Salah satu membuat batik adalah dengan cara menulis atau yang biasa disebut batik tulis (Sumber gambar ilustrasi: unsplash/Ed Us)

Kemenparekraf Siapkan Standar Kompetensi Batik untuk Tingkatkan Kualitas SDM

12 December 2022   |   07:34 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama sejumlah pemangku kepentingan sedang menyiapkan standar kompetensi kreasi batik, dan meminta berbagai pihak untuk berkolaborasi mendukung pengembangan batik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa standar kompetensi kreasi batik yang sedang disiapkan adalah untuk mengembangkan industri batik nasional.

Baca juga: Batik Danar Hadi Siap Gelar Rangkaian Fashion Show dengan Tema Cita Loka, Catat Jadwal & Lokasinya

“Kemenparekraf bersama stakeholder terkait sedang menyiapkan standar kompetensi kreasi batik,” katanya dalam rilis yang diterima Hypeabis.id.

Dia menuturkan tujuan penyusunan standar kompetensi kreasi batik itu adalah guna meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia pengusaha batik dan meningkatkan sinergi antara stakeholder dalam pengembangan batik.

Menurutnya, industri batik memiliki potensi dan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Industri ini mampu menyerap 200.000 tenaga ekrja pada 47.000 unit usaha batik di 101 sentra di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, pasar mancanegara juga tercatat sangat berminat terhadap produk batik Indonesia. Menurutnya, nilai ekspor batik pada 2021 mencapai US$46,24 juta.

Saat hadir di acara Dialog KADIN Surakarta: Solo Sebagai Destinasi MICE Berkarakter Budaya di Kota Solo, dia melakukan dialog untuk meningatkan meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) dan juga pengembangan batik di Kampung Laweyan guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menurutnya, kota Solo merupakan wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk destinasi unggulan MICE di tanah air. Kondisi ini dapat terlihat dari keberhasilannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan beberapa event, dari tingkat nasional sampai dengan internasional.

Event-event itu seperti International Wellness Tourism Conference and Festival 2022 dan ASEAN Paragames Solo 2022.

"Ke depan kita bisa rancang bersama berbagai penyelenggaraan kegiatan internasional. Kita akan melakukan revitalisasi terutama dalam penyelenggaraan MICE, penyelenggaraan kegiatan yang lebih ditingkatkan untuk menjadikan Solo sebagai destinasi event internasional," katanya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga bisa membuat konferensi internasional tentang batik mengingat peminatnya yang sangat besar.

Untuk diketahui, penetapan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober tidak terlepas dari keputusan United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO) yang memutuskan batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda warisan manusia atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Dikutip dari laman UNESCO, batik menjadi Daftar Representatif Budaya Tak Beda Warisan Manusia lantaran teknik, simbolisme, dan budaya seputar pakaian katun dan sutra yang diwarnai dengan tangan, meresapi kehidupan orang Indonesia dari awal hingga akhir hayat.

UNESCO menuliskan bahwa keragaman pola yang luas pada batik Indonesia mencerminkan berbagai pengaruh. Mulai dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan burung phoenix Cina, hingga bunga sakura Jepang, serta burung merak India atau Persia.

“Seringkali diturunkan dalam keluarga selama beberapa generasi, kerajinan batik terjalin dengan identitas budaya masyarakat Indonesia dan, melalui makna simbolis dari warna dan desainnya, mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas mereka,” demikian pernyataan tertulis UNESCO.

Baca juga: Perajin Sebut Batik Mengalami Alih Budaya, Kenapa Ya?

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Ini Kata Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo Tentang Digital Fesyen

BERIKUTNYA

Kabar Duka, Seniman Astari Rasjid Meninggal Dunia 

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: