Humidifiers banyak digunakan untuk meningkatkan kadar kelembaban dalam ruangan. (Sumber gambar: Pexels/Cottonbro)

Ini Tanda Udara Dalam Ruangan Kering dan Cara Mengatasinya

21 September 2022   |   16:09 WIB

Udara kering sama seriusnya dengan masalah udara lembab. Idealnya, lingkungan yang sehat memiliki kelembaban yang seimbang (sekitar 50 persen) dan masalah ini tidak hanya terjadi di negara empat musim tapi juga di negara tropis seperti Indonesia.

Ketika tingkat kelembaban dalam ruangan kurang dari 30 persen itu dianggap terlalu kering. Kadar kelembaban rendah dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan kering, lebih gampang pilek, bahkan menimbulkan iritasi pada kulit. 

Kondisi ini juga berpengaruh pada sudut-sudut rumah mulai dari panel dinding, trim kayu dan lantai kayu. Sejatinya, kondisi udara yang kering dapat menyusutkan kau dan menyebabkan sambungan terbuka, retakan pada drywall dan plester dapat mengembang, sambungan pada furnitur kayu bisa menjadi longgar, bahkan nada piano bisa tidak selaras.

Sebaliknya, rumah yang terlalu lembab—di mana kelembapannya lebih dari 50 persen—bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur, busuk, hama seperti rayap dan kecoak serta pengembunan.

Baca jugaTernyata, Kualitas Udara yang Buruk Bisa Bikin Konsentrasi Turun

Kelembaban yang berlebihan dapat menghasilkan kondensasi yang memengaruhi perubahan warna pada cat dinding hingga menyebabkan cat dan wallpaper terkelupas.

Di iklim yang lebih hangat, kombinasi kelembapan dan panas yang tinggi menjadi lingkungan yang optimal untuk kembang biak hama dan jamur.

Kecuali Genhype memiliki higrometer (alat mengukur tingkat kelembapan), akan sulit untuk segera mengetahui apakah udara dalam ruangan terlalu kering.

Untuk membantu mengidentifikasi apakah udara rumah terlalu kering atau lembab, berikut adalah beberapa tanda paling umum yang bisa kalian perhatikan:
  • Listrik Statis: Apakah kalian pernah tersengat listrik ketika menyentuh seseorang atau sesuatu? Ketika udara terlalu kering, listrik statis mulai menumpuk. Sengatan listrik statis itu bisa jadi pertanda udara dalam rumah terlalu kering.
  • Bibir dan Kulit Kering: Kulit kita mengandung air, jika kalian merasa kulit dan bibir terlalu kering, ini bisa menjadi indikasi bahwa udara di rumah tidak memiliki kelembapan yang cukup. Udara yang terlalu kering juga dapat memperparah kondisi kulit yang sudah ada, seperti eksim dan jerawat.
  • Hidung Tersumbat dan Mimisan: Udara yang kelembabannya rendah mengeluarkan air dari tubuh. Menghirup udara yang kelembabannya rendah menyebabkan saluran hidung mengering. Akibatnya, tubuh akan mulai memproduksi lebih banyak lendir untuk mengimbanginya dan pada akhirnya membuat hidung tersumbat. Kondisi hidung yang terlalu kering bahkan dapat menyebabkan mimisan, yang bisa jadi indikasi awal kondisi sekitar kita terlalu kering.

Baca juga5 Peralatan Rumah Ini Penting untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Cara Mengatasi Udara Kering

Cara termudah dan tercepat untuk memperbaiki kondisi udara dalam ruangan yang kering adalah dengan segera menambahkan kelembapan ke udara rumah Anda. Ada beberapa cara untuk melakukan meningkatkan kelembaban, yang paling umum adalah menggunakan pelembab udara atau humidifier. Namun ada pula beberapa solusi sederhana lainnya, seperti: 
  • Menempatkan tanaman di ruang kering, menyemprotnya setidaknya sekali setiap hari dengan air.
  • Rebus air di atas kompor untuk menambah kelembaban.
  • Biarkan pintu kamar mandi terbuka saat mandi.
  • Biarkan pakaian basah mengering di dalam ruangan dengan udara kering.
  • Tempatkan spons basah di dalam ruangan dan biarkan mengering.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Konser Chrisye Live by Erwin Gutawa Diklaim Spesial karena Hadirkan Hal Ini

BERIKUTNYA

6 Lagu Terpopuler YOASOBI, Bakal Bikin Kamu Sing Along di HITC Jakarta 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: