Metavertu merupakan ponsel mewah yang mengadopsi teknologi Web3. (Sumber gambar: Vertu)

Vertu Kenalkan Smartphone Mewah Metavertu yang Adopsi Teknologi Web3

31 October 2022   |   21:58 WIB

Selama beberapa tahun terakhir, teknologi Web3 kini semakin banyak diperbincangkan sebagai salah satu era web termutakhir yang tengah berkembang. Jika selama ini kehadiran Web3 atau yang disebut Web 3.0 selalu identik dengan teknologi blockchain, metaverse, hingga non-fungible token (NFT), kini Web3 hadir dalam rupa sebuah smartphone.

Laporan NotebookCheck dan Decrypt.co pada pekan ini menunjukkan bahwa pengembang produk teknologi mewah Vertu, kini mengembangkan sebuah ponsel pintar bernama Metavertu yang berfokus pada teknologi Web3. Dukungan teknologi ini hadir dalam rupa sistem blockchain dan sistem khusus yang bisa mengubah konten visual (foto dan video) menjadi NFT.

Baca juga: Cek Spesifikasi Lengkap Smartphone Vivo Y22 Baru, Kapasitas Lebih Besar

Secara sistem, ponsel pintar buatan Inggris ini menggunakan komponen prosesor Snapdragon 8 Gen 1 dari Qualcomm, yang diperkuat dengan komponen memori 10T IPFS yang mendukung ruang metaspace terenkripsi, dan sebuah cip privasi A5 untuk keamanan NFT foto, serta video di dalam ponsel tersebut.

Tak hanya itu, ponsel ini juga mendukung adanya VOS yang berperan sebagai validator dan penanda khusus saat mengaktifkan blockchain Ethereum.

Mengingat Web3 menjadi fokus dan keunggulan yang ditonjolkan pada Metavertu, ponsel ini memiliki mata uangnya sendiri bernama Value dan Vtalk yang merupakan layanan berbagi pesan antar pengguna ponsel dengan enkripsi end-to-end. Namun, Vertu tidak menjelaskan sistem operasi yang digunakan pada ponsel ini, meski sistem operasinya diduga menggunakan Android.

Dengan layar berukuran 6,67 inci, Metavertu menggunakan layar FHD+ AMOLED berukuran 2400x1080 dengan tambahan lensa kamera, yang terdiri atas kamera utama beresolusi 64 megapiksel dengan lensa 35mm. Untuk baterainya, ponsel ini memiliki daya sebesar 4.600mAh dengan pengisian daya biasa sebesar 55 Watt dan pengisian daya nirkabel sebesar 15 Watt.

Desain bod ini memiliki bagian belakang jenis safir dengan keramik khusus ditambah dengan unsur kulit. Dengan model ponsel entry-level, desain bodinya terdiri atas delapan variasi: carbon fiber, kulit sapi, kulit buaya, warna jade black, dawning orange, serta kombinasi kulit buaya Himalaya dengan emas 18K dan berlian. Warnanya terdiri dari hitam, putih, merah, dan kombinasi perak-emas.

Hadir dengan dua versi spesifikasi  yaitu RAM 12 GB dan memori internal sebesar 512 GB serta versi pro dengan RAM 18 GB dan memori internal 1 TB, ponsel ini akan dijual mulai US$3350 (sekitar Rp52,44 juta) sampai US$7500 (sekitar Rp117,41 juta) untuk versi basis serta US$8500 (sekitar Rp133,06 juta) sampai US$41.000 (sekitar Rp6,41 miliar) untuk versi Pro.

Kehadiran Metavertu menjadi tren terbaru bagi produsen ponsel mewah maupun pengembang teknologi blockchain dalam mengembangkan ponsel pintar l, yang mendukung penggunaan Web2 dan Web3 dalam satu perangkat yang sama. Hal ini didorong oleh gaya hidup yang mulai beradaptasi dengan kehadiran Web3, NFT, hingga metaverse di kalangan masyarakat menengah ke atas.

Kendati ponsel ini diklaim sebagai pengembangan terbaru dari Web3, Gary Chan selaku CEO Vertu mengatakan bahwa kompleksitas atau kerumitan perangkat bisa menjadi hal yang membuat konsumen berpikir dua kali dalam memiliki perangkat berbasis Web3 maupun blockchain.

Editor: Dika Irawan 

SEBELUMNYA

6 Turnamen Esports November 2022, Ada MPLI, FFWS, hingga PUBG Global Championship

BERIKUTNYA

Intip Ide Rak Buku & Aksesori yang Unik ala Diler Mewah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: