FASHION IMPACT SUMMIT Founder TWNS ECO & Lookats.id Valerie Krasnadewi (dari kiri), Founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila, dan Founder & Host Modestalk Podcast Hanna Faridl berbincang di sela-sela Tinkerlust Fashion Impact Summit 2022 di Jakarta, Selasa (15/11/2022). (Hypeabis/Himawan L Nugraha)

Tampil Stylish, Tasya Kamila & Valerie Krasnadewi Ternyata Pilih Baju Preloved hingga Sewa Pakaian

15 November 2022   |   18:30 WIB

Pakaian menjadi penyumbang polusi terbesar kedua terhadap lingkungan. Menurut survei McKinsey pada 2020, industri fesyen menyumbang 4 persen emisi karbon secara global. Kesadaran terhadap fesyen berkelanjutan pun kian meningkat, tidak terkecuali di kalangan figur publik. 

Salah satu figur publik yang paham pentingnya isu sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan adalah Tasya Kamila. Mantan penyanyi cilik dengan hit Aku Anak Gembala ini punya cara unik untuk meng-address isu tersebut. Ternyata, dia lebih memilih barang, termasuk pakaian yang memiliki usia panjang. 

Selain itu, tidak jarang dia melakukan thrifting atau membeli baju preloved untuk mengurangi limbah fesyen yang berdampak pada lingkungan. Sebisa mungkin Tasya juga menyimpan pakaian yang masih bisa dipakai, ketika terjadi perubahan berat badan. 

“Aku sering percaya aku akan pakai lagi. Misal ketika ada perubahan tubuh kaya lagi hamil, aku yakin badan aku akan kembali,” ujarnya dalam acara Tinkerlust Fashion Impact Summit 2022 di Jakarta, Selasa (15/11). 

Baca jugaESMOD Jakarta Gaungkan Sustainable Fashion dari Desain Mahasiswa

Agar tidak ketinggalan mode, dan kesadaran sebagai figur publik yang selalu dilirik masyarakat, Tasya kerap memadukan pakaian yang dia miliki agar selalu memberi tampilan berbeda. “Bagaimana caranya kita mix and match item basic, sehingga bisa look fresh,” imbuhnya.

Kendati demikian, terkadang Tasya cuek walaupun mengenakan baju yang sama pada setiap kesempatan. Sementara itu, dia berpendapat sejatinya cara terbaik untuk menerapkan fesyen yang lebih berkelanjutan adalah dengan memiliki style fashion sendiri, yang sekaligus bisa jadi ciri khas.  

“Setiap orang harus bikin standar atau guide masing-masing agar bisa mengerem (belanja). Kita bisa menentukan style kita, sukanya mana. Lihat di lemari, clustering ada apa saja. Mana yang bisa kepake, sering dipake atau cuma lapar mata ingin belanja,” tutur istri Randi Bachtiar ini. 

Adapun untuk pakaian yang sudah tidak bisa dipakai, terkadang Tasya menjual kembali ke toko pakaian bekas, diturunkan ke keluarga, atau didonasikan. Saat ini, dia juga terlibat aktif menyebarkan informasi seputar isu sustainable fashion. Menurutnya, sudah banyak jenama, produk, hingga platform yang mendukung misi tersebut. 

Dia menilai informasi ini patut disebarkan mengingat tidak sedikit masyarakat yang kurang mendapatkan akses, terutama terhadap platform atau toko yang memudahkan mereka menjual maupun membeli pakaian bekas. “Kita mau kontribusi sesuatu untuk bumi kita dan sama-sama memotivasi untuk sustainable,” imbuhnya. 

Baca juga: Profil Denni Francisco, Desainer Konsep Sustainable Fashion di Jakarta Fashion Week 2023


Thrifting & Renting

Untuk tampil fashionable, ternyata Asia’s Next Top Model Cycle 5, Valerie Krasnadewi, juga sering membeli baju bekas. Dia bisa lebih berhemat karena pakaian preloved harganya jauh lebih murah. DIa juga sering menyewa pakaian atau meminjam ke teman jika sangat dibutuhkan. 

Dia menyatakan tidak malu untuk meminjam mantel ketika harus pergi ke luar negeri. Sebagai imbalan, dia menggratiskan biaya jasa titip barang dari si teman. "Agak jarang belanja baru, aku suka banget renting untuk event. Thrifting, suka datang ke garage sale. Bentar lagi mau ke Jepang, aku pinjam coat ke teman," ungkapnya. 

Membeli fesyen bekas, menyewa, hingga meminjam sudah menjadi kebiasaan Valerie sejak masa sekolah. Saat SMA, dia sering datang ke garage sale atau saling bertukar pakaian dengan teman. Kalaupun harus membeli, dia lebih memilih produk yang lebih berkelanjutan dan barang-barang keluaran lokal. 

Menurut Valerie, tampil fesyen tidak harus keranjingan beli barang baru dalam rangka mengikuti tren yang ada. Dia pun menyarankan sebaiknya memiliki gaya berpakaian sendiri untuk tampil stylish. “Tidak harus ikut-ikutan. Nggak usah FOMO, pede jadi diri sendiri,” tegasnya. 

Seperti yang dilakukan Valerie dan Tasya. Genhype cukup menyiasatinya dengan meminjam atau membeli barang bekas dan melakukan mix and match untuk tampil gaya dan berbeda ya. 

Baca jugaGaya Hidup Berkelanjutan Jadi Tren, Yuk Ikut Gerakan Ini

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

Ternyata Motor Listrik Cukup Diminati Masyarakat, Ini Buktinya

BERIKUTNYA

Saint Loco Rayakan Dua Dekade Bermusik lewat Konser A Journey Back Home

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: