Pemerintah tengah membahas pembatasan jumlah pengunjung ke Taman Nasional Komodo (Sumber gambar: Unsplash/David Clode)

Agar Ideal, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Pulau Komodo Dibatasi

27 June 2022   |   15:16 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Sebagai destinasi super prioritas, Taman Nasional Komodo yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu tujuan wisata bagi pelancong baik dari dalam maupun luar negeri. Di sana terdapat hewan purba yang sangat langka, satu-satunya di dunia yakni komodo. 

Sebagai hewan yang dilindungi dan terancam punah, aktivitas wisata yang tidak dilakukan manajemen dengan baik bisa mengancam eksistensi kadal terbesar di dunia itu. Termasuk juga ekosistem lingkungannya yang terganggu dan menghambat pelestarian hewan. 

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan pemerintah provinsi NTT tengah mencanangkan pembatasan jumlah kunjungan, melalui sistem reservasi dan pembelian tiket daring. 

Baca Juga: Kunjungan ke Pulau Komodo Harus Reservasi Online Mulai Agustus 2022 

Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kajian yang dilakukan. Ketua TIm Kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem di Taman Nasional Komodo, Irman Firmansyah mengatakan bahwa pembatasan jumlah pengunjung akan membawa dampak positif bagi pelestarian kawasan konservasi. 

Berdasarkan data kunjungan ke Taman Nasional Komodo, terjadi peningkatan berkelanjutan jumlah wisatawan yang datang mulai 2010 hingga 2019 atau sebelum pandemi berlangsung. Angka ini diprediksi terus meningkat dan akan berpengaruh pada ekosistem di sekitar. 

Dengan baseline data kunjungan pada 2019, yang mencapai sekitar 221.000 orang per tahun. Tim memperkirakan jumlah tersebut akan naik menjadi 283.000 pada 2030 dan terus meningkat hingga 479.000 pada 2045, dengan skenario tidak adanya pembatasan. 

Kondisi ini, menurutnya, akan mengakibatkan hilangnya nilai jasa ekonomi di kawasan hingga Rp11,1 triliun. Situasi ini bisa diminimalisir dengan pengendalian kedatangan jumlah pengunjung sehingga kerugiannya dapat ditekan hanya menjadi Rp10,39 miliar. 

Hasil kajian yang dilakukan mencatat, jumlah pengunjung ideal untuk memastikan kawasan yang tetap sehat adalah sekitar 219.000 orang pengunjung per tahun, atau sekitar 600 sampai 700 orang per harinya. 

Sementara itu, jumlah standar yang harus dipenuhi untuk tetap menjaga operasional Taman Nasional adalah 146.000 orang per tahun. Adapun, batas maksimal yang disarankan untuk itu adalah 292.000 orang per tahun. 

Upaya menjaga seluruh ekosistem di kawasan Taman Nasional Komodo tentunya tidak hanya dilakukan dari sisi pembatasan saja. Irman menuturkan bahwa perlu langkah-langkah strategis lain termasuk riset dan aksi lapangan guna menciptakan efek keberlanjutan. 

“Pembahasan mengenai daya dukung, daya tampung, jasa ekonomi tidak hanya untuk saat ini. Kita harus pikirkan juga untuk ke depannya, begitu juga dengan aksi lain untuk memastikan keberlanjutan ekosistemnya,” katanya. 


Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Bunga Citra Lestari Konser Tunggal Blossom Intimate di Singapura

BERIKUTNYA

Cara Jenaka Seniman Otto Djaya Mengkritik Masalah Sosial

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: