Ilustrasi diversifikasi (Sumber gambar: Freepik)

Begini Kiat Diversifikasi Investasi Bagi Pemula

18 November 2022   |   20:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Investasi belakangan makin digemari milenial. Banyak anak muda yang berinvestasi karena ingin memperoleh keuntungan dan berharap nilai investasinya berkembang. Namun, investasi bukan kantong Doraemon yang bisa dengan mudah mewujudkan keinginan orang-orang.

Perlu ada strategi dan perencanaan yang matang sebelum berinvestasi. Salah satu strategi yang penting di investasi ialah diversifikasi. Dana investasi sebaiknya tidak ditaruh di dalam satu instrumen yang sama.

Baca juga: Marak Investasi Bodong, Cek 5 Hal Ini sebelum Berinvestasi

Dalam dunia investasi, muncul perumpaan yang cukup populer berbunyi ‘jangan menaruh telur di dalam satu keranjang’. Perumpamaan itu seolah menjelaskan betapa bahaya menaruh dana investasi di dalam satu instrumen. Sebab, jika ada satu telur busuk, kemungkinan satu keranjang akan rusak cukup besar.

Finansial Planner Finansialku Rizqi Syam CFP mengatakan  diversifikasi portofolio sangat penting dilakukan, khususnya bagi seseorang yang baru memulai investasi. Dengan diversifikasi, kita sebenarnya telah mengurangi risiko dalam berinvestasi.

Kepada investor pemula, Rizqi menekankan investasi jangan selalu dianggap dari kacamata untung atau rugi semata. Dalam berinvestasi, experience juga jadi faktor yang penting.

“Kedewasaan kita dalam berinvestasi bukan ditopang dari sudah berapa lama berinvestasi di produk aset tersebut, tetapi sudah berapa jauh pemahaman seseorang terhadap aset invetasi yang dimilikinya,” ungkap Rizqi kepada Hypeabis.id.

Dengan cara pandang tersebut, Rizqi mengatakan diversifikasi bukan hal wajib. Sebab, yang paling penting ialah investor memahami dengan baik produk investasi yang dibelinya.  Jika sudah yakin dengan strategi yang dilakukan, memilih untuk tidak mendiversifikasi pun tidak jadi masalah.

Rizqi mengatakan setiap produk investasi memiliki kriteria dan pemanfaatan yang berbeda-beda. Jadi, melakukan diversifikasi atau tidak semua bergantung dengan pemahaman dan profil risiko dari si investor tersebut.


Tip Melakukan Diversifikasi


Rizqi menekankan diversifikasi bukan hanya asal membagi-bagi investasi ke dalam berbagai instrumen. Diversifikasi sebaiknya dilakukan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

Salah satu indikator yang bisa dipakai ialah waktu pencairannya. Seseorang yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, tentu memiliki strategi diversifikasi yang berbeda-beda.

Dengan menetapkan tujuan di awal, seseorang akan lebih mudah memilih produk investasi yang akan dibeli. Sayangnya, tidak jarang masih ditemukan investor yang melakukan diversifikasi tidak berdasarkan tujuan.

Kesalahan tersebut kerap membuat investor merugi. Investor kerap terpaksa menarik dana investasi karena kebutuhannya sudah mendesak.

Akhirnya, dana investasi yang ditaruh di instrumen jangka pendek justru ditarik lebih dini. Alih-alih mendapatkan keuntungan, investor justru akan merugi.

Ada beberapa tip yang bisa dilakukan saat melakukan diversifikasi portofolio. Rizqi mengatakan diversifikasi mirip dengan formasi sebuah tim sepak bola.

Untuk mengisi pemain belakang, investor bisa menempatkan dana investasinya ke instrumen yang cenderung lebih aman, seperti sukuk tabungan, SBR, dan ORI. Para pemain belakang ini bertugas untuk menjaga stabilitas saja.

Untuk pemain gelandang, investor bisa mengisinya dengan reksadana, obligasi negara atau obligasi korporasi. Jenis instrumen ini memiliki nilai yang naik turun. Jadi, bisa diperjualbelikan sesuai strategi yang diterapkan.

Baca juga: Menghadapi Resesi, Yuk Kenali Investasi yang Bisa Jadi Pilihan

Nah, untuk pemain penyerang, investor bisa menempatkan reksadana saham, saham, kripto, dan forex. Jenis instrumen ini cenderung memiliki kenaikan dan penurunan yang tajam. Oleh karena itu, perlu pemahaman dan kematangan sebelum seorang investor menempatkan banyak penyerang.

Lantas berapa persen pembagian porsi antara pemain belakang, gelandang, dan penyerang? Tidak ada sesuatu yang pasti. Pembagian porsi tersebut harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan dari investor masing-masing.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Wow, Konten Podcast Tumbuh Lima Kali Lipat dalam 3 Tahun

BERIKUTNYA

Seni Media Baru Membuat Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: