Anak-anak dalam masa pertumbuhan. (Sumber gambar : Pexels/Naomi Shi)

Dua Tahun Berlalu, Pandemi Pengaruhi Perkembangan Emosi dan Kesehatan Anak

21 July 2022   |   06:00 WIB

Pembatasan fisik dan sosial akibat pandemi Covid-19 ternyata menyebabkan masalah kesehatan yang mempengaruhi emosional, mental, dan perkembangan, terutama pada anak. Anak-anak usia dini kehilangan tingkat interaksi yang merupakan tonggak penting bagi perkembangan sosial emosionalnya. Terlebih jika pola asuh orang tua tidak tepat.

Memasuki masa transisi, anak dan orang tua mulai memiliki rutinitas baru dan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sosial yang menuntut adanya upaya adaptif. Tiap keluarga diharapkan dapat merespon secara memadai terhadap perubahan yang diperlukan dan menguatkan fungsi-fungsi keluarga agar mampu menghadapi situasi yang tidak diinginkan. 

Data UNICEF menyebutkan bahwa selama pandemi Covid-19, orang tua mengalami tingkat stress dan depresi yang lebih tinggi, serta menilai pengasuhan anak di rumah saja memiliki risiko tersendiri. Kondisi ini sangat mungkin menghambat kemampuan orang tua untuk mengatasi emosi dan kebutuhan psikologis anak. 

Baca juga: Anak Takut Saat Bertemu Orang Baru? Begini Cara Mengatasinya

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN dr. Irma Ardiana menerangkan bahwa gaya pengasuhan memengaruhi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Pengasuhan bersama yang menekankan komunikasi, negosiasi, kompromi, dan pendekatan inklusif untuk pengambilan keputusan dan pembagian peran keluarga. 

Menurutnya pengasuhan bersama antara ayah dan ibu menawarkan cinta, penerimaan, penghargaan, dorongan, dan bimbingan kepada anak-anak mereka. “Pola asuh yang tepat dari orang tua dinilai mampu membentuk anak yang hebat dan berkualitas di masa depan,” ujar Irma dalam diskusi, Rabu (20/7/2022).
 

Pola asuh orang tua penting untuk pertumbuhan anak. (Sumber gambar : Pexels/Pixabay)

Pola asuh orang tua penting untuk pertumbuhan anak. (Sumber gambar : Pexels/Pixabay)

Spesialis Tumbuh Kembang Anak dr. Bernie Endyarni Medise menjelaskan bahwa aspek sosial dan emosional sangat penting bagi anak untuk mencapai semua aspek kehidupannya, dan bersaing di fase kehidupan selanjutnya dimulai dari remaja hingga lanjut usia.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai perkembangan sosial emosional anak khususnya di masa transisi pasca pandemi saat ini. 

Dia juga menyampaikan bahwa anak-anak mungkin kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial. Hal ini dapat meningkatkan masalah sosial-emosional yang dampaknya bisa berbeda tergantung dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya. 

“Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular,” jelasnya.

Bernie juga menjelaskan bahwa perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang untuk menjadi anak hebat. 

Agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, dia mengimbau para orang tua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala, serta memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat.

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Malaysia dan Singapura

BERIKUTNYA

Asyik, BTS Jadi Kolaborasi dengan Snoop Dogg & Benny Blanco

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: