ilustrasi toko retail (sumber gambar : eduardo soares / unsplash)

Begini Strategi Peritel Offline Gaet Konsumen Pada Era Digital

25 August 2022   |   18:45 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Sejak pandemi Covid-19 melanda lebih dari dua tahun terakhir ini, banyak masyarakat yang terbiasa untuk berbelanja secara online. Meski demikian, ternyata pembelian secara offline pun kini kembali menggeliat seiring dengan kondisi meredanya ancaman wadah yang mendorong pemulihan aktivitas masyarakat.

Apalagi dengan adanya rasa kejenuhan masyarakat yang selama ini berdiam diri di rumah, sehingga mereka pun mulai kembali melakukan belanja secara langsung dengan berkunjung ke gerai ritel atau pusat perbelanjaan.

Setyadi Surya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengatakan kondisi ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku ritel offline untuk berinovasi agar para konsumen tetap merasa nyaman berbelanja secara langsung.

Misalnya saja dengan memberikan kemudahan akses belanja, salah satunya melalui integrasi dengan layanan keuangan kredit digital. “Melalui inovasi ini masyarakat akan lebih dimudahkan dan lebih fleksibel sehingga menarik minat mereka untuk berbelanja secara offline,” ujarnya.

Sementara itu, Alexander A. Tumbel, Head of Loyalty Program & Merchant Acquisition Division Ramayana mengatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat komitmen dengan menyediakan produk fesyen berkualitas dan selalu berinovasi sesuai dengan kebutuhan konsumen dan perubahan era.

“Walau dunia sudah makin digital, pengalaman berbelanja offline harus terus memberikan pengalaman baru bagi konsumen,” ujarnya.

Dia pun melihat bahwa integrasi online dan offline menjadi kunci, dan sebagai salah satu pemain terdepan di industri ritel, Ramayana siap meningkatkan kenyamanan berbelanja pelanggan dengan menyediakan lebih banyak pilihan pembayaran yang inovatif, seperti Paylater.
 

Ilustrasi Ramayana Dept Store/Bisnis.com

Ilustrasi Peritel Modern Ramayana/Bisnis.com


Untuk memperkuat layanan keuangan digital ini, Ramayana  menjalin kerja sama dengan Kredivo sebagai platform kredit digital untuk menyediakan produk pembayaran Paylater di seluruh gerai Ramayana.

Melalui kerja sama ini, seluruh pengguna Kredivo dapat menggunakan pembayaran Paylater di 101 gerai Ramayana yang tersebar di seluruh Indonesia. Kerja sama ini sekaligus untuk memperluas akses layanan keuangan berbasis digital ke masyarakat Indonesia di kota tier 2 dan 3.

Indina Andamari, VP Marketing & Communications Kredivo memaparkan optimisme Kredivo terhadap kolaborasi tersebut dalam mengoptimalkan momentum pertumbuhan sektor ritel di kota non-metropolitan melalui penggunaan Paylater.

“Melalui jaringan kuat Ramayana di seluruh pulau di Indonesia, kami berharap upaya perluasan layanan kredit digital ini dapat mengakselerasi ekonomi daerah, khususnya geliat industri ritel fesyen di kota tier 2 dan 3,” ujarnya.

Berdasarkan temuan dari “Unlocking The Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia” Alpha JWC diprediksi kota tier 2 dan 3 akan menjadi penyumbang terbesar pendapatan per kapita pada tahun 2030 dengan kontribusi sebesar 49 persen hingga 51 persen.

Hal ini didukung oleh Paylater yang telah memperlihatkan potensi sebagai produk pembayaraan digital yang dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan di kota-kota tier 2 dan 3.

Berdasarkan data internal dari Krediv,  pengguna Paylater di area tier 2 dan 3 naik sebesar 52 persen pada semester 1 tahun 2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari pengguna Paylater, pembelanjaan produk kategori fesyen menempati posisi pertama sebagai kategori produk dengan transaksi terbanyak di kalangan masyarakat kota tier 2 dan 3 dengan proporsi 20,1 persen, disusul produk makanan (18,3 persen) dan produk kesehatan (18,6 persen)

Editor: M R Purboyo
 

SEBELUMNYA

Ini Kata Juri Soal Penilaian Karya Lomba Foto 'Indonesia Menurut Loe'

BERIKUTNYA

Bunda Sibuk Bekerja? Begini Cara Agar Anak Tidak Berulah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: