Ilustrasi malas berolahraga (Sumber gambar: Unsplash/Sander Sammy)

Kiat Agar Enggak Malas Workout, Gerak Aja Bestie

31 August 2022   |   22:00 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Olahraga saat ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat urban yang tidak terelakkan. Dengan gaya hidup yang serba praktis, aktivitas fisik menjadi hal yang langka. Padahal, kekurangan aktivitas fisik yang dikolaborasikan dengan pola makan yang tidak sehat akan mengundang berbagai macam penyakit berbahaya. 

Para ahli bersepakat bahwa olahraga seharusnya rutin dilakukan untuk membuat tubuh tetap bugar. Namun, pada praktiknya hal semacam itu sulit dilakukan. Selain karena kesibukan, seringkali masyarakat malas melakukanya. 

Baca juga: Suka Olahraga Malam Hari? Perhatikan Beberapa Saran Medis Ini

Dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend edisi Januari 2017, menurut Dokter Spesialis Olahraga Grace Tumbelaka, agar tidak malas berolahraga, seseorang sebaiknya melakukan berbagai kegiatan fisik yang menyenangkan. Tidak ada patokan olahraga apa yang harus dilakukan. Pada prinsipnya, latihan fisik yang dianjurkan adalah latihan kardio atau aerobik minimal 150 menit per minggu. 

Salah satu pilihan olahraga yang menyenangkan adalah trampolin. Grace menuturkan, kegiatan ini sudah memenuhi kriteria aerobik seperti kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan. Trampolin juga merupakan olahraga low impact yang sangat baik bagi orang yang memiliki gangguan sendi di lutut. 

“Olahraga trampolin dengan gerakan rebounding [melambung] sederhana sudah memberikan efek kardio yang low impact, artinya memberikan stres yang kecil terhadap persendian lutut sehingga mengurangi risiko cedera,” jelasnya. 

Sejumlah penelitian menunjukkan trampolin bermanfaat memperbaki sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik sehingga dapat berdampak pada peningkatkan sistem imun tubuh serta menurunkan inflamasi dan detokfikasi, yang merupakan sistem pengeluaran racun dari tubuh. Organ yang berperan adalah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu. 

Bagi penderita obesitas, trampolin efektif menurunkan berat badan, sisi fun trampolin dapat menurunkan depresi dan meningkatkan fungsi kognitif. Saat ini trampolin juga dapat dimanfaatkan sebagai rehabilitasi cedera 

“Jika dilakukan dalam satu program latihan yang baik, maka manfaat yang dihasilkan lebih besar lagi. Riset yang sudah dipublikasikan di beberapa jurnal kesehatan dan kedokteran bahkan menunjukkan trampolin sangat baik untuk penderita penyakit tertentu, misalnya untuk meningkatkan keseimbangan pada orangtua, stabilitas pada anak disabilitas, dan sebagainya,” tambahnya. 
 

Standar Keamanan

Sementara itu, Spesialis Akrobatik dan Trampolin asal Kanada Greg Roe menjelaskan olahraga trampolin harus dilakukan dengan standard keamanan khusus. Untuk mendapatkan manfaatnya, sebaiknya dilakukan secara rutin. Greg memberikan contoh beberapa gerakan, seperti push up di atas trampolin.

“Saat kita melakukan gerakan di atas permukaan yang tidak stabil, kita tidak hanya menggunakan otot besar, tapi juga otototot kecil di sekitarnya,” ujarnya. 

Hal tersebut, lanjutnya, akan membuat penggunaan otot lebih efektif, dan membentuk otot lebih baik. Tidak perlu khawatir mengalami cedera saat berlatih di trampolin.

 “Yang penting mulai dari dasar dan meningkat secara bertahap. Selama pengalaman saya di trampolin 20 tahun, tidak pernah ada kejadian cedera bila mengikuti aturan ini,” tuturnya.

Dia menjelaskan cedera memang bisa saja terjadi bila seseorang langsung loncat ke tahap yang lebih advance. Bagaimanapun trampolin terlihat mudah, tetapi ada aturan yang perlu ditaati. 

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Duh, Hipertensi Bisa Picu Kerusakan Otak, Begini Prosesnya

BERIKUTNYA

Tren Gaun Sheer di Kalangan Selebritas, dari Pesta Ulang Tahun hingga Karpet Merah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: