Ilustrasi seseorang sedang berolahraga (Sumber gambar: Tiaradacht/Freepik)

Ingin Mulai Pola Hidup Sehat? Kenali 5 Komposisi Tubuh Ini

01 August 2022   |   18:19 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Gaya hidup sehat perlu menjadi rutinitas dan pola utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pasalnya, hal ini penting untuk mempertahankan kesehatan dan membantu mencegah penyakit kronis serta penyakit jangka panjang. 

Namun, sebelum menerapkan pola hidup yang sehat, penting untuk memperhatikan beberapa aspek, salah satunya komposisi tubuh. Menurut Binaragawan Ade Rai, komposisi tubuh merupakan konsep penting yang harus dimengerti sebelum menentukan tujuan akhir kebugaran.

Komposisi tubuh sendiri merupakan proporsi massa lemak dan non-lemak seperti otot, tulang, maupun organ dan jaringan lain di dalam tubuh. Komposisi tubuh yang sehat mencakup persentase lemak tubuh yang lebih rendah dan persentase massa non-lemak yang lebih tinggi.

Baca juga: Bingung Ingin Mulai Hidup Sehat? Yuk Ikutan Program Healthy Living Ini

Dengan mengetahui komposisi tubuh, kalian dapat melakukan penilaian terhadap tingkat kesehatan dan kebugaran yang akan dijalani. Seringkali saat seseorang akan menjalankan program penurunan berat badan atau meningkatkan kebugaran, mereka akan mengukur komposisi tubuh sebelum memulai program dan mengukurnya secara berkala untuk memantau kemajuan dari hasil program yang dijalankan.

"Selain membantu untuk memahami fondasi utama tubuh, pengetahuan akan komposisi tubuh akan mempermudah dalam menentukan program kebugaran yang tepat untuk dijalani," kata Ade Rai.
 

Ilustrasi seseorang sedang latihan beban (Sumber gambar: Micah Boerma/Pexels)

Ilustrasi seseorang sedang latihan beban (Sumber gambar: Micah Boerma/Pexels)

Lebih lanjut, Ade menjelaskan tubuh manusia terdiri dari otot, tulang, organ, cairan, dan lemak. Adapun, otot, tulang, organ, dan cairan masuk ke dalam kelompok fat-free mass atau lean body mass, yaitu bobot tubuh murni tanpa berat lemak.

"Banyak orang ingin menurunkan berat badan [weight loss], padahal sebenarnya yang dimaksud adalah menurunkan kadar lemak [fat loss] karena massa otot tetap harus dijaga," terangnya.

Ade mengatakan sebagian besar orang menjalankan diet dan berolahraga bertujuan untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, lanjutnya, mereka perlu mengetahui bahwa berat badan seseorang itu terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut:


1. Air

Saat minum, berat badan manusia akan bertambah karena bertambahnya berat air. Tubuh manusia terdiri dari 60-70% air, sehingga masuknya air dari luar otomatis akan menambah berat badan. Begitu pula sebaliknya, kehilangan cairan tubuh dapat menurunkan berat badan. Secara umum, berat air di badan sebaiknya tetap.


2. Tulang

Tulang mencapai bobot dan kepadatan maksimalnya di usia 30 tahun, setelah itu turun secara perlahan. Jika tidak dijaga kesehatannya, tulang akan mudah keropos sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Tulang yang keropos dan lemah juga lebih mudah retak atau bahkan patah, terlebih ketika terjadi cedera.

Untuk terhindar dari berbagai kondisi tersebut maka kepadatan tulang harus dijaga dengan optimal, baik dari olahraga maupun pola makan.


3. Organ Tubuh

Organ tubuh terdiri dari otak, usus, paru-paru, jantung, ginjal, pembuluh darah, empedu, hingga pankreas. Organ-organ tersebut harus dijaga kesehatannya karena berperan sekaligus menjadi penentu bagi kekuatan fungsional tubuh manusia.


4. Otot

Sebagai organ metabolisme dan penentu kekuatan fungsional tubuh manusia, massa otot sebaiknya tetap terjaga, atau akan lebih baik apabila diusahakan meningkat. Proses penuaan umumnya menurunkan komposisi otot, sehingga penurunan otot sebaiknya dicegah atau diperlambat.

Ade pun menjelaskan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi massa otot, seperti tinggi badan, level kebugaran, suku, dan ras. Selain itu, ada perbedaan standar massa otot antara laki-laki dan perempuan seperti berikut ini.

Untuk laki-laki, massa otot dapat dikatakan baik jika persentasenya berada di angka:
  • 40-44 persen untuk usia 18-35 tahun
  • 36-40 persen untuk usia 36-55 tahun
  • 32-35 persen untuk usia 56-75 tahun
  • Tidak jauh dari 31 persen untuk usia 76-85 tahun.

Sementara untuk perempuan, persentase massa otot idealnya adalah:
  • 31-33 persen untuk usia 18-35 tahun
  • 29-31 persen untuk usia 36-55 tahun
  • 27-30 persen untuk usia 56-75 tahun
  • Tidak terlampau jauh dari angka 26 persen saat usia 76-85 tahun.


5. Lemak

Saat menjalankan pola hidup sehat, usahakan untuk menurunkan kadar lemak dalam tubuh, jangan sampai meningkat. Pasalnya, kadar lemak yang meningkat berhubungan dengan bertambahnya risiko penyakit degeneratif.

Ade menerangkan memulai hidup sehat perlu diawali dengan fondasi pemahaman yang benar. Bagi orang yang sudah paham akan manfaat pengaturan pola makan dan aktivitas gerak untuk kesehatan, maka dengan sendirinya akan menjalankan pola makan dan aktivitas gerak yang baik untuk kesehatan.

"Pemahaman itulah yang menjadi dasar untuk berperilaku baik terhadap tubuh, tanpa ada rasa tertekan atau terpaksa," ujarnya.

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Pecah! J-Hope BTS Jadi Headliner K-Pop Pertama yang Guncang Panggung Lollapalooza

BERIKUTNYA

Bagi Penggemar, Bintang Star Trek Nichelle Nichols Adalah Sosok Inspiratif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: