La MBOH (2022), 22 cm x 17 cm x 5 cm, acrylic on fiberglass, pameran Owalah dari Daniel Kho di Bentara Budaya, Jakarta (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andares

Warna-warni Kritik Sosial Seniman Daniel Kho dalam Pameran bertajuk Owalah

20 January 2023   |   06:59 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Seniman Daniel Kho kembali mengajak orang-orang untuk merasa bahagia dengan karya-karyanya. Perupa serba bisa itu menggelar pameran tunggalnya bertajuk Owalah di Bentara Budaya Jakarta hingga 26 Februari 2023. Menjadi lanjutan dari koleksi sebelumnya, pameran ini kembali menghadirkan karya-karya khas Daniel yang penuh warna.

Setidaknya ada 50 karya yang ditampilkan dalam pameran ini mulai dari lukisan, patung, instalasi, ukiran, hingga karya media campuran (mixed media). Meski tidak mudah didefinisikan secara narasi, karya-karya Daniel cukup memikat lantaran kekayaan warna yang menjadi kekuatannya. Hingga hari ini, dia telah menggunakan sebanyak 120 warna. 

Baca juga: Menelusuri Imaji Seniman Jepang Chiharu Shiota dalam Pameran The Soul Trembles

Menariknya, pada seluruh karyanya, dia menampilkan figur ciptaannya yang merupakan campuran dari makhluk mitologi, dewa-dewi, wayang kulit, dan tokoh kartun. Dinamai sebagai makhluk ethno-extraterrestial-pop, figur tersebut tampil layaknya makhluk asing (alien) yang menjadi ikonik dalam karya-karyanya.

Saat ditemui di sela-sela acara pembukaan pameran, Kamis (19/1/2023) malam, Daniel Kho menjelaskan bahwa figur ciptaannya itu terinspirasi dari naga yang menurutnya merupakan hewan fiktif dan tidak pernah ada dalam kehidupan nyata.

Meski begitu, menariknya, di Asia, naga dihormati menjadi simbol pembawa kebahagiaan. Sementara di Eropa, naga justru kerap dicitrakan sebagai makhluk jahat yang harus dilawan bahkan dibunuh. Dari situ, Daniel menyimpulkan bahwa naga laiknya manusia yang memiliki dualisme, sisi bahagia dan tidak bahagia.

"Maka dari itu saya buat [naga] yang lebih bewarna-warni. Kita bahagia saja lah," katanya kepada Hypeabis.id.
 

Journey (2022), 130 cm x 140 cm, mocotow acrylic on canvas (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Journey (2022), 130 cm x 140 cm, mocotow acrylic on canvas (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)


Dalam setiap pamerannya, Daniel memang kerap menggunakan kata-kata yang nyeleneh dan cenderung meledek. Judul-judul beberapa pamerannya sebelumnya kerap diambil dari kosakata bahasa Jawa seperti mboh, dobos, dan kini oalah. Secara tidak langsung, makna di balik istilah-istilah itu menjadi dasar dari sikap berkaryanya.

Meski terkesan main-main, karya-karya yang dibuat Daniel berangkat dari kegelisahannya yang justru dalam pada kehidupan saat ini. Namun, dia memang tidak ingin menampilkan dan menegaskan kekecewaannya pada kehidupan secara muram. Sebaliknya, dia ciptakan dunia yang ideal menurutnya lewat kanvas dan berbagai media lain.

Karena alasan itulah, hampir di setiap karyanya, Daniel tidak pernah memasukkan figur manusia. Menurutnya, manusia adalah makhluk yang paradoks. Manusia adalah makhluk paling berakal namun karenanya juga paling destruktif di dunia, baik pada sesamanya, makhluk hidup yang lain dan lingkungan.

Menurut kurator Asmudjo Jono Irianto, karya-karya Daniel berusaha memvisualisasikan dunia utopis yang ideal sekaligus membagikan ketegangan yang merupakan buah dari pandangan sinisnya melihat situasi dan perilaku manusia, sekaligus terhadap situasi medan seni rupa kontemporer.

Selain itu, karakteristik Daniel yang agak dugal, eksentrik, dan menyukai petualangan, turut mendorongnya pada akhirnya mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan mitos, atau pandangan-pandangan ganjil mengenai asal-usul keberadaan manusia di dunia.

"Tapi yang menarik, dia tidak merepresentasikan persoalan-persoalan itu di lukisannya. Justru karya-karyanya ngepop dan gembira, yang berkaitan dengan warna," ucapnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Tayang Jelang Imlek, Yuk Intip 5 Fakta Film Sakra Karya Teranyar dari Donnie Yen 

BERIKUTNYA

.Feast Gelar Tur Konser Multisemesta, Bandung Jadi Kota Pertama

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: