Berkelanjutan yang Profitable

BERIKUTNYA

Masuk Kategori Gangguan Mental, Kenal Gejala & Cara Mengobati Kleptomania

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: