Sri Astari, Armors for the Soul. (stainless steel mash, 165x100x5 cm, 2017). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Kembali Dibuka, Begini Kronologi Kekisruhan Pameran Seni Rupa di Sarinah

17 April 2023   |   13:42 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Kabar menggembirakan kembali datang dari dunia seni di Indonesia. Sebab, kegiatan pameran seni rupa kontemporer di Gedung Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat yang sempat ditutup beberapa hari lalu  kembali dibuka untuk umum pada Senin, (17/4/23).

Kabar tersebut diwartakan oleh manajemen PT Sarinah melalui akun Instagram resmi @artina_sarinah. Sebelumnya pameran temporer bertajuk Artina#2 Matrajiva dinyatakan tutup sementara karena ada kendala teknis, padahal pameran harusnya masih berlangsung hingga 31 Mei 2023.

Baca juga: Pameran Artina Jilid 2 Angkat Tema Mantrajiva, Tampilkan Koleksi Karya Bertema Spritualitas

"Artina Sarinah #2: Matrajiva Kembali dibuka. Senin, 17 April 2023 pukul 10.00-21.00 WIB. Gedung Sarinah Lantai 6. Dapatkan tiketnya segera dengan klik link di bio sekarang," tulis unggahan tersebut pada Minggu, (16/4/23) malam.

Saat dilakukan pengecekan oleh Hypeabis.id, tiket juga sudah bisa dipesan secara online. Tak hanya itu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mereka menyatakan bahwa kegiatan pameran sudah beroperasi seperti semula." Iya kami sudah beroperasi seperti semula dengan jam operasional yang sama," papar Artina.

Direktur Artistik, Artina-Sarinah, Heri Pemad pun sebelumnya sempat menyatakan keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh manajemen Sarinah. Dia menilai direksi Sarinah telah melakukan penutupan secara sepihak terhadap pameran tersebut.

Padahal, menurut Heri, pada dua pameran terakhir yang berlangsung di lantai 6 Gedung Sarinah, disebut telah mengusung nama mereka yakni Artina-Sarinah. Dia pun menuturkan bahwa direksi Sarinah berjanji akan mencarikan dana sponsor untuk menanggung biaya tersebut.

"Saya tidak terima dengan cara yang mereka yang seperti ini. Sejatinya, Artina-Sarinah juga menjadi tanggung jawab Sarinah," kata Heri dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/4/23).
 


Berdasarkan hal itu, Heri pun merasa pihaknya telah diperas karena direksi Sarinah terkesan lepas tangan dari tanggung jawab atas nama Artina-Sarinah. Padahal, menurut Heri keberadaan pameran seni kontemporer tersebut merupakan permintaan manajemen Sarinah.

"Mereka juga menjanjikan bantuan untuk pembiayaan kegiatan seni rupa yang saya gagas bersama teman-teman. Tapi, yang terjadi sekarang adalah penutupan paksa," pungkas Heri.

Penutupan pameran seni di Sarinah juga sempat direspon oleh Goenawan Mohamad. Perupa sekaligus penyair itu menumpahkan kritiknya dalam cuitan di Twitter pada Sabtu, 15 April 2023.

"Ditutup! Tak akan ada lagi pameran seni rupa di Artina, di Gedung Sarinah, Jakarta.  Pengelola Sarinah menghentikan kegiatan yg bermutu itu hanya bbrp bulan mereka undang para seniman berpameran. Pertimbangan komersial telah mencekik perkembangan kesenian," cuit Goenawan Mohamad.

Tak hanya itu, buntut dari penutupan tersebut kurator seni Amir Sidharta pun mengajak masyarakat untik mendatangani petisi pembukaan pameran Artina Sarinah #2: Matrajiva. Namun, belum sampai satu kali dua puluh empat jam akhirnya pameran dibuka kembali oleh manajemen Sarinah.


Respon Manajemen PT Sarinah

Beberapa hari setelah kekisruhan tersebut manajemen PT sarinah pun akhirnya buka suara. Mereka menyatakan bahwa pihaknya melakukan kerja sama dengan kurator Artina Sarinah, Heri Permad, melalui entitas perusahaan PT Moktika Trikarya Indonesia (Mojisa Creative). 

Adapun, kontak kerja sama tersebut berkaitan dengan penyediaan ruang seni di lantai 6 Gedung Sarinah seluas 1.800 meter persegi. Kerja sama dilakukan dengan skema sewa-menyewa berdasarkan harga kompetitif yang sudah disepakati bersama.

Mereka juga menjelaskan bahwa usaha mendapatkan sponsor merupakan kewajiban PT Moktika Trikarya Indonesia. PT Sarinah pun telah melakukan berbagai upaya untuk mencarikan sponsor dari berbagai pihak dan mendapat sponsor lebih dari Rp10 miliar.

"PT Moktika Trikarya Indonesia memiliki kewajiban kepada PT Sarinah yang belum dipenuhi senilai Rp 3,5 Milyar. Jumlah tersebut antara lain mencakup biaya security deposit, sewa ruangan, belanja modal, dan pemakaian listrik," kata Sarinah  dikutip Senin, (17/4/23).

Adapun, dari kegiatan pameran PT Moktika Trikarya Indonesia kan mendapat revenue dari tiket masuk dan penjualan karya seni. Manajemen Sarinah pun mengaku telah berkomunikasi intensif dengan PT Moktika Trikarya Indonesia. 

Sarinah pun menyadari sebagai Panggung Karya Indonesia, mereka akan mendukung dan berpihak kepada seni budaya nasional. Namun, Sarinah juga bertanggung jawab penuh sebagai perusahaan yang mempunyai tata kelola yang baik dan memperhatikan aspek komersial di dalamnya.

"Sarinah meyakini dengan dialog dan semangat musyawarah, para pihak dapat menemukan solusi penyelesaian yang saling mendukung dan saling menguntungkan," tutup Sarinah.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Review Game Lokal Rendezvous, Cerita di Neo Surabaya Bergaya Cyberpunk 

BERIKUTNYA

Cerita Menarik dan Menyentuh Hati di Balik Sajian Menu Restoran August Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: