Ilustrasi emosi (sumber gambar: unsplash)

Moms, Begini Loh Cara Cegah Tantrum Pada Anak

25 August 2022   |   17:48 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Banyak orang tua yang hanya fokus pada kemampuan intelegensia atau baca tulis dan hitung saat mempersiapkan anak masuk sekolah. Padahal, di balik itu semua yang paling penting harus ditanamkan oleh orang tua pada anak adalah kemampuannya dalam meregulasi emosi.

Agar anak bisa meregulasi dan memahami emosinya sendiri, maka dia harus diperkenalkan dengan emosi dasar sejak usia dini, terutama pada usia 1 hingga 2 tahun yaitu emosi marah, senang, sedih, takut, dan lain sebagainya.

Ketua TP PKK DKI Jakarta Fery Farhati Baswedan, S.Psi., M.Sc mengatakan bahwa ketika anak bisa mengetahui emosi apa yang dia rasakan, maka secara perlahan dia pun dapat lebih mudah mengendalikan emosinya dan sekaligus mencegah tantrum pada anak. Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah.
 

Fery Farhati Baswedan/ Instagram

Fery Farhati Baswedan/ Instagram


Kondisi ini secara tidak langsung akan berdampak positif ketika anak memasuki fase sekolah. Sebab, keberhasilan anak di sekolah juga akan sangat dipengaruhi oleh aspek emosi dan sosial.

“Jika anak kesulitan meregulasi emosinya, maka hal itu dapat berdampak pada aktivitas akademiknya di sekolah, seperti kesulitan bergaul dengan teman-teman, kesulitan bergabung aktivitas di kelas, dan masih banyak lagi,” jelas istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

Salah satu cara mengenalkan macam-macam emosi dasar pada anak, katanya, bisa dilakukan melalui buku anak dan produk edukasi lainnya. Buku dengan gambar bisa menjadi alat untuk membantu anak meregulasi emosi karena anak jadi bisa dengan mudah melihat berbagai situasi, kondisi dan ekspresi jika ada bantuan visualnya melalui buku. 

Tentu saja, ketika akan mengajarkan dan mengenalkan emosi pada anak, orang tua juga harus bisa meregulasi emosinya terlebih dahulu. Sebab, bagaimanapun anak akan mencontoh apa yang orang tuanya lakukan.

“Jangan sampai ketika orang tua ingin mengajarkan anak meregulasi emosi saat anak tantrum justru orang tuanya sendiri tidak dapat mengendalikan emosinya sendiri,” ucapnya.

Nah, hal yang bisa dilakukan untuk mengatur emosi adalah melalui teknik “bernafas 4,5,6”. Caranya adalah orang tua harus memastikan anak sudah dalam situasi aman (bisa dititipkan ke pasangan atau support system lainnya) sebelum meregulasi emosinya. 

Lalu tutup mata dan tarik nafas selama 4 detik, tahan selama 5 detik, dan buang nafas melalui mulut selama 6 detik. Setelah itu orang tua dapat mengambil keputusan atau aksi berikutnya untuk mengatasi anak tantrum dengan lebih bijak ketika sudah lebih tenang.

Untuk mengajarkan anak mengenali emosi Tentang Anak menghadirkan buku seri anak berjudul “Kenali Emosi”, lengkap dengan rangkaian edukasi lainnya seperti poster dan flash card yang dapat dibeli melalui aplikasi Tentang Anak. 

Dr Mesty Ariotedjo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak yang juga Founder & CEO Tentang Anak mengatakan sejak awal 2022, Tentang Anak telah mendampingi lebih dari 53 juta masyarakat melalui edukasi parenting di berbagai platform.

“Kami juga sadar bahwa edukasi, kesehatan fisik dan kesehatan mental itu adalah hak semua anak,” ujarnya.

Hal ini menginspirasi mereka untuk terus menjawab kebutuhan orang tua dan anak Indonesia, dengan berinovasi melalui karya edukasi dan aplikasi, hingga berkolaborasi bersama berbagai pihak untuk menghadirkan generasi emas penerus bangsa di kemudian hari.

Editor: M R Purboyo

SEBELUMNYA

Film Live-Action Pinocchio Rilis Trailer & Poster Perdana, Tayang September 2022

BERIKUTNYA

Ladies Waspada, Ini 7 Gejala HIV Pada Wanita

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: