Ilustrasi penelitian jenis kanker (Sumber gambar : Unsplash/CDC)

Ketahui 4 Penyebab Angiosarcoma, Kanker yang Diderita Clerence Chyntia, Istri Drummer NOAH Rio Alief

19 October 2022   |   10:11 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Angiosarcoma menjadi penyebab utama meninggalnya Clerence Chyntia pada usia 28 tahun. Istri dari drummer NOAH Rio Alief itu sebelumnya sempat menerima perawatan intensif selama enam bulan untuk penyakit kanker pembuluh darah yang dideritanya tersebut.

Kanker langka ini terbilang sulit diobati dan angka kehidupannya hanya 35 persen. Mengutip My Pathology Report, angiosarcoma adalah jenis kanker agresif yang berkembang dari sel endotel khusus, yang biasanya ditemukan di bagian dalam pembuluh darah.

Baca juga: Mengenal Penyakit Angiosarcoma, Kanker Pembuluh Darah yang Dialami Clerence

Lokasi paling umum munculnya kanker ini yakni kulit kepala, kulit dan jaringan lunak di bawah kulit. Area tubuh lain yang dapat terpengaruh termasuk payudara, hati, paru-paru dan limpa.

Gejala angiosarcoma sering terlihat seperti area memar ungu pada kulit. Area ini bisa saja mudah berdarah saat tergores atau terbentur. Seiring waktu ukurannya pun bisa membesar dan kulit di sekitar area memar bisa membengkak.

Selain itu, penderita kanker pembuluh darah ini mengalami rasa sakit di area tempat tumor tumbuh. Jika angiosarcoma tumbuh lebih dalam di tubuh seperti di hati dan tidak ke permukaan kulit, gejalanya pun berbeda.

Angiosarcoma hati menimbulkan gejala berupa kelelahan, sakit perut bagian kanan atas, penyakit kuning, penurunan berat badan, dan kembung. Beberapa kasus bahkan tidak menimbulkan gejala. 

Sejauh ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti timbulnya kanker pada tubuh manusia. Namun demikian, ada beberapa faktor risiko yang bisa menimbulkan kanker kanker langka ini. Berikut rangkuman faktor risiko angiosarcoma yang dirangkum Hypeabis.id dari berbagai sumber medis. 


1. Terapi radiasi

Pengobatan dengan radiasi untuk kanker atau kondisi lain dapat meningkatkan risiko angiosarcoma. Untuk diketahui, angiosarcoma adalah efek samping yang jarang dari terapi radiasi. Risiko angiosarcoma dari terapi radiasi meningkat jika kamu menjalani pengobatan kanker payudara. Para peneliti percaya ada hubungan antara terapi radiasi dan angiosarcoma yang dapat berkembang bertahun-tahun setelah kamu menerima terapi radiasi.


2. Pembengkakan karena kerusakan pembuluh getah bening

Pembengkakan yang disebabkan oleh cadangan cairan getah bening disebut limfedema. Hal itu terjadi ketika sistem limfatik tersumbat atau rusak. Limfedema dapat terjadi ketika kelenjar getah bening diangkat selama operasi. Hal ini sering dilakukan selama operasi untuk mengobati kanker. Limfedema juga bisa terjadi ketika ada infeksi atau kondisi lain.


3. Bahan kimia

Angiosarcoma hati terkait dengan paparan beberapa bahan kimia. Contoh bahan kimia ini termasuk vinil klorida, arsenik, koloid thorium dioksida, steroid androgenik, dan radium. Dalam kasus ini, angiosarcoma mungkin memakan waktu 10-40 tahun untuk berkembang setelah paparan lingkungan. Bahan kimia yang terbakar dalam asap rokok juga bisa menimbulkan angiosarcoma jantung. 


4. Kelainan genetik

Perubahan gen tertentu yang dimiliki orang sejak lahir dapat meningkatkan risiko terkena angiosarcoma. Contohnya termasuk perubahan gen yang menyebabkan neurofibromatosis, sindrom Maffucci, atau sindrom Klippel-Trenaunay, dan gen BRCA1 dan BRCA2. Sekitar 3 persen dari semua angiosarcoma disebabkan oleh kelainan genetik.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Film Before, Now & Then (Nana) Ingatkan Masyarakat Sunda tentang Budaya Mereka

BERIKUTNYA

Simak Cerita Desainer Jenny Yohana Kansil Bawa Batik Durian Lubuklinggau Mendunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: