Ilutrasi sakit di kepala sebagai gejala stroke (Sumber gambar : Freepik/Kjpargeter)

5 Fakta Stroke Perdarahan yang Diidap Pakar Penyembuh Holistik Reza Gunawan

07 September 2022   |   17:30 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Like
Stroke pendarahan menjadi penyebab utama kematian pakar penyembuh holistik Reza Gunawan. Seperti yang disampaikan istrinya Dee Lestari, Reza berjuang dengan penyakit itu selama lebih dari sebulan dirawat di rumah sakit. Namun pada akhirnya, pendiri True Nature Holistic Healing itu mengembuskan nafas terakhir, Selasa (6/9/2022). 

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital BSD dr. M. Yamin menerangkan, stroke pendarahan atau dalam medis disebut sebagai stroke hemoragik adalah kondisi ketika tekanan darah yang tidak terkendali sampai pada tingkat tekanan tinggi, menyebabkan sel dinding pembuluh darah (sel endotel) di otak pecah dan akhirnya terjadi pendarahan.

“Darah yang tumpah akibat pecah atau bocor menyebabkan penumpukan dan menghambat jaringan otak. Kondisi ini disebut stroke hemoragik,” ujarnya kepada Hypeabis.id belum lama ini. 

Baca juga: Profil Reza Gunawan Sang Penyembuh Holistik

Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Eka Harmeiwaty menyampaikan salah satu penyebabnya adalah tekanan darah tinggi alias hipertensi. Kerusakan endotel dan lapisan otot pembuluh darah arteri karena hipertensi menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah arteri di otak yang dapat mengakibatkan arteri mudah pecah dan menyebabkan perdarahan di otak.

Darah kemudian masuk ke dalam jaringan otak di depannya dan menyebabkan sel-sel otak yang terkena, kehilangan suplai oksigen. Selain itu, terjadi penekanan pada sel otak di sekitarnya sehingga sel otak menjadi rumah atau mati. 

Untuk pengetahuan dan kesadaran kamu akan penyakit ini, berikut fakta-fakta menarik stroke pendarahan yang dirangkum Hypeabis.id. 


1. Ada beberapa jenis stroke perdarahan

Stroke pendarahan atau hemoragik ternyata ada beberapa jenis lho, Genhype. Spesialis Saraf RS Pondok Indah dr. Rubiana Nurhayati menerangkan ada yang dinamakan perdarahan subarachnoid, perdarahan intracerebral, dan perdarahan intravertikel.

Perdarahan subarachnoid adalah adalah pendarahan pada ruang antara otak dan jaringan yang menutupi otak. Biasanya dari pembuluh darah menonjol yang memasuki otak atau aneurisma. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian jika tidak segera ditangani. Gejala utamanya adalah sakit kepala tiba-tiba dan parah.

Perdarahan intraserebral terjadi ketika pembuluh darah yang pecah menyebabkan pendarahan di dalam otak. Ada dua penyebab utamanya yakni tekanan darah tinggi dan trauma. Risiko meningkat ketika mengonsumsi obat pengencer darah. Gejala dapat bervariasi berdasarkan lokasi dari perdarahan di otak, tetapi paling umum yakni mati rasa atau lemah di bagian wajah, kesulitan berbicara, atau kesulitan berjalan.

Perdarahan intravertikel merupakan perdarahan spontan yang terjadi di dalam sistem ventrikel (bilik jantung). Sebanyak 30-45 persen perdarahan ini sering berhubungan dengan perdarahan intraserebral. Faktor risikonya antara lain hipertensi, koagulopati (gangguan kemampuan darah untuk menggumpal), dan asidosis (kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi).


2. Penyebab

Penyebab paling umum strok hemoragik adalah aneurisma, yakni terjadi ketika bagian pembuluh darah membesar akibat tekanan darah tinggi (hipertensi) atau ketika dinding pembuluh darah lemah karena faktor genetik. Pembuluh darah yag membesar ini menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah, dan akhirnya pecah.

Penyebab stok perdarahan yang lebih jarang adalah malformasi arteriovenosa (AVM). Ini terjadi ketika arteri dan vena terhubung secara tidak normal tanpa kapiler di antara mereka. AVM bersifat genetik atau bawaan. Stroke hemoragik juga bisa disebabkan oleh cedera kepala, liver, tumor otak, anemia sel sabit, dan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Simak Proses Terjadinya Stroke dan Gejala Sisa yang Ditimbulkan


3. Gejala

Gejala stroke hemoragik berupa kehilangan kesadaran total atau terbatas, mual-mual muntah, sakit kepala tiba-tiba dan parah, kejang, pusing, kehilangan keseimbangan, masalah dengan bicara atau menelan, kebingungan atau disorientasi. Kemudian kelemahan atau mati rasa di wajah, kaki, atau lengah di satu sisi tubuh.


4. Diagnosa dan penanganan

Untuk mendiagnosa pasien terkena stroke hemoragik, biasanya dokter akan memeriksa riwayat medis secara menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan memeriksa gejala yang mengarah pada perdarahan di otak dengan tes pencitraan seperti MRI atau CT scan.  

Untuk penanganan, pasien yang mengalami gejala stroke hemoragik harus segera mendapat pertolongan medis untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa dan kerusakan otak ebih luas. Perawatannya tergantung pada penyebab stroke hemoragik itu sendiri. 

Pengobatannya termasuk intervensi radiologi atau prosedur bedah saraf untuk menghentikan pendarahan dan mengurangi tekanan di otak. Dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi pembengkakan, mencegah kejang, dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. 


5. Pencegahan 

Tentu, pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi faktor risiko terutama tekanan darah tinggi. Penting untuk kamu mengendalikan tekanan darah dengan menerapkan pola hidup sehat. Kontrol kadar gula dengan teratur, berhenti merokok, jaga asupan nutrisi, berolahraga, dan hindari minuman beralkohol.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Festival Danau Poso 2022 Hadirkan Ragam Kegiatan Pertunjukkan Seni hingga Workshop

BERIKUTNYA

Mau Nonton Konser 30 Tahun Dewa, Yuk Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: