Ilustrasi hacker (Sumber gambar: Azamat E/Unsplash)

Tidak Hanya Bjorka, Ini 5 Hacker yang Paling Ditakuti di Dunia

14 September 2022   |   09:24 WIB

Maraknya kasus kebobolan data negara hingga sejumlah pejabat pemerintahan membuat nama Bjorka kian diperbincangkan. Hacker yang disebut-sebut telah berhasil meretas data penting negara tersebut sempat membuat beberapa pihak ikut ketar-ketir.

Setelah meretas data kepresidenan, baru-baru ini hacker Bjorka dikabarkan meretas data pribadi Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jhonny G Plate. Tidak hanya meretas, dia juga menyebarkan data privasi seperti nomor WhatsApp Menteri ke muka publik.

Baca juga: Menguak Motif Hacker Bjorka, Pakar Siber: Antara Ekonomi & Politis

Ramainya kasus peretasan data tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan sejumlah peretas digadang menjadi hacker yang paling ditakuti di dunia karena kemampuan meretasnya yang tinggi. Hypeabis.id telah merangkum beberapa hacker yang dikenal paling ditakuti di dunia. Yuk simak!


1. Kevin Mitnick

Hacker berkebangsaan Amerika ini memiliki nama lain The Condor dan The Darkside Hacker. Pria berusia 59 tahun ini sudah tercatat sebanyak delapan kali dalam kasus kepemilikan perangkat akses yang tidak sah dan kasus intersepsi kabel dan komunikasi elektronik dengan akses tidak sah ke komputer federal.

Berkat kasus yang diperbuatnya, Kevin Mitnick mendekam satu tahun di penjara pada 1988, kemudian dia juga dipenjara selama 46 bulan ditambah 3 tahun masa percobaan pada 1999. Perjalanan hidupnya dikisahkan dalam film berjudul War Games.

Dia menjadi ikonik legendaris di dunia hacker. Bahkan dia juga dijuluki sebagai hacker pertama yang kasusnya dipandang oleh dunia.  Dilansir dari Mitnick Security, keterkenalannya sebagai Hacker kini justru menjadikannya sebagai konsultan keamanan siber di perusahaannya sendiri, Mitnick Security Consulting Chief Hacking di KnowBe4.


2. Jonathan James

Sudah menjadi hacker sejak usia belasan tahun, Jonathan James sempat membuat pemerintahan Amerika Serikat ketar ketir. Dia sudah mampu meretas situs sekolahnya sendiri pada usia 16 tahun. Kemudian kemampuan peretasnya berlanjut hingga dia membobol data di Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Tidak sampai di situ, Jonathan James juga berhasil mendapatkan data penting dari situs badan luar angkasa, NASA. Dilansir dari PC Mag, James mengaku inspirasinya berkecimpung dalam dunia hacker bermula saat membaca buku The Cuckoo’s Egg, sebuah buku yang merincikan peretasan komputer pada 1980.
 

3. Kevin Poulsen

Kevin Polsen menggunakan nama alias Dark Dante untuk meretas ARPANET, sebuah jaringan komputer milik Pentagon Amerika Serikat. Dia juga sempat meretas komputer federal untuk menggali file yang terkait dengan Ferdinand Marcos, presiden Filipina yang digulingkan.

Pada 1990, Kevin terus meretas situs yang terkait dengan rahasia pemerintahan. Jejak meretas yang dilakukannya justru menjadikan Kevin memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia beralih ke white hacking menulis tentang keamanan siber dan berkecimpung dalam dunia jurnalisme. Meski demikian, dia pernah ditangkap dan dilarang menggunakan komputer dalam waktu tiga tahun.


4. Yu Pingan

Yu Pingan berhasil mengumpulkan data terkait staff rahasia yang bekerja dibawah pemerintahan Amerika Serikat. Hacker asal China ini sangat kontroversial dan dicari pada tahun itu. Dia mendapatkan informasi lengkap mengenai data pribadi CIA dan FBI pada 2015.  Informasi yang didapatnya akhirnya membawanya didakwa atas pasal peretasan yang berlaku di Amerika Serikat dengan tuduhan penipuan.


5. Gary McKinnon

Dikenal sebagai peretas yang sangat ditakuti, Gary McKinnon sudah meretas 100 komputer militer milik NASA dan Amerika Serikat dalam kurun waktu satu tahun. Kejadian ini cukup membuat Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak dapat mengoperasikan komputer yang berkaitan dengan angkatan bersenjata.

Baca juga: Klaim Tinggal di Polandia & Punya Banyak Bitcoin, Cek 5 Informasi Hacker Bjorka

Dilansir dari Spectrum, pria asal Skotlandia yang berusia 56 tahun ini pernah membuat angkatan militer Amerika Serikat di wilayah Washington D.C kesusahan  karena mengambil alih penuh 2000 komputer dalam waktu tiga hari saja.

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Yuk Nonton 24 Film Pendek di Ajang Road to Jakarta Film Week 2022, Gratis

BERIKUTNYA

4 Cara Menghemat Penggunaan Listrik Harian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: