Dian Satrowardoyo dan Putri Marino (Sumber gambar: WatchmenID/Twitter)

Dian Sastrowardoyo & Putri Marino Dikabarkan Main Bareng di Series 'Gadis Kretek'

14 July 2022   |   11:35 WIB

Dua aktris berbakat, Dian Satrowardoyo dan Putri Marino, dikabarkan akan beradu akting dalam series Indonesia orisinal Netflix berjudul Gadis Kretek. Kabar tersebut lantas menjadi bahan perbincangan publik di media sosial.

Dalam satu unggahan akun Twitter tentang film WatchmenID, tampak Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino sedang memegang skenario series berjudul Gadis Kretek. Foto tersebut menangkap momen keduanya saat sedang serius membaca dan mempelajari naskah tersebut.

"Nah udah fix nih mereka barengan dalam 1 project," tulis akun @WatchmenID pada Rabu (13/7/2022). Meski begitu belum ada rilisan resmi dari pihak Netflix terkait proyek series tersebut.
 

Unggahan itu pun sontak menuai banyak respon dari warganet. Sampai artikel ini ditulis, kata kunci 'Gadis Kretek' pun masuk dalam jajaran trending topic di Twitter dengan lebih dari 10.000 cuitan. Banyak dari mereka yang mengaku tidak sabar untuk menonton proyek series tersebut.

Menurut pantauan Hypeabis.id, series Gadis Kretek kemungkinan akan digarap oleh sutradara Kamila Andini dan Ifa Isfansyah serta diproduseri oleh Shanty Harmayn. Hal itu terlihat dari unggahan Kamila Andini di stories Instagram miliknya. 

Selain Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino, sederet aktor lain yang dikabarkan akan membintangi series ini yakni Ibu Jamil, Arya Saloka, Ine Febriyanti, Tissa Biani, Sheila Dara, Winky Wiryawan, dan Ario Bayu.
 

Sinopsis Novel Gadis Kretek

Gadis Kretek akan menjadi series Indonesia orisinal Netflix pertama yang digarap. Series ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya penulis Ratih Kumala yang diterbitkan pada 2012. Novel ini merupakan salah satu karya Ratih yang masuk dalam 10 besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2012.

Kental dengan budaya Jawa, novel ini mengangkat kisah mengenai pergerakan pabrik kretek pada awal-awal berdirinya di Indonesia. Kisah novelnya berawal dari tokoh Pak Raja, pendiri Pabrik Kretek Djagad Raja, yang sedang sekarat. Dalam menanti ajal, dia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya bernama Jeng Yah.
 

Sampul novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala (Sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama)

Sampul novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala (Sumber gambar: Gramedia Pustaka Utama)


Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput ayah mereka.

Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia.

Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya. Perjalanan ketiganya untuk menemukan Jeng Yah pun menarik untuk diikuti hingga akhir cerita novel.

Novel ini tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industri kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau, dan sarat dengan aroma cinta.


Editor: Roni Yunianto

 
SEBELUMNYA

Punya Sisa Daging Kurban? Yuk Coba Resep Rawon ala Chef Devina Hermawan

BERIKUTNYA

Biar Enggak Terlalu Takut, Begini 5 Kiat Nonton Film Horor

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: