Ilustrasi finansial. (Sumber gambar: Freepik)

Simak Strategi Bertahan Sekaligus Mengambil Cuan Saat Tahun Resesi 2023

08 November 2022   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Perdebatan mengenai resesi 2023 hingga kini terus terjadi. Petinggi negara hingga ekonom silih berganti membagikan pandangannya terkait potensi tahun gelap yang akan terjadi pada 2023. Ada yang mulai khawatir, tetapi tak sedikit yang sibuk mempersiapkan diri untuk mengambil momentum mengambil cuan.

Financial Planner Finansialku Rizqi Syam mengatakan perlu ada stretagi jitu untuk menghadapi situasi ekonomi yang diprediksi tidak menentu pada tahun depan. Setidaknya, ada tiga hal yang harus diperhatikan agar kondisi finansial seseorang dapat bertahan di tengah ancaman resesi.

Pertama, seseorang mesti memperhatikan kembali cash flow mereka setiap bulannya. Cash flow yang baik dan bertumbuh akan mengurangi risiko buruk di tengah ketidakpastian ekonomi.

Jika cash flow masih negatif, segeralah lakukan evaluasi dengan cara melihat kembali pola mengatur keuangan bulanan. Cobalah lebih bijak sehingga pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan yang diterima.

Baca juga: 5 Persiapan Menghadapi Ancaman Resesi Tahun Depan

Kedua, dalam ekonomi yang tidak pasti, seseorang mesti menyiapkan dana darurat lebih banyak. Dana darurat tersebut penting untuk mengantisipasi situasi buruk yang kemungkinannya akan lebih besar saat resesi terjadi.

“Naikkan dana darurat untuk yang masih single dari 6 kali menjadi 9 kali pengeluaran bulanan,” ujar Rizqi dalam diskusi daring Make A Plan, beberapa waktu lalu.

Ketiga, berhati-hatilah dengan utang. Pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan kerap kali membuat seseorang memilih jalan pintas dengan berutang.

Padahal, bisa jadi kuncinya mengerem pengeluaran. Jika masih memiliki utang atau pinjaman tertentu, sebaiknya mulai fokus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Jangan sampai utang menjadi bola salju yang malah membahayakan kondisi finansialmu pada masa depan.

Rizqi mengatakan tiga keamanan keuangan, yakni cash flow, dana darurat, dan utang, adalah instrumen yang bisa dikendalikan. Oleh karena itu, permasalahan yang masih muncul dari tiga instrumen tersebut sebenarnya bisa diperbaiki dengan secara pribadi.
 

Strategi Ambil Cuan Pada Tahun Resesi

Untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi, perlu adanya strategi khusus yang bukan hanya sekadar bertahan, tetapi juga mampu mengambil momentum. Financial Planner Finansial Consulting Eko Endarto menyarankan untuk memperkuat cash dalam situasi yang tidak pasti.

Alasannya, ketidakpastian ekonomi akan menimbulkan banyak spekulasi. Spekulasi yang terjadi umumnya akan membuat sejumlah harga barang jadi naik. Hal itu membuat seseorang berisiko memiliki pengeluaran lebih besar dari biasanya.

Baca juga: Menghadapi Resesi, Yuk Kenali Investasi yang Bisa Jadi Pilihan

Meskipun demikian, sebenarnya ada peluang cuan yang muncul di situasi seperti ini. Eko mengatakan resesi umumnya akan membuat harga aset kategori jangka panjang menurun. Oleh karena itu, situasi tersebut dapat dijadikan momentum untuk investasi aset jangka panjang. Sebab, harganya lebih murah dari biasanya.

Bagi yang memiliki dana lebih, tentu hal ini jadi kesempatan emas untuk berbelanja aset jangka panjang yang sedang terdiskon secara alami. Beberapa harga aset jangka panjang yang biasanya mengalami penurunan harga ialah properti dan saham.

Eko mengatakan ketidakpastian ekonomi bisa mendatangkan keuntungan bagi yang bisa melihatnya sebagai peluang. Hal itu membuktikan pesimisme ekonomi tidak selalu buruk. Namun, ada hal baik pula yang bisa didapatkan darinya.

Jika bisa membaca pola, ekonomi yang sedang turun adalah saat yang tepat untuk menabung aset lebih banyak. Kemudian, saat ekonomi naik, seseorang bisa cash out lebih banyak. Namun, pola tersebut harus dijalankan berdasarkan strategi yang matang. Jangan sampai aktivitas keuangan berjalan tanpa persiapan dan ilmu.

Untuk memaksimalkan pembelian aset jangka panjang, tidak ada salahnya memperbanyak porsi dana darurat sejak sekarang. Selain sebagai proteksi tambahan, dana darurat yang berlebih juga bisa sewaktu-waktu dialihkan untuk pembelian aset jangka panjang yang sedang turun.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Godaan Paylater Mengintai Anak Muda, Bikin Untung atau Buntung?

BERIKUTNYA

Dua Tahun Pandemi, Layar Industri Perfilman Indonesia Terkembang Lagi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: