Penumpukan sampah limbah rumah tangga dan industri memperburuk kondisi iklim (sumber gambar ilustrasi: pexels/Mumtahina Tanni)

Duh, Anak Kelahiran 2020 Rentan Jadi 'Korban' dari Dampak Krisis Iklim

27 June 2022   |   11:22 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Studi global terbaru Save the Children berjudul Born into The Cilmate Crisis menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir pada 2020 akan menghadapi 30 persen lebih banyak banjir dan luapan sungai. Tidak hanya itu, anak-anak juga akan merasakan gelombang panas 7,7 kali lebih sering dibandingkan dengan yang dialami oleh kakek dan nenek mereka.

Trouy Pantouw, Chief of Advocacy, Campaign, Communication & Media Save the Children Indonesia, menuturkan anak-anak akan menghadapi kondisi-kondisi itu lantaran krisis iklim yang terjadi.

Baca juga:
BLACKPINK Bicara tentang Krisis Iklim dalam Proyek Dear Earth

Google Doodle Tunjukkan 34 Tahun Dampak Perubahan Iklim

Krisis iklim merupakan kontributor utama penyebab suhu permukaan laut memanas. Suhu permukaan laut yang memanas, lanjutnya, merupakan sumber siklon tropis.

Di Indonesia, ujarnya, siklon tropis mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, mulai dari siklon tropis cempaka pada 2007 sampai dengan siklon tropis seroja pada 2021 silam. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat pada 2017 terdapat 2 kali siklon tropis dalam setahun untuk pertama kalinya.

Kedua badai tersebut terbentuk di rentang yang makin dekat dengan garis khatulistiwa selain waktu kejadian yang berdekatan. Fenomena alam siklon tropis berdampak terhadap potensi hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan longsor.

“Hasil studi kami dan juga sejarah dampak dari siklon tropis di Indonesia jelas menjabarkan bahwa anak-anak menanggung beban yang tidak proporsional karena mereka tumbuh dalam situasi yang mengancam,” katanya dalam rilis yang diterima Hypeabis.id.

Jadi, lanjutnya, penting untuk segera melakukan aksi adaptasi dan pengurangan risiko bersama dengan anak-anak untuk meningkatkan kemampuan anak dan keluarga dalam beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Baca juga:
Perubahan Iklim Ubah Fisik Hewan, Ini Buktinya

Akibat Perubahan Iklim, Es di Puncak Jaya Terancam Hilang pada 2025

Kahfi, Anggota Child Campaigner Yogyakarta – Save the Children Indonesia, menuturkan penumpukan sampah limbah rumah tangga maupun limbah industri di sungai dapat memperburuk kondisi iklim yang akan berdampak langsung terhadap anak.

Beberapa dampak yang dirasakan oleh anak yaitu gatal-gatal akibat penurunan kualitas air, pencemaran udara, berkurangnya ruang bermain untuk anak, hingga ancaman banjir luapan sungai.

Dia berharap anak-anak dapat lebih memahami tentang krisis iklim terutama tindakan preventif yang dapat dilakukan sesuai dengan kapasitas anak dengan kegiatan aksi bersih sungai dan pilah sampah di wilayah Sendowo, Yogyakarta.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

7 Cincin Pernikahan dan Pertunangan Termahal di Dunia

BERIKUTNYA

Penelitian Terbaru: Virus Monkeypox Bermutasi 12 Kali Lebih Cepat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: