Ilustrasi mobil bekas dengan kondisi yang baik. (Sumber gambar : Unsplash/Nima Sarram)

Waspada 5 Risiko Beli Mobil Bekas Berkilometer Tinggi

22 June 2022   |   18:54 WIB

Mobilitas kian meningkat seiring pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat. Alhasil transportasi publik kembali penuh, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Kondisi ini yang dikhawatirkan menyumbang peningkatan kasus Covid-19 mengingat virus ini masih beredar. 

Kendaraan bekas lantas menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat saat ingin mencari kendaraan pribadi untuk menunjang mobilitas. Harganya yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan baru tentunya menjadi faktor utama produk ini diminati. 

Namun demikian, memilih mobil bekas tidak bisa asal. Salah satunya dengan mempertimbangkan kilometer. Jika ingin membeli kendaraan roda empat bekas disarankan untuk pilih yang kilometernya rendah ya, Genhype

Mengapa demikian? Berikut empat dampak mobil bekas dengan kilometer tinggi. 


1. Risiko turun mesin

Mengutip Lifepal, salah satu risiko pertama dari mobil dengan kilometer tinggi adalah kerusakan turun mesin atau overhaul. Perbaikan mobil ini sangat dihindari pemilik mobil. Biasanya kerusakan turun mesin dapat terjadi pada interval 150.000 kilometer.

Perbaikannya pun memakan biaya yang tidak sedikit. Kisaran anggaran yang harus disiapkan bila kendaraan turun mesin antara Rp3 juta-Rp5 juta, bahkan lebih.


2. Interior memudar

Mobil yang dipakai untuk aktivitas harian pasti berpengaruh pada jarak tempuh yang tinggi. Oleh karena dipakai sehari-hari maka berimbas pada kondisi interior seperti setir, dasbor, dan juga jok mobil. 

Untuk itu, jangan lupa perhatikan kondisi interior sebelum memutuskan membeli kendaraan bekas dengan kilometer tinggi. Apabila kondisinya sudah tidak mendukung, maka kamu perlu mengeluarkan biaya lagi untuk detailing di salon interior mobil.


3. Body mobil tak lagi prima

Mobil dengan kilometer tinggi identik dengan kendaraan harian alias dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Jadi kamu tidak perlu heran apabila tampilan eksterior sudah menurun kualitasnya karena paparan sinar matahari dan terpaan hujan. 
Bila perlu, bandingkan dengan kendaran yang baru untuk memastikan kamu bisa menoleransi perbedaan eksterior dari kendaran bekas yang diincar.


4. Penggantian beberapa komponen

Memperbaiki beberapa komponen mobil menjadi risiko yang tidak bisa kamu hindari ketika membeli mobil bekas. Hal ini dikarenakan mobil tersebut pasti sudah melakukan perjalanan jarak jauh atau rutin, sehingga seiring waktu menggerus usia pemakaian.

Usahakan untuk tidak lupa dan jangan mengabaikan dari kewajiban dalam memastikan komponen kendaraan agar tetap prima untuk melindungi kamu serta pengguna jalan lain. 


5. Mengeluarkan biaya tinggi

Mobil dengan kilometer tinggi tentu berisiko pengeluaran biaya tambahan untuk perbaikan atau perawatan. Itu karena kamu akan memperbaiki beberapa komponen atau suku cadang untuk mengembalikan performa mesin. Ditambah perawatan tambahan untuk meminimalisir risiko kerusakan berat lainnya. 

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Penuhi Gizi Anak saat Sarapan Agar Bebas dari Lethargy Syndrome

BERIKUTNYA

Momen HUT Jakarta, Yuk Kenalan dengan 8 Ikon Budaya Betawi!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: