Ilustrasi medis (Sumber gambar - Unsplash - Online Marketing)

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung, Salah Satunya Jarang Gerak

02 July 2022   |   21:32 WIB

Penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke dikenal sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia. Menilik data dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO), diperkirakan 17,5 juta orang meninggal dunia karena penyakit jantung.

Angka ini mewakili 31 persen dari seluruh kematian global. Di sisi lain, lebih dari 75% kematian tersebut terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Mengutip Bisnis Indonesia Weekend edisi 2 Oktober 2016, di Indonesia, data WHO pada Mei 2014 mengungkapkan jumlah kasus kematian akibat penyakit jantung koroner mencapai 138.380 kasus atau 9,89a persen dari total kematian.

Angka kematian akibat penyakit jantung tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 23,3 juta pada 2030. 

Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI Tahun 2013, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia mencapai 0,5 persen dari gagal jantung sebesar 0,13 persen dari total penduduk yang berusia 18 tahun ke atas.

Baca juga: Demi Selamatkan Banyak Jiwa, Fasilitas Publik Disarankan Sedia Alat Pacu Jantung

Syahlina Zuhal, Ketua Yayasan Jantung Indonesia, menuturkan saat ini angka kematian dini akibat jantung di Indonesia semakin meningkat. Penyakit ini bahkan tidak lagi pandang bulu. Laki-laki dan perempuan dari beragam rentang usia turut mengalami penyakit jantung atau stroke.

Syahlina menambahkan, pemeriksaan tekanan darah secara rutin bisa membantu mengingatkan masyarakat tentang bahaya penyakit kardiovaskular. Selain itu, penyakit kardiovaskular sebenarnya juga dapat dicegah dengan memperhatikan empat faktor risiko.
 

 Apa saja faktor risikonya:

 

1. Mengonsumsi Makanan Kurang Sehat

Sering mengonsumsi makanan kurang sehat seperti fast food akan berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, menurut Syahlina, makanan yang banyak mengandung karbohidrat juga harus mulai dikurangi untuk menghindari penyakit kardiovaskular. “Karbohidrat adalah musuh utama kesehatan dunia,” ujarnya.

Sebaliknya, makanan berserat seperti buah dan sayur harus semakin banyak dikonsumsi.


2. Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga secara teratur bisa menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit jantung. Aktivitasnya tidak perlu terlalu berat. Jogging atau jalan cepat selama 2,5 jam dan berenang selama 1,5 jam setiap minggunya bisa menjadi pilihan. Penelitian menunjukkan, jika tidak disertai olahraga secara teratur, risiko seseorang terserang penyakit kardiovaskular bisa meningkat hingga 51%. 


3. Merokok

Merokokdiketahui menjadi salah satu faktor risiko sejumlah penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker. Bahkan bagi perokok pasif, risiko terkena penyakit ini bisa mencapai 30%.
 

4. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Faktor lain yang berpengaruh adalah terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Dalam hal ini alkohol akan melemahkan otot jantung. 
 

Cegah dengan cara 'cerdik' dan 'sehati'

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia Anwar Santoso, mengatakan, penyakit kardiovaskular memang bisa menyerang siapapun baik laki-laki maupun perempuan.

Selain berkaitan dengan gaya hidup, penyakit kardiovaskular juga memiliki beberapa faktor risiko yang tidak dapat dihindari, yaitu riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluar ga, faktor gender, dan etnik. 

Pada usia lanjut, kardiovaskular lebih sering terjadi pada pria. Orang dengan etnik Indo-Asia juga memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit ini. Secara sederhana, penyakit kardiovaskular khususnya jantung dan pembuluh darah bisa dikendalikan dengan cara ‘Cerdik’ dan ‘Sehati’. 

Dengan cara ‘Cerdik’, yakni cek kesehatan rutin secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga dan beraktivitas fisik, diet sehat dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stres.

Sementara itu, cara ‘Sehati’ yakni seimbangkan gizi, enyahkan asap rokok, hindari stres, awasi tekanan darah, teratur berolahraga, dan istirahat yang cukup (5-7 jam per hari). 

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Kenali Risiko Kelainan Perilaku pada Anak Pecandu Game

BERIKUTNYA

Unik, Desainer Prettycia Haqni Tampilkan Koleksi Bertema Zodiak di Ajang Indonesia Teen Fashion Week 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: