Chairman Paolo Merloni (Sumber gambar: Ariston Thermo)

Belajar dari Chairman Paolo Merloni, Sukses Mengembangkan Bisnis Ariston

27 June 2022   |   13:30 WIB
Image
Roni Yunianto Hypeabis.id

Genhype, terutama kalian yang berjiwa wirausaha tentu akan terbuka dengan berbagai inspirasi yang datang dari pengusaha senior yang sukses. Pengusaha Italia Paolo Merloni merupakan salah satu figur yang sukses dalam mengembangkan bisnis Ariston Thermo secara organik maupun melalui langkah akuisisi yang selektif. 

Boleh jadi Aristide Merloni, pendiri Merloni Industries—cikal bakal bisnis Ariston—pada 1930-an tidak pernah menyangka bisnis produksi perangkat rumah tangga kecil-kecilan yang dibangunnya di pabrik seluas ruang rapat minimalis di kantor pusat Ariston, di Fabriano, Provinsi Ancona, wilayah Marche, Italia, ini bakal melesat menjadi perusahaan berskala global. Bisnis tersebut bahkan mampu menembus pasar di 150 negara!.

Indonesia sendiri menjadi salah satu dari tiga negara pertama selain Filipina dan Brunei, yang dibidik Ariston lebih dari 3 dekade yang lalu seiring dengan ekspansi produsen water heater asal Italia itu ke Asia Tenggara. PT Ariston Thermo Indonesia telah menghadirkan lebih dari 50 model pemanas air ke sejumlah segmen di antaranya rumah tangga dan perhotelan baik untuk kebutuhan sanitasi (shower system), kebersihan, spa dan kebutuhan spesifik lainnya.

Di Indonesia, Ariston yang telah merambah dan menyediakan dukungan purna jual di 29 kota besar di Indonesia ini sekitar 80% bisnisnya didukung oleh penjualan melalui lima distributor, dan agen-agennya.

Aristide sendiri punya pengaruh besar di Fabriano, karena kiprahnya di politik yang mengantarkannya sebagai wali kota di kota tersebut. Di tangan sang cucu, Paolo Merloni, yang menjabat executive chairman, inovasi atas legasi dari sang kakek yaitu pemanas air dengan bahan utama logam yang terus berlanjut, dan berkembang selama dekade selanjutnya itu kini makin modern, canggih dan dilengkapi dengan solusi teknologi yang cerdas.
 

 

Executive Chairman Ariston Thermo, Paolo Merloni (sumber gambar: Hypeabis/Roni Yunianto)

Executive Chairman Ariston Thermo, Paolo Merloni (sumber gambar: Hypeabis/Roni Yunianto)

 



Pada perkembangannya, Ariston berani mengklaim sebagai satu-satunya produsen pemanas air yang memproduksi dan merakit sendiri mulai dari suku cadang hingga produk jadi dengan segmen produk terlengkap.

Produknya mencakup water heater, komponen dan boiler, dibandingkan dengan pesaingnya yang hanya memproduksi satu segmen produk dan menyerahkan produksi ke original equipment manufacturing.

Bisnis keluarga Merloni ini pesat lantaran strategi bisnis yang berani untuk hadir di pasar domestik, luar Italia bahkan di luar Eropa hingga ke pasar yang besar seperti China, India bahkan Rusia.

Semua itu diraih bukan saja melalui pertumbuhan organik tapi juga lewat strategi akuisisi selektif yang dijalankan Paolo Merloni untuk mengakuisisi brand maupun teknologi.

Sebut saja, pada 2015, Ariston merampungkan dua akuisisi pentingnya di Eropa dengan mengakuisisi 100% perusahaan Denmark yaitu Gastech-Energi A/S yang memiliki penjualan tahunan €26 juta yang memungkinkan grup ini masuk ke pasar serta membangun sinergi operasi dalam waktu bersamaan.

Satu perusahaan lainnya yaitu SPM, perusahaan manufaktur Prancis yang fokus pada produksi perangkat pembakar inovatif yang selama ini dikenal dengan keahliannya dalam bidang teknologi rendah emisi NOx. Akuisisi ini melengkapi akuisisi sebelumnya seperti brand Chaffoteaux, Elco, Atag Heating, Racold, Cuenod, Ecoflam, dan Thermowatt. Brand-brand yang juga di bawah bendera Ariston Thermo.

Ariston telah berkembang menjadi perusahaan multinasional melalui pertumbuhan organik dan anorganik secara strategis sebagai bagian dari "DNA" bisnisnya. Setidaknya, sudah ada 17 akuisisi sejak 2014, yang membuka jalan bagi bisnis ini untuk menambah omzet 300 juta euro ke grup bisnis tersebut. Terakhir, Ariston Group, pada Januari 2022 baru merampungkan akuisisi Chromagen membangun kekuatan dengan dukungan 26 pusat riset dan pengembangan di lima benua.

Menariknya, pasar produk pemanas air juga mengalami pertumbuhan di pasar negara-negara beriklim tropis seperti di Indonesia. Rupanya edukasi pasar yang digencarkan Ariston untuk menggugah kesadaran hidup sehat konsumen mengenai manfaat mandi air hangat dengan ukuran suhu yang tepat, pengalaman kenyamanan dan penghematan energi inilah seperti yang diyakini Paolo Merloni  menjadi strategi menembus pasar.


Energi terbarukan

Ariston bahkan mengklaim sebagai yang pertama, berani merilis pemanas air dengan konsumsi energi terendah atau 350 watt di dunia dengan kapasitas 30 liter untuk kebutuhan 4—5 orang. Performa produk ini bahkan pernah mengalahkan produk serupa yang dijual di Singapura yang mengonsumsi listrik 1,5 kilowatt dengan kapasitas 10 liter dan 15 liter.

Efisiensi energi akan terus menjadi sasaran pengembangan teknologi Ariston ke depannya. Paolo Merloni bahkan sudah mencanangkan penggunaan energi terbarukan 80% pada 2020.

“Kami siap tumbuh 10% per tahun untuk bisa menghasilkan pemakaian energi terbarukan atau efisiensi daya di sejumah produk, bersumber energi listrik, gas, heat pump dan surya. Setiap produk akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konsumen. Ini tujuan kami,” ujarnya, seperti dikutip dari Bisnis Weekend.

Sebagai gambaran, Merloni optimistis dengan prospek bisnis di pasar termal global ke depan, yang pada 2021 diperkirakan sekitar 51 miliar euro. Meskipun terfragmentasi, pasar solusi termal untuk kenyamanan dan gaya hidup ini terus berkonsolidasi. Sejauh ini pasar pemanas air terbagi rata antara Eropa, Amerika Utara dan Asia yang masing-masing menyumbang sekitar sepertiga pangsa.
 
Kinerja Grup Ariston Thermo [Global]
 
  2015 2021
Pendapatan €1,43 miliar        €1,98 miliar  
Pasar > 150 negara 150 negara
Tenaga kerja 6.700 karyawan 8.000 karyawan
Pusat Produksi 20 pabrik 25 pabrik
Kantor Perwakilan 34 negara 43 negara
Sumber: Ariston Thermo Group, diolah


Adapun tingkat pertumbuhan pasar global secara tahunan diperkirakan sekitar 3,6% selama periode 2021—2024. Prospek pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya adopsi energi terbarukan dan solusi hemat energi. Pada periode yang sama, tingkat pertumbuhan tahunan produk energi terbarukan dan efisiensi tinggi diperkirakan 5,3%.

Transisi menuju keberlanjutan tersebut, antara lain didukung oleh meningkatnya regulasi dan fokus pelanggan pada lingkungan, dan peran sentral di antara tren yang membentuk industri.

Sosok Merloni di kalangan manajemen, bukan saja dikenal sebagai chairman yang telah menunjukkan konsistensinya dalam hal kebijakan investasi, tetapi juga konsisten dalam melakukan koreksi, dan turut memastikan pengembangan kualitas produk yang dihasilkan entitas bisnisnya.


Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Simak 4 Dampak Plastik Sekali Pakai bagi Lingkungan & Manusia

BERIKUTNYA

Yuk Tangkal Asma dengan Terapi yang Tepat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: