Vaksin booster penting untuk meningkatkan respons imun setelah vaksinasi primer dua dosis. (Sumber gambar: Shvets Production/Pexels)

Jangan Ditunda, Ini Pentingnya Vaksin Booster Covid-19 untuk Tubuh

26 June 2022   |   07:51 WIB

Vaksin booster penting untuk meningkatkan respons imun setelah vaksinasi primer dua dosis (lengkap). Namun, menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 24 Juni 2022, baru 49,5 juta orang atau 24 persen penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin booster. Padahal, efektivitas vaksin akan menurun pasca pemberian vaksinasi primer Covid-19.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunitas (Komnas KIPI), dr. Hinky Hindra Irawan Satari, mengatakan data surveilans KIPI menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 viral vektor aman sebagai primer maupun booster yang memberikan perlindungan tinggi dan konsisten setara dengan vaksin 'mRNA', bahkan pada kelompok yang lebih rentan.

"Lebih dari 65 juta dosis vaksin Covid-19 viral vektor telah diberikan di Indonesia. Hingga saat ini, data surveilans KIPI menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 viral vektor aman sebagai primer maupun booster," kata Hinky dalam keterangan resminya yang diterima Hypeabis.id, Minggu (26/6/2022).

(Baca juga: Meski Gejala Ringan, Subvarian Omicron BA.4 & BA.5 Tetap Perlu Diwaspadai)

Dia juga menambahkan manfaat yang diperoleh jauh lebih besar daripada resiko yang mungkin terjadi. Surveilans KIPI, paparnya, melihat keamanan vaksin dilakukan berkesinambungan untuk memastikan keamanan vaksin dalam upaya peningkatan keselamatan pasien serta menentramkan masyarakat.
 

Vaitkevitch

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Sumber gambar: Nataliya Vaitkevitch/Pexels)


Pemberian vaksin booster Covid-19

Di Indonesia, pemberian dosis booster bagi lansia (usia > 60 tahun) dapat diberikan dengan interval minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap.

Hinky menjelaskan bahwa vaksinasi booster dapat dilakukan secara homolog atau heterolog menggunakan regimen vaksin yang tersedia di lapangan, dan sudah mendapatkan EUA dari BPOM serta sesuai dengan rekomendasi Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Vaksinasi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan titer antibodi yang diinginkan untuk merespons memori untuk mengenali antigen dalam virus Covid-19," katanya.

Sementara berdasarkan rekomendasi Kemenkes untuk kelompok komorbid, vaksinasi dapat dilakukan apabila penyakit dalam keadaan terkontrol. Misalnya pasien hipertensi dapat divaksinasi, kecuali jika tekanan darahnya tinggi di atas 180/110 MmHg akan ditunda sampai teratasi, pasien diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut juga penyintas kanker yang dapat tetap diberikan vaksin sesuai dengan rekomendasi dokter.
 

Efektvitas vaksin Covid-19

Efektivitas vaksin Covid-19 dalam melindungi masyarakat dari sakit berat telah terbukti secara ilmiah. Ketua ITAGI, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro, memaparkan studi dari WHO menunjukkan pada usia lanjut atau lansia, vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan kejadian penyakit berat, masuk rumah sakit atau rawat inap dan kematian.

"Artinya, kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan dari Covid-19 yakni usia lanjut, komorbid dan kelompok imunokompromais selain kelompok dewasa, remaja dan anak-anak sehat," kata Sri.

Vaksinasi Covid-19 menurutnya juga dapat melindungi masyarakat yang memiliki gangguan (defisiensi) respons imun terhadap vaksinasi. Berdasarkan data, vaksinasi booster heterolog pada vaksin CoronaVac dari Sinovac dapat menghasilkan respons antibodi lebih tinggi dan dapat bertahan lama dibandingkan booster homolog.

Untuk diketahui vaksin booster homolog adalah vaksin Covid-19 yang diberikan sama dengan jenis platform vaksin primer. Sedangkan vaksin booster heterolog merupakan pemberian vaksin booster yang berbeda platform atau vaksin dengan platform sama, namun berbeda merek.

Vaksin heterolog dapat diberikan untuk vaksinasi primer atau booster, yang disebut dengan mix and match schedule. Berdasarkan rekomendasi WHO, vaksin booster heterolog merupakan vaksin yang mendapat EUL (Emergency Use Listing) dari badan kesehatan dunia ini. Di antaranya seperti vaksin mRNA, vaksin viral vektor dan protein subunit.

"Tujuan pemberian vaksin booster adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan efektivitas vaksin yang telah menurun," ujar Sri.

Editor: Nirmala Aninda
 
SEBELUMNYA

Gagal SBMPTN? Ini 10 Kampus Negeri yang Masih Buka Jalur Mandiri

BERIKUTNYA

Siap-siap! J-Hope BTS Bakal Rilis Album Solo Jack In The Box Juli 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: