Pameran Seni & Tutur Perempuan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Yudi Supriyanto)

Pameran Seni & Tutur Perempuan Dorong Korban Kekerasan Berani Berbicara

28 November 2022   |   22:40 WIB

Kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi di dalam negeri membuat seniman peran Nova Eliza bersama dengan para seniman dari beragam bidang melakukan pameran Seni & Tutur Perempuan dengan tema 16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan terselenggara di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai dengan 10 Desember 2022.

Nova Eliza, Creator & Produser pameran Seni & Tutur Perempuan, mengatakan bahwa pameran ini muncul dari rasa empati terhadap masih tingginya korban kekerasan terhadap perempuan dan masih banyak stigma negatif terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan.

"Harapannya ajang ini dapat meningkatkan kesadaran dalam hal suara perempuan di seni dan budaya, dan pengaruhnya terhadap kesetaraan dan hak asasi manusia serta peningkatan peluang kebebasan berpendapat dan berekspresi melalui akses yang lebih besar terhadap sarana ekspresi budaya dan seni sekaligus menciptakan ruang aman bagi perempuan," katanya di Tangerang, Banten, pada Senin, (28/11/2022).

Baca juga: Cek Agenda Pameran Sepanjang Desember 2022

Pameran ini memadukan 16 perempuan pekerja seni Indonesia dengan beragam gagasan, ekspresi, menyuarakan kegelisahan terkait isu-isu perempuan yang selama ini kerap berkembang di masyarakat. Mereka bersuara tentang tindakan kekerasan terhadap perempuan.

16 perempuan seniman itu terdiri dari penulis, perupa, pendongeng, aktor, penari, pemusik, pelukis, sutradara, dan sebagainya. Perempuan seniman itu di antaranya adalah Melly Goeslaw, Donna Agnesia, Hana Madness, Ayushita, Ussy Sulistiawati, Melanie Subono, Jihan Husein, Nia Dinata, Ningrum Syaukat, Rita Tila, Ruth Marini, dan sebagainya. 
 

Dia menambahkan bahwa pemilihan jumlah 16  perempuan, 16 suara, dan 16 kekuatan dalam tema pameran ini karena bertepatan dengan kampanye internasional 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Tidak hanya itu, pemilihan 16 seniman dalam ajang ini juga karena keterbatasan waktu yang dimiliki. 

Menurutnya, terdapat keinginan lebih banyak dari 16 orang seniman yang terlibat karena ingin melibatkan seniman-seniman lain di lini yang berbeda agar mereka ikut terlibat dan speak up terkait isu kekerasan terhadap perempuan. Jadi, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan berusaha mengumpulkan lebih banyak lagi atau bisa jadi dengan tema yang berbeda. 

Di ajang Seni & Tutur Perempuan juga dipamerkan karya fotografi dari fotografer Nurulita dan video Riani Singgih. Nova menuturkan bahwa karya seni dalam bentuk fotografi dan video dipilih lantaran ajang ini menggabungkan 16 seniman untuk bersuara pada waktu yang bersamaan.

Fotografi menjadi pilihan lantaran para penikmat dapat melihat langsung emosi figur perempuan seniman di dalam foto. Penikmat seni dapat langsung menangkap makna di balik foto-foto yang dipamerkan di ajang ini. Sedangkan penggunaan video karena karakteristik video yang memiliki suara dan visual. 

"Dengan karakteristik itu, wanita seniman yang terlibat di ajang ini bisa bersuara langsung, dan dapat mentriger perempuan lainnya untuk lebih bersuara. Karena mereka public figure, seniman, suaranya lebih didengar," katanya.

Dia menambahkan bahwa proses pembuatan karya fotografi dan video di pameran ini memakan waktu dua bulan. Menurutnya, sang fotografer dan sutradara memiliki kepekaan dan mampu menerjemahkan apa yang ingin diungkapkan oleh Nova yang saat proses pembuatan berada di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang mengatakan bahwa terdapat terdapat lebih dari 40.000 kasus kekerasan seksual sepanjang 2012 - 2021. Sementara itu, sepanjang 2022, Komnas Perempuan menerima lebih dari 4.000 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan lebih dari setengahnya adalah kekerasan seksual. 

Menurutnya, korban kekerasan membutuhkan perlindungan, pemilihan,  ruang aman, dan penanganan kasus agar mendapatkan haknya sebagai korban. 

Kasus terhadap kekerasan terhadap perempuan terus mengalami pertumbuhan di dalam negeri. Untuk menguranginya, masyarakat harus mendapatkan edukasi terkait dengan kekerasan terhadap perempuan, termasuk laki-laki agar tidak menjadi pelaku kekerasan. 

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

4 Fakta Menarik Virgo, Superhero Bumilangit Ketiga dengan Kekuatan Pancaran Api

BERIKUTNYA

Film Qorin, Bawa Secercah Pesan Penting di Balik Genre Horor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: